Beranda » Pendidikan » Kiat Hidup dari Pak AR Fachruddin: Mengatasi Kegalauan Hidup

Senin, 08 Februari 2021 - 23:57:53 WIB
Kiat Hidup dari Pak AR Fachruddin: Mengatasi Kegalauan Hidup
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 87 kali

Tausyiah Pak AR. Fachruddin: Mengatasi Kegelisahan Hidup

Oleh Masud HMN*)

Konsep menyelaraskan Iman, Ilmu, Amal dan Ikhlas dalam kehidupan tujuanya adalah untuk mengatasi kegalauan dan kegelisahan saat ini. Kedepan menjadi hal yang urgen dan relevant. Dilaksanakan sercara serius dan berkelanjutan. 

Bapak AR Fachruddin (alm) , Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah pernah menyampaikan tausiyah pada tahun l990 pada pengajian di Cisalak Bogor Jawa Barat kepada anggota Muhammadiyah setempat dimana penulis ikut hadir. Isi tausiyahnya agar menyiapkan diri, kokoh, jangan terombang ambing dalam menjalani kehidupan.

Resepnya, kata Pak AR, adalah dengan tawakkal berserah diri kepada Allah SWT dan itu dilakukan secara kontinu, terus berkelanjutan. Tausiyah Pak AR itu sesungguhnya menjadi sangat monumental, relevant, kapan saja dan dimana saja termasuk masa kini, Karena beliau mengunci dengan tiga kelengkapan kunci kontrol. Apa itu ? Konsep kunci kontrol yaitu: (1) beriman (2) untuk selalu menambah ilmu, (3) memperbanyak amal dan (4) bekerja dengan ikhlas. Beliaupun ikut memberikan pertanda atau sinyal untuk menentukan bagaimana keempat faktor dalam gangguan. Maksudnya, kehidupan itu akan galau lantaran sebab system kontrol itu tidak berfungsi.

Fenomena psikologis dari orang yang mengalami gangguan tersebut yakni “Orang akan galau jika tidak beriman, orang beriman galau kalau tidak bekerja atau beramal. Juga orang yang beramalpun akan galau atau gelisah bilamana tak berilmu. Orang berilmu akan megalami kegelisahan kalau tidak ikhlas,” kata beliau. 

Ini sejalan dengan pendapat Para ahli psikologi seperti Leo Tolstoy (1882-1910) tentang konsep bekerja. Dalam bukunya Kingdom of God, Sastrawan besar Rusia itu menulis tentang Fiction realistic orang dalam bekerja, Bekerja masa depan yang substansi keliru karena tidak pernah merubah perencanaan essecial pada dirinya. 

Hal yang hampir sama dari Ivan Ilich tentang konsep pendidikan, yang bermuatan materilistik belaka jauh dari iman dan etika, yang memang demikianlah Tidak dapat menghilangkan kegalauan dan keglisahan hidup (The Pedagogy of The Opreesed,1972).

Dalam hubungan ini, Pak AR Fakhrudin menekankan pendapatnya kepada kunci tadi haruslah bekerja atau beramal, Beramal, saja belum cukup menghalau kegelisahan hidup jika tak berilmu. Berilmu saja tidak cukup jika tidak dengan ikhlas. Intinya amal, ilmu dan ikhlas merupakan pengarah dalam hidup.

Penulis, merasa tausiyah ini begitu pentingnya supaya dalam kehidupan yang galau dapat menyelaraskan amal, ilmu dan keikhlasan itu. Tanpa amal kehidupan tak akan ada islam bekemajuan. Pertumbuhan tidak akan ada, Kemakmuran makin jauh. Tanpa keikhlasan dunia kita akan galau dan gelisah berkepanjangan. Masalahnya kini, apakah kita beramal sudah berilmu? sudahkah kita ikhlas? Ini bisa kita jawab masing masing.  

Kita melihat pembangunan ada dimana mana, Masjid, sekolahan, infra struktur begitu juga. Pokoknya hampir segala bidang, Lantas apa yang kurang? Guna Menjawab pertanyaan ini, mungkin alangkah baik kita mengutip puisi Taufik Ismail, Sartrawan besar angkatan 66 dan kini masih terus berkarya dengan puisi kritis realistiknya. Ia berpuisi sebagai berikut:

"Kita sudah berjuang Kita sudah mendaki Kita sudah menurun Kita sudah sudah Kita sudah memukul angin" ( kita kutip sebagian, Puisi Kita Sudah,1966) Taufik Ismail sudah melontarkan kondisi ketidak lengkapan kehidupan. Kata kita sudah "memukul angin" representasi untuk fenomena galau dan kegelisahan.

Akhirnya tiada lain kita harus kembali menjadikan konsep iman, amal, ilmu dan ikhlas yang harus satu sinergi dalam kesatuan kehidupan kita, Masa depan harus kokoh dalam landasan kesalarasan iman, ilmu, amal dan keihklasan.Semoga !

Jakarta 6 February 2021

*) Penulis adalah Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta

Email : masud.riau@gmail.com


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)