Beranda » Megapolitan » 24 Ribu UMKM Kota Bogor Dapat Pelatihan. Sistem Digital Scoring

Senin, 01 Februari 2021 - 12:00:21 WIB
24 Ribu UMKM Kota Bogor Dapat Pelatihan. Sistem Digital Scoring
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Megapolitan - Dibaca: 56 kali

24 Ribu UMKM Kota Bogor Dapat Pelatihan Sistem Scoring Digital 

Jakarta, Melayutoday.com- Mendukung 24.000 UMKM di Kota Bogor, Emditek dan Bank Kota Bogor Menerapkan Sistem Scoring Digital Hal ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan mendukung serta melayani sekitar 24.000 pedagang UMKM di Bogor. Maka Bank Kota Bogor bekerjasama dengan penyedia jasa teknologi PT Media Dimensi Teknologi Indonesia (Emditek) akan menerapkan sistem analisa kredit berbasis digital. Lewat teknologi ini, diharapkan Bank BPR milik Kota Bogor ini dapat meningkatkan kapasitas dan kecepatan proses analisa kredit menjadi setidaknya 30% lebih tinggi. 

Perumda Bank Kota Bogor menggelar sosialisasi sekaligus pelatihan sistem penilaian kredit berbasis digital kepada manajemen dan karyawannya yang diadakan di Hotel Sahira Jl Ahmad Yani, kota Bogor pada Sabtu, 30 Januari 2021 yang lalu.

Kegiatan tersebut dihadiri Haji Ibrahim, Direktur Utama Bank Kota Bogor, Yudi Kusman CEO Emditek dan Tri R.Batara COO Emditek , PT.Media Dimensi Teknologi Indonesia (Emditek) adalah penyedia sistem dan teknologi digital tersebut yang melakukan pelatihan kepada manajemen dan karyawan terkait.

"Sistem yang kami namakan Epay7 ini memang dikembangkan sedemikian rupa untuk memudahkan perbankan, khususnya BPR melakukan analisa atas para calon debiturnya yang sebagian besar adalah pengusaha UMKM," kata Yudi Kusman, CEO Emditek dalam sambutannya pada acara sosialisasi dan pelatihan tersebut.

"Kami yakin dengan menggunakan teknologi ini, maka kemampuan dan kecepatan analisa kredit Bank Kota Bogor akan meningkat signifikan, sehingga menjadi lebih akurat dan cepat melakukan proses analisa kredit," tambah Yudi lagi.

Kota Bogor merupakan kota padat dengan jumlah penduduk sekitar 7.500 / Km2, sehingga pendapatan dari sektor perdagangan dan pendukung pariwisata cukup besar. Diperkirakan ada sekitar 24.000 pedagang/pengusaha UMKM di Kota Bogor. Sebagian besar dari UMKM ini belum tersentuh oleh Bank atau disebut juga unbankable, baik karena ada di sektor informal, atau karena tata cara perdagangannya yang tidak tercover oleh sistem perbankan. Banyak dari mereka yang jadi tergantung kepada pinjaman tanpa agunan dan rentenir dengan bunga super tinggi untuk mendapatkan modal. 

Mengenai hal ini, H. Ibrahim, SE, Direktur Utama Perumda Bank Kota Bogor menyatakan bahwa pihaknya sudah memerlukan terobosan berupa sistem digital yang memadai mengingat potensi pasar di kota Bogor cukup besar.

"Untuk menjalankan fungsi kami sebagai bank-nya pengusaha kecil khususnya di pasar-pasar tradisional, kami harus bersaing dengan perusahaan fintech yang menjamur dan para rentenir. Cara yang terbaik adalah melengkapi diri kami dengan sistem dan proses berbasis digital," ujar Ibrahim.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Tri Rachman Batara, COO Emditek, Epay7 menggunakan standar tujuh parameter untuk menilai kelayakan calon debitur. Seluruh prosesnya berbasis digital sehingga mempermudah serta mempercepat proses analisa kredit.

"Dengan menggunakan sistem ini, maka Bank Kota Bogor akan mampu melakukan proses analisa kredit hingga setidaknya 30% lebih cepat dari sebelumnya, dengan tingkat akurasi yang tinggi. Ini artinya Bank Kota Bogor akan mampu meningkatkan kapasitas pemberian kredit, sekaligus meningkatkan kualitas debitur," terang Batara.

"Pada akhirnya, kami akan mampu meningkatkan nilai penyaluran kredit kepada pengusaha UMKM, sehingga mereka akan mendapatkan sumber dana yang lebih murah, dengan demikian program inklusi keuangan di Kota Bogor khususnya akan berjalan efektif. Sementara itu, kinerja Bank Kota Bogor juga akan meningkat," terang Ibrahim lagi.

Dalam acara sosialisasi dan pelatihan sistem Epay7, para peserta yang terdiri dari manager hingga officer di bagian kredit dikenalkan sekaligus dilatih menggunakan aplikasi berbasis web dan smart phone tersebut. Diharapkan setelah selesai pelatihan maka mereka akan siap menggunakan sistem yang akan diimplementasi di sistem data Bank Perkreditan Rakyat milik Kota Bogor tersebut. 

Tentang Emditek dan Epay7 Emditek sendiri adalah perusahaan penyedia solusi-solusi untuk mendukung pembentukan ekosistem digital yang efektif dan aman di Indonesia. Berdiri sejak tahun 2015, perusahaan ini telah beroperasi dengan menjadi bagian dari sistem pembayaran digital di beberapa bank di Indonesia.

 

Selanjutnya, Emditek secara mandiri membangun sistem pembayaran digital-nya serta mulai mengembangkan produk EpaySmart untuk sistem pembayaran digital. Sejak tahun 2019, Emditek memiliki tiga bidang usaha yang meliputi bidang Ecosystem Development; End-to-end Digital Payment Solution; dan Data Security System. Ketiganya dikembangkan secara simultan dan telah masuk ke beberapa sektor seperti pendidikan (sekolah), UMKM, keuangan dan perbankan.

EpaySmart adalah sistem pembayaran digital yang didesain untuk UMKM khususnya pedagang kecil di pasar-pasar tradisional. Epay7 merupakan bagian dari EpaySmart yang dirancang secara khusus untuk mendukung perbankan atau lembaga kredit lainnya melakukan analisa kredit secara digital kepada calon debiturnya.

Selain Epay7, pada EpaySmart ada juga fitur-fitur lain seperti digital payment, POS (point-of-sales), PPPOB (Payment Point Online Bank) dan lain-lain Saat ini, EpaySmart telah menjadi solusi di beberapa pasar di Kota bogor serta telah melakukan kerjasama termasuk untuk fitur Epay7 dengan Perumda BPR Bank Kota Bogor. ( redaksi ),


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)