Beranda » Nasional » IJMI: Mensos Jangan Hanya Pencitraan di DKI Jakarta

Rabu, 06 Januari 2021 - 23:56:14 WIB
IJMI: Mensos Jangan Hanya Pencitraan di DKI Jakarta
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Nasional - Dibaca: 76 kali

IJMI: Mensos Jangan Hanya Pencitraan Di DKI

Jakarta, Orang. Banyak berharap Menteri Sosial yang baru dilantik, Tri Rismaharani alias ( ibu Risma) ada gebrakan dalam mengurus persoalan sosial. 

Namun, Baru beberapa hari menjabat, mantan walikota surabaya tersebut ternyata tidak ada gebrakan yang berarti. Ia hanya melakukan pencitraan diri seolah olah di daerah ibu kota Jakarta tidak ada program mengatasi masalah sosial.

Demikian komentar Ketua Umum DPP Ikatan Jurnalis Muslim Indonesia ( IJMI), M. Harun memantau sepak terjang Mensos baru,  yang menggantikan, Julian Peter Batu bara yang ditangkap KPK.

Menurut M. Harun, seperti diberitakan dibanyak media bahwa pada saat. Risma menjabat walikota Surabaya masih ada 175 KK Tinggal di Kolong Tol Waru-Tanjung Perak Surabaya, yang mengaku Tak Pernah Didatangi Risma

"Gelagat pencitraan diri Mensos kebawa bawa dari Surabaya, beberapa hari setelah dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Sosial, Tri Rismaharani alias Risma, mengunjungi tunawisma yang tinggal di kolong jembatan Menteng, Jakarta Pusat, diduga merupakan rekayasa belaka," jelas Harun, Rabu ( 6/1/2021) siang.

Dikutip dari jatimnow.com,  ternyata, di kolong Jalan Tol Waru-Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, ada sekitar 175 kepala keluarga (KK) yang berdiam. Namun, mereka tidak pernah dikunjungi Risma saat menjabat sebagai Wali Kota Surabaya selama dua periode

Di kolong Jalan Tol Waru-Tanjung Perak dekat Kampung 1001 Malam yang dijadikan tempat tinggal oleh 175 KK tunawisma itu masuk dalam kawasan Lasem Baru, Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan.

Bentuk bentuk pencitraan ini, tambah Harun, seharusnya jangan dibawa lagi ketika sudah menjadi Mensos.

Menurut laporan jatimnow.com bahwa, Sejumlah keluarga yang tinggal di kolong jalan tol itu terbagi dua, dipisahkan sungai, sehingga untuk menuju ke sana harus menggunakan perahu tambang. Warga menempati kolong jalan tol dan Kampung 1001 Malam itu sejak Tahun 1999.

Artinya, tambah Cak Harun, setelah menilai banyaknya pengakuan warga yang tinggal dibawah Tol Waru Tj. Perak tersebut, terbukti prestasi ibu Risma sangat rendah selama menjabat Walikota selama dua periode.
Sekarang ibu Risma berposisi sebagai mensos belum jelas konsep dalam menangani masalah masalah sosial di Indonesia.

" Kebiasaan pencitraan Mensos terbongkar juga karena para gelandangan di kawasan Kolong Menteng, yang seolah olah mau ditangani diduga rekayasa, untuk apalagi kalau bukan demi pencitraan," pungkas Harun. ( Bagian Komunikasi Publik dan Hubungan Masyarakat IJMI).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)