Beranda » Nasional » Resep Guyonan My Assistence Dari Gus Dur Atasi Kegaduhan Politik

Minggu, 03 Januari 2021 - 10:14:00 WIB
Resep Guyonan My Assistence Dari Gus Dur Atasi Kegaduhan Politik
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Nasional - Dibaca: 79 kali

[3/1 08.47] Muhammad Harun: K.H. Marsudi Syuhud: Resep My Asistence dari Gus Dur Mujarab Atasi Kegaduhan Politik

Jakarta, Melayutoday.com, Malam telah larut, tepat bakda shalat isya' acara Haul Gus Dur  ke-11 dimulai, tak kurang dari 100 an jamaah laki dan perempuan hadir dengan membaca zikir dan sholawat serta Manaqib Maulidurrasul.

Acara tahunan ini dilaksanakan pada SABTU (02/1/2021) malam, di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah,  Jl. Kedoya Duri Raya, Masjid Aluchwah 2 No 24, Kedoya Selatan Kebon Jeruk Jakarta Barat.

Acara HAUL GUS DUR, MAJELIS MANAQIB & MAULIDUR RASUL SAW tersebut selain berlangsung tatap muka, juga melalui virtual atau zoom.

Puteri Gus Dur, yang kerap disapa mbak Yeni Wahid, hadir secara virtual memberi sambutan pada Haul Gus Dur ke-11 dengan mengatakan bahwa sosok Gus Dur selain merupakan ayah bagi anak anaknya,  namun juga guru spiritual yang selalu memberikan nasihat kepada anak anaknya untuk belajar secara tekun.

" Kami merasa nikmat berdampingan dengan Gus Dur, kami tak menduga bahwa Gus Dur akan jadi Presiden waktu itu. Secara fisik tak memungkinkan dan secara kapital politik jauh dibandingkan ibu Megawati. Tapi karena sudah taqdir Allah. Begitu juga setelah turun dari jabatan Presiden, kamipun anggap biasa biasa saja, karena jabatan apapun di dunia ini hanyalah wasilah ( perantara) bukan ghayah ( tujuan), dari sinilah saya belajar pada Gus Dur," ungkap Yeni Wahid.

Menurut Mbak Yeni, ada sikap Gus Dur yang tidak bisa dicegah yaitu siapa saja bisa bertemu dengan Gus Dur dan beliau tidak pilih pilih tamu siapa saja dilayani. 

"Sehingga pada suatu ketika pernah dibohongi orang, saya ingin protes, tapi Gus Dur malah bilang: "biarkan saja maqom dia memang sampai segitu," jelas Yeni menirukan jawaban Gus Dur.

Menurut Staf Khusus Presiden Jokowi dan Komisaris Garuda ini, Gus Dur juga dipuji mantan PM Singapore, Lee Kwan Yu dalam sebuah bukunya. " "Saya belajar dengan Gus Dur," kata Lee yang dikutip Yeni Wahid.

Dengan nada yang sama, Ketua Pesantren Ekonomi Darul Ukhwah, KH. Marsudi Syuhud dalam pengantarnya mengatakan Gus Dur itu pemimpin yang merakyat dan mampu mengatasi suatu masalah dengan guyon khas Gus Dur.

Ketika ditanya apa harapan Haul ke 11 Gus Dur dengan kondisi bangsa saat ini? Ketua PB NU tersebut menjawab dengan meniru guyonan Gus Dur saat bersama sesprinya bernama Sulaiman.

Sebelum berangkat ke luar negeri Pak Sulaiman, panggilan sespri Gus Dur minta wejangan/ijazah kepada Gus Dur, apa yang harus dikatakan nanti setibanya di Luar negeri ( Singapore ), karena dia tak bisa berbahasa inggris.

Apa kata Gus Dur? " Bilang aja nanti, My Assistence ( Saya pembantu),"ujar Gus Dur.

Karena hormatnya kepada Gus Dur, Pak Sulaiman terus menghafal kalimat " My Assistence", Setibanya di hotel tempat menginap, pak Sulaiman terus menghafal May Assistence. Giliran petugas bertanya, dengan menggunakan bhs inggris, spontan Pak Sulaiman menjawab:" My Assistence," mantap.

 Apa makna dibalik guyonan Gus Dur itu, tambah Kiyai ini,  bahwa setiap orang harus ditempatkan pada pekerjaannya ( ahlinya). Karena setiap orang tsk mungkin mampu mengatasi semua pekerjaan. *" Jika suatu urusan/ pekerjaan diberikan kepada yang bukan ahlinya tunggulah kehancurannya," kata Kiyai kepada sejumlah media sembari mengutip hadits Nabi.*

Begitu juga dalam hal mengurus bangsa dan negara ini, misalnya: kalau masalah ekonomi Assistencennya harus kita serahkan pada ahli ekonomi, masalah hukum, kita percayakan pada ahli hukum. " Hari ini yang terjadi di medsos semua orang mengaku ahli agama, semua orang mengaku pemimpin. Semua orang mengaku ahli hukum dll. Ini.yang terjadi, akhirnya muncul kegaduhan. Guyonan Gus Dur tentang My Assistence diatas masih relevan untuk mengatasi kegaduhan politik tersebut," pungkas KH Marsudi menutup perbincangan. ( hrn ).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)