Beranda » Pendidikan » IJMI Hadir Karena Demokrasi Mau Diselewengkan

Sabtu, 02 Januari 2021 - 06:29:36 WIB
IJMI Hadir Karena Demokrasi Mau Diselewengkan
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 20 kali

IJMI Hadir Karena Demokrasi Mau Diselewengkan

Ikatan.Jurnalis Muslim Indonesia ( IJMI) resmi dideklarasikan , Selasa, 29 Desember 2020 dua hari yang lalu di Aula lobbi Perpustakaan Umum Propinsi DKI Jakarta, kawasan Taman Ismail Marzuki ( TIM ) Jakarta.

Ketika dimintai komentarnya terkait pembubaran Front Pembela Islam ( FPI ) dan lahirnya Front Persatuan Islam yang disingkat FPI juga, M. Harun selaku Deklarator/ Ketum IJMI menilai cukup menyayangkan terhadap pemerintah,  kenapa Pemerintah sangat serius ingin menghabisi HRS dan organisasinya ( FPI) ?

Menurut M. Harun, secara ketokohan HRS itu tergolong ulama plus yang paham soal soal agama ( islam) dan kenegaraan, paham sekali tentang  Pancasila.  Dia berani menyampaikan dakwah kepada para jemaahnya dengan lantang lewat performance retorika yang prima, sehingga semua orang dari semua lapisan masyarakat mudah memahami isi dakwah HRS.

" Pemerintah rupanya melihat HRS dan FPI dari kulitnya saja atau simbol simbol yang nampak dipermukaan, tidak substansal," jelas M. Harun dalam keterangan tertulisnya, Jumat ( 1/1/2021) tadi.

Ternyata , sambung, M. Harun Maklumat pihak aparat tentang pembubaran Front Pembela Islam itu terjadi. Lalu muncul Front Persatuan Islam ( FPI ) sebagai wujud kebebasan berkumpul dan berserikat, termasuk mendirikan sebuah organisasi.

" Dalam era demokrasi seperti sekarang ini, Pemerintah seharusnya memberi kebebasan kepada siapapun untuk menyampaikan pendapat dan kritiknya kepada pemangku kebijakan jika memang kebijakan itu menyeleweng dari azas azas demokrasi dan Pancasila," jelas M. Harun.

Ditambahkan oleh Cak Harun, sapaan akrabnya, FPI itu sesungguhnya menjadi penyeimbang dalam proses demokrasi di Indonesia. Demokrasi di Indonesia membutuhkan chek and ballance untuk menjadi negara besar dimasa depan.

" Ketakutan yang berlebihan kepada kekuasaan berakibat fatal terhadap tumbuh kembangnya demokrasi," pungkas Cak Harun. ( Bagian Komunikasi Publik dan Hubungan Masyarakat DPP IJMI)

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)