Beranda » Nasional » Pemerintah dan Oposisi Bersatu

Minggu, 27 Desember 2020 - 20:16:15 WIB
Pemerintah dan Oposisi Bersatu
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Nasional - Dibaca: 62 kali

Pemerintah Dan Oposisi Bersatu

Oleh Masud HMN

Adanya Narasi Cebong dan Kampret dipakai untuk dalam symbol keduanya antara pemerintah dan oposisi telah membuat suasana perpolitikan sekarang nyaris menjadi kacau. Akal logis tak dapat lagi berfungsi menjelaskannya, sehingga simpulan sementaranya omboradul dan mencekam.Mengingat pemerintah dan oposisi telah bersatu.

Realitas ini dipertegas dengan pelantikan kabinet dengan diangkatnya Menteri yang baru Sandiaga Uno menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif yang didahului Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan. Mana ada lagi oposisi kalau sudah menjadi satu. Tidak ada antah dan beras.

Pertanyaannya bukankah demokrasi sejatinya harus ada perbedaan ibarat antara mana antah dan mana beras alias yang inti dan kulit, yang baik dan buruk ? Kalau bercampur baik dan buruk berarti bukan demokrasi lagi. Tidak ada cek dan blanced, dan kita boleh mengucapkan selamat tinggal demokrasi.

Ada baiknya memang kita belajar dari sejarah untuk mengambil kriteria nilai dijadikan asas menuju masa depan,Kita ambil saja nilai persatuan dari nasional, Persatuan mudah kita ikat dalam symbol simbol kita bersatu. Tapi tetap saja kebenaran dan nilai harus ditegakkan.

Bung Tomo dalam peristiwa 10 Nopember 1945 meneriakkan takbir Allahu Akbar dalam melawan sekutu memobilisir arek Surabaya, Hasilnya kita mencapai sukses. Kita bersatu padu. Simbol lain adalah teriakan merdeka, Menjadi kata sakti perjuangan dalam hidup atau mati mencapai Indonesia merdeka.Luar biasa, Simbolik sakti suksesnya persatuan bangsa Indonesia.

Sejarah identik sebatang pohon sosial yang tumbuh dan berkembang. Salah satunya teriakan yel merdeka dan takbir nilainya berubah dari yang dulu, Mengalami reduksi yang harus dibaca dengan teliti. Nilai sakti yang berbeda. Mungkin berubah sebab variable yang menyertainya maupun asas dan tujuannya.

Thamry (Arab Hisrory,1970) mengatakan sejarah selalu rusak ditujuan ( destructive destination).Tujuan yang baik tidak selalu mencapai hasil terbaik. Dari ucapan itu dipahamkan pohon sosial itu tidak selalu berbuah sama dengan pokok bibitnya . Jeruk yang bibitnya manis dari asal pohon induknya, tapi berbuah asam. Berbeda sekali.Terjadi realitas perubahan.

Ini sejalan dengan temuan penelitian Salim Said sejarah itu fragmanted, memunculkan episode keadaan berbasis aktualitas masyarakat.Lain dulu lain sekarang. Fragmanted sejarah, tidak selalu lurus, melainkan potongan episode yang terpisah.

Makanya pemerintah dan oposisi bersatu harus dimaknai khusus mana pemerintah yang mana oposisi, Mana pengaruh lebih dominan, dan itulah yang menentukan. Apakah pemerintah mendominasi oposisi atau oposisi yang mempengaruhi pemerintah. Mengingat jika pemerintah kuat, akan berjalan sendiri, tanpa perlu mengajak oposisi. Sebaliknya oposisi kuat tidak relevannya untuk bergabung.

Fenomena ini, yang mesti dilihat kedepannya terobosan apa yang akan terjadi. Entahlah, Tiada siapa yang tahu,Harus kita tunggu. Yang jelas, semuanya telah bergabung, tiada lagi pembeda, tiada unsur control ceck dan balanced.Mana hitam dan putih, mana yang antah mana yang beras. Ironi bagi demokrasi.

Jakarta 26 Desember 2020

Penulis, Ketua Umum PKPM 


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)