Beranda » Pendidikan » Gagasan City of Intellect Bung Karno Berdampak Besar bagi Pembangunan

Kamis, 05 November 2020 - 10:59:41 WIB
Gagasan City of Intellect Bung Karno Berdampak Besar bagi Pembangunan
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 42 kali

Prof. Dr. Rokhmin Dahuri: Gagasan Bung Karno tentang City of Intellect Berdampak bagi Pembangunan saat ini dan Kedepan

Jakarta, Melayutoday.com,- Dari Seminar Nasional berjudul: " Dari Rawamangun untuk Indonesia" Menapaki Jejak Pemikiran Soekarno tentang City Of Intellect ( Kota Mahasiswa ) yang berlangsung, Rabu ( 4/11/2020) di kampus UNJ, Rawamangun Jakarta Timur, tampak dihadiri beberapa petinggi UNJ dan sedikit dari para mahasiswa yang jumlahnya tak kurang dari 50- an orang.

Hadir sebagai nara sumber Prof. Dr.  Rokhmin Dahuri, Guru Besar IPB dan mantan Menteri KKP era Presiden Megawati Soekarno Puteri, Prof. Hafiz Abbas, mantan Komnas HAM dan Dr. Ir. Hasto Kristyanto, mantan Sekjen PDIP.

Mengawali pembahasan Prof. Dr. Rokhmin Dohuri menyinggung soal ketahanan pangan. Kata Bung Karno, Urusan Pangan adalah Hidup Matinya Sebuah Bangsa

Rokhmin Mengutip Bung Karno berbicara tentang kedaulatan pangan dalam pidato peletakan batu pertama pembangunan gedung Fakultas Pertanian-Universitas Indonesia pada 27 April 1957. "Menurut beliau [Soekarno], urusan pangan adalah hidup matinya sebuah bangsa,” ungkap Rokhmin.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MSc mengatakan bangsa Indonesia harus bersyukur telah memiliki seorang bernama Soekarno atau Bung Karno yang tidak hanya besar di Indonesia tapi juga diakui di luar negeri ( dunia Internasional ) khususnya dari gagasan dan warisan intelektual

"Bung Karno juga tidak hanya memiliki gagasan besar tapi juga legacy atau warisan intelektual yang bisa diimpkementasikan untuk dijadikan akselerasi dalam berbangsa dan bernegara adil dan makmur," ungkap mantan Menteri Perikanan dan Perikanan era Presiden Megawati ini bersemangat.

Menurut Rokhmin, salah satu legasi besar dari Bung Karno ilmu perencanaan pembangunan.  Bung Karno telah meletakan dasar dasar perencanaan pembangunan yang pertama di tanah air, yang tercermin dalam Rencana Pembangunan Jangka Semesta Berencana. "Pada tahun 1957, Bung Karno telah menggagas yang namanya Pembangunanan Nasional Jangka Semesta Berencana. Kalau saya bedah, ada sejumlah sektor unggulan yang sepanjang masa dibutuhkan yakni pangan, energi, farmasi, kemaritiman, industri manufaktur, dan humaniora," ungkap Wakil Ketua Dewan Penasehat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) ini.

Selain itu, Presiden Soekarno juga membentuk Banppenas dengan Gedung Polanya itu yang juga menjadi sebuah warisan yang baik. Nah, yang paling luar biasa, Bung Karno berbicara tentang kedaulatan pangan dalam pidato peletakan batu pertama pembangunan gedung Fakultas Pertanian-Universitas Indinesia pada tahun 1957.

Di sisi lain, presiden pertama Indonesia ini juga telah membangun konsep yang hebat dalam membagi core competent di perguruan tinggi. Misalnya untuk UI difokuskan untuk kajian ekonomi dan kedokteran, IPB lebih ke pangan dan sumber hayati, ITB pada engineering, sedangkan UGM lebih ke geografi, ekonomi, dan humaniora. "Selanjutnta, Unair di kedokteran humaniora, ITS di perkapalan dan Unpati digadang-gandang untuk kemaritiman," jelasnya.

Rokhmin menekankan, dari berbagi referensi yang  dibuka dan yang dibaca dari warisan intelektual tersebut, Bung Karno berharap tiga hal agar bangsa Indonesia memiliki keunggulan sumber daya manusia (SDM),  kapasitas teknologi mumpuni dan terciptanya masyarakat meritrokasi. "Dari tiga hal ini, maka negara ini bisa maju, adil-makmur dan berdaulat,"  sebut Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia tersebut.

Rokhmin menambahkan, gagsasan besar dan warisan intelektual dari Soekarno ini masih relevan untuk saat ini, yakni perlu dibumikan atau diimplementasikan untuk menghadapi tantangan pembangunan. Sebab, faktanya pertumbuhan ekonomi kurang dari 7% per tahun, pengangguran dan kemiskinan: nelayan dan pembudidaya ikan salah satu kantong kemiskinan, kesenjangan sosek terburuk keempat di dunia.

Negara kita juga masih menghadapi masalah disparitas pembangunan antar wilayah, defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan, deindustrialisasi, kedaulatan pangan rendah, gizi buruk dan stunting growth, daya saing dan IPM rendah, kerusakan lingkungan dan SDA. Dan saat ini, Indonesia menghadapi ancaman krisis ekonomi global, perseteruan AS vs China, dan Pandemi Covid-19. 

Jika tak ada breakthrough, pertumbuhan ekonomi kurang dari 7% per tahun, maka akan terjadi middle income trap," tukas Rokhmin.

Yang menarik dari bahasan Prof. Rokhmin Dohuri ini  Bung Karno mampu meletakkan dasar dasar pembangunan degan mendirikan  Badan Perncanaan Nasional, yang mencakup Food, kemaritiman, manufaktur dan humaniora.

"Dengan membentuk Bappenas lalu sebagai
Leding sektor sudah dibicarakan oleh Bung Karno sejak Th 57 itu dengan mendirikan IPB, sebagai urusan food dan ketahanan pangan, lalu ada UI, ITB, dan Unair du sektor lain," jelasnya saat berbincang santai bersama melayutoday.com usai seminar.

'Saatnya nanti Indonesia akan nenempati ranking ke 16 tingkat kemajuan ekonomi dari 200-an negara.
Maka dengan semangat intlektual, warisan Bung Karno, apa yang diharapkan kita harus lebih cerdas, juga utk meningkatkan pertumbuhan ekonomi 7 % lebih pertahun ini sebenarnya lebih  penting dari UU Ciptakerja, karena jika pertumbuhan ekonomi sudah stabil maka akan menghadirkan investor. Namun demikian kita ha rus mengakui bahwa gagasan City of Intellect Bung Karno berdampak bagi pembangunan saat ini dan kedepan," pungkas putera asli Cirebon ini. ( HARUN ).


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)