Beranda » Melayu English » Spekulasi Politik Menerpa Malaysia

Rabu, 30 September 2020 - 00:56:38 WIB
Spekulasi Politik Menerpa Malaysia
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Melayu English - Dibaca: 67 kali

Spekulasi Politik Menerpa  Malaysia

Oleh Masud HMN*)

Spekulasi politik menerpa  Kerajaan Malaysia, dari informasi membelotnya  4 orang ahli perlemen  partai UMNO mendukung Datok Sri  Anwar Ibrahim menyusul banyak lagi yang bergabung dengan  koalisi  oposisi tersebut. Sekarang posisi  mayoritas   PM Mahyiddin Yassin ada  113 kursi melawan 109, sedangkan kursi oposisi total adalah  222 kursi..Akankah Datok Sri Anwar Ibrahim  melenggang sukses menjadi Perdana Menteri ( PM ) ?
 
Persoalan goncangnya pemerintahan  Malaysia  dibawah kepemimpinan Perdana Menteri Muhyiddin Yasin  yang baru berusia 7 bulan (February-September 2020) itu menjadi isu spekulasi politik Malaysia saat ini. Persoalan tersebut menimbulkan   spekulasi politik serius bagi  para pemerhati politik tanah  semenanjung tersebut, Mengingat recoveri ekonomi akibat crisis Covid 19 mulai  membaik. Malaysia kini memerlukan pemulihan  ekonomi dan nengatasi masaaalah  akibat Covid 19.

Apakah dampak kegoncangan itu menyebabkan PM Muhyiddin  akan jatuh di pertengahan jalan  sebelum masanya pilihan Raya (PRU) tahun 2022 atau tidak?

Semua  opsi kemungkinan itu dapat saja terjadi. Malaysia siap siaga menghadapi hal ini, karena yang  dapat mengetahui dengan pasti para politisi yang duduk di Parlemen.
 
Yang jelas,  asal muasal kegoncangan ini adalah  muncul  berita bahwa  ada empat orang   ahli perlemen dari unsur  partai UMNO keluar dari aliansi  Mufakat Nasional (MN) seraya menyatakan  mendukumg oposisi pimpinan   Datuk Tan Sri Anwar Ibrahim. Bersamaan dengan  itu pula, oposisi menegaskan bahwa kini Pakatan Harapan (PH) atau oposisi menjadi  mayoritas di perlemen, Sebab  ada  lagi yang   menyusul akan mendukung Datuk Tan Sri Anwar  Ibrahim dalam sidang perlemen yang dirancang  pada  2  November  2020  yang akan datang.
 
Tujuan utamanya adalah menganjurkan perlemen bersidang dan menetapkan Datuk Tan Sri Anwar Ibrahim dari PH membentuk pemerinthan baru, menggantikan PM Muhyiddin yang berkuasa sekarang. Datuk Tan Sri Anwar Ibrahim seperti dipublikasikan media  resmi Malaysia Morning Briefing edisi  25 September  2020 ia telah coba menghubungi Dipertuan Agung  untuk menghadap, yakni  untuk menyampaikan  laporan situasi itu, untuk mengambil langkah  kearah pergatian PM tersebut. Hanya permohonan belum  dapat dikabulkan  disebabkan Yang Dipertuan Agung dalam keadaan kurang sehat masih dirawat, dengan demikian harus menunggu.
 
Memang  demikianlah skenario kenegaraan Malaysia. Yang  keberadaan Dipertuan Agong sebagai symbol  Monarki kekuasaan tertinggi, Melalui restu  beliaulah proses politik dijalankan, selebihnya ada sidang perlemen, ada koalisi. Partai partai ada pilihan raya.

Anisah Shukry dalam artikelnya dibawah judul  King has several option. after Anwar Ibrahim' s power play .)  Yang  Dipertuan Agung  mempunyai  beberapa opsi  terhadap  power  yang diperoleh Datuk Tan Sri Anwar  Ibahim ( B lomberg Morning Brief, 24/8/20), Ia menulis  bahwa salah satu pilihan opsi  jika perlemen dibubarkan ada tempo 60 hari untuk melaksanakan  Pilihan Raya. Demikian Anisah Shukry expert analis politik   dari Putra Jaya Kuala Lumpur.

Penulis  tersebut percaya semua ini terletak kebijakan  kepada Yang  Dipertuan Agung.Tidak pasti akan serupa dengan kasus penggatian  PM  Mahathir Muhamad  kepada PM Muhyiddin Yassin. Meski  pemihakan perlemen mayoritas kepada Datok Tan Sri Anwar Ibrahim tercapai.

Jakarta 27 September 2020

*) Masud HMN adalah Doktor dan Dosen Pascasarjana Univeritas Muhammadiyah  Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta.

Email  masud.riau@gmail.com
 
Foto: CNBCindonesia
com 

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)