Beranda » Hukum » Sekjen HMI MPO: Hati Hati Pernyataan Menag Soal Radikalisme Terperangkap Gerakan Islamophobia

Rabu, 09 September 2020 - 15:23:31 WIB
Sekjen HMI MPO: Hati Hati Pernyataan Menag Soal Radikalisme Terperangkap Gerakan Islamophobia
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Hukum - Dibaca: 34 kali

Hati Hati Pernyataan Menteri Agama Terperangkap Islamophobia

Jakarta, Melayutoday.com,-Menarik disimak kesimpulan dari diskusi publik yang digelar oleh CESPELS
& NURANI 98 dengan tema "KEJAHATAN BESAR SEDANG TERJADI DI INDONESIA? Yang menghadirkan beberapa pembicara yaitu:  Ubedilah Badrun, Direktur Eksekutif Cespels, A. Wakil Kamal, Pengacara Konstitusi,  dan Affandi Ismail, Ketum PB HMI MPO
 
Menanggapi Komentar Menag, yang kerap menyudutkan umat Islam dengan pernyataan radikalisme,  PB HMI mengingatkan agar Hati-hati jangan kita terperangkap dalam gerakan Islamophobia

PB HMI menanggapi pernyataan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi terkait paham radikalisme yang ditujukan kepada orang orang dengan penampilan good looking.

Sekretaris Jenderal PB HMI (MPO) Zunnur Roin mengatakan, Pemerintah seharusnya jangan terus-menerus meniupkan narasi radikalisme di negeri ini. Menurutnya, pernyataan Menag tersebut sudah jelas mendiskreditkan Umat Islam.

"Kinerja Menag harus tegas mengawal kerukunan Umat beragama, Jangan justru selalu bersikap dan berkomentar yang mendiskreditkan Islam maupun agama lain," kata Zunnur Roin
 di Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Zunnur menuturkan bahwa Menag harus hati-hati jangan sampai terperangkap dalam gerakan Islamophobia.

Hal tersebut sudah menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia yang faktanya sebagai salah satu Negara Islam terbesar di dunia.

"Fakta islam terbesar  di indonesia memang menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah dalam konteks hubungan dengan  Negara-negara global.Maka penting bagi seluruh elemen bangsa termasuk Pemerintah sama sama menolak dan hati-hati terhadap gerakan Islamophobia, yang secara akademik bisa dipertanggungjawabkan sebagai agenda Ekonomi-Politik Global yang rakus dan menindas" Ujarnya

Ia menilai, Ukuran radikalisme yang diidentikkan dengan Islam tidak jelas dan tidak berdasar kepada data empiris sehingga dari sinilah keberhasilan gerakan Islamophobia.

"Framing radikalisme identik Islam itu telah berkembang dalam pembicaraan publik, dan ini pertanda sinyal Islamphobia sudah menyentuh banyak aspek bernegara kita," tutupnya. ( redaksi ).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)