Beranda » Hukum » Negara Harus Hadir Atasi PHK di Indosat

Kamis, 03 September 2020 - 12:04:49 WIB
Negara Harus Hadir Atasi PHK di Indosat
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Hukum - Dibaca: 93 kali

PHK Indosat Berjalan Terus, Tidak Sesuai PKB

Jakarta, melayutoday.com,-  
Jakarta, Presiden Serikat Pekerja (SP) Indosat Raden Roro Dwihandayani mengatakan kami percaya konfederasi KSPI komit dengan pekerja dan karyawan.
Permasalahan PT Indosat ada indikasi membuat masa depan SP bermasalah.
Untuk mendapatkan hak karyawan didalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Manajemen sebelumnya memberikan perlindungan benefit kepada pekerja. PKB terlalu bagus. Sekarang ini Kami dihianati merampas hak kami yang sering terjadi PHK ungkap Roro Handayani di Hotel Aston Jakarta Selatan Kamis, (3/9/20).

PHK bukan hal pertama. Beberapa kali PHK perusahaan mengikuti PKB. Sifat PHK sukarela dan benefitnya cukup.
Semakin kesini (semenjak Qatar pemilik saham 60 %). Ada dugaan rencana berbahaya dengan mengurangi karyawan Indonesia. Angka dulu yang keluar dan ada karyawan terbidik PHK. Kami sayangkan diantara karyawan baru ada orang asing. TKA yang bekerja benefitnya luar biasa dibanding karyawan Indonesia. Ada tinggal di Apartemen Kempinski Pondok Indah. Sementara Karyawan Indonesia disingkirkan.

Roro Handayani menjelaskan yang mengancam kami dari IPB (India, Pakistan dan Banglades). Mereka melakukan PHK 677 orang. Perusahaan tidak pernah negosiasi dengan SP. Saya meminta bantuan untuk menyampaikan secara benar. Ada indikasi pernah dilakukan juga di Nesley. Pengusaha dan pekerja untuk membuat Indonesia lebih baik. Pengusaha rakus bisa naik jet naik yang mewah sementara pekerja menderita. Jangan biarkan PKB Indosat dikangkangi. Negara harus hadir melindungi serikat pekerja.
CEO Indosat sudah orang asing. Tetap PHK terus pungkas Roro.

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)