Beranda » Pendidikan » Kebencian

Selasa, 25 Agustus 2020 - 10:17:26 WIB
Kebencian
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 40 kali

KEBENCIAN
 
Oleh Masud HMN*)
 
Munculnya logika simboiik berpikir bahwa  tidak ada hubungan  Antara berpikir dan kebencian mungkin  perlu  dikaji, Alasannya  sekarang ini muncul fenomena  kebencian yang menjadi jadi. Yang boleh dikatkan sedang merajalela, antar  kaum antar suku dan antar bangsa. Fenomena  berpikir yang juga  bawaan  manusia  ternyata  tidal selalu hadir perannya.
 
Kita maklumi bawaan  manusia  yang  selain kebencian adalah berpikir. Luas makna  atau  padanan kata  benci adalah khizid dengki. Apakah  mahluk manusia mahluk berpikir  telah   dihabisi golongan manusia  mahluk kebencian ?

Fakta adanya  kebencian dalam masysrakat  kian menjadi jadi alias  meningkat saja, yang menjadikan masyarakat sakit dan pecah berderai (broken). Hal ini muncul dalam ujaran Bahasa yang  vulgar, buruk dan  marah.Jika saja  terus berkelanjutan tanpa ada upaya  mengatasi hal itu maka masa depan peradaban  akan  berantakan.
 
Harapan  kita hal demikian tidak terjadi. Bangsa Indonesia Jangan sampai  jadi masyrakatan  berantakan Ambil misal seperti terjadi di Lebanom, Timur Tengah saat ini keberantakan .masyrakat karena pecah dan saling  membenci. Antar  faksi bertikai dan  marah.  Fakta ledakan  di Beirut, wujud kebencian  antar faksi pada 5 Agustus  2020, Meski belum ada  yang  mengaku bertanggung  jawab,
 
Ketika saya tanyakan kepada  seorang  kenalan saya Mr Fadhil seorang Dilpmat senior  dan  cendekiawan  Irak, dari Bagdad tentang  masyarakat  yang  saling  membenci, Dia setuju dengan  pendapat saya.
 
Dalam pandangan dia ini adalah sebuah  kenyataan real msyarakat It is  reality. katanya.Disana orang saling  benci  antar sesama.
Mesir, Negara penting kesohor di Timur  Tengah  tidak terhindar juga realitas  kebencian antar sesama. Berita ini kita kutip dari Al Ahram,  Seperti  di blow up harian Ahram Mesir  27 Juni 2019 menarik itu di pahami kembali. Mesir sedang lagi ditimpa meledaknya suasana  kebncian dan pertikain, Yang  diawali  Revolusi Januari  lima belas tahun lalu. Yaitu  tentang  ambil alih  kekuasaan  oleh Jenderal,  Muurer  Mesir menggantikan  PresIden Mursi. lewat kudeta 
 
Nampalnya kebencian itu  bernuansa  politik, kekuaaan. Kebncian  karena  kuasaan atau  kekuasan membawa  kebencian.Disinilah urgennya  pandangan Islam. masalah kebencian . Yang oleh Imam Ghazali disebutkan ada seratus hadis tentang kebencian Tafsir Ibnu Khatsir juga menguraikan hal tersebut melibatkan pendangan Agama sedang marak terjadi.
 
Di Indonesia  nuansa  kebencian terjadi juga. Misalnya soal pilkada  kota Solo Gibran mengembangkan kebencian dengan ujaran yang  tidak sehat dalam  idea  besar peradaban  bangsa. Satu pihak  melontarkan  Gibran sebagai bagian  membenci konsep dinasti karena putra Presiden Joko Widodo, sebaliknya  pihak  yang membenci  dinasti menentang konsep azasi manusia mendapat  kesempatan yang  adil.
 
Bagaimana  manusia dapat mengguna fungfsikan pikirannya dikala kebencian sedang tiba. Ini persoalannya..Artinya  karena manusia  berpikir ia dapat menyelesaikan problemnya termasuk mengatasi kebencian.
 
Menarik untuk mengutip Jyoty Tonhaam  dalam  opininya di New York Times edisi 11 /8/20 menyatakan tentang  sebuah malapetaka.
Ia  percaya  ada bawaan  yang  salah dari manusia, dari sebuah kumpulan  seperti  adanya  anasir  terkutuk dalam kumpulan dunia kerja  itulah yang dia sebut evil corporate. Dia menolak hal itu. Ia mengajukan  upaya  pendekatan kerja yang tepat untuk mencapai posisi kerja yang baik baik ( can  gig work  be good work ).
 
Dengan demikian membiarkan  kebencian, adalah  malapateka. Sama halnya  membiarkan akal pikiran tidak berfungsi identic dengan sumber  malapetaka. Artinya  tidak boleh dibiarkan. Meskipun pikiran  dan kebencian tidak ada hubungan,Tetapi bagi kepentingan manusia, untuk kerja yang  baik kedua  unsur itu yakni  pikiran  manusia dan kebencian  perlu dikelola secara  masing  masing dengan bertanggung jawab.
 
Jakarta 17 Agustus 2020
 
*)Masud HMN adalah Doktor  Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta.

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)