Beranda » Opini » Isu Islam Radikal dan Islam Nusantara

Senin, 24 Agustus 2020 - 20:32:44 WIB
Isu Islam Radikal dan Islam Nusantara
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 118 kali

Oleh: Masud HMN*)

Menimbang Isu radikal dan konsep Islam Nusantara yang mengemuka dalam kaitan Indonesia yang berkemajuan semakin membuat diskursus tidak produktif saja Isu radikal dengan abtraksinya  Islam keras dan Islam  Nusantara dengan dominasi budaya local sama tidak  transformative pada ruang Indonesia  maju.Ya sekali lagi tidak transformative tidak ada gunanya.

Bahkan menimbulkan kekeliruan dan kesalaha-pahaman belaka. Serta mengacaukan Pada gilirannya merusak tujuan Islam sendiri. Sangat disayangkan.

Padahal umat Islam itu memerlukan pemahaman yang utuh dan kontinu dengan  linked  ke konsep fundamatalnya. Harapannya agar  mampu mengatasi persoalan dan tantangan dengan tawaran solusi yang tepat .Dalam kata lain satu pemahaman Islam yang hikmah dan rahmatan lilalamiin.

Pertanyannya adakah radikalisme dan Islam Nusantara  mengandung nilai hikmah dan rahamtan lilalamin?

Jawaban ya kita awali asal Radikal adalah. Dari asal kata radic berarti akar.,hakiki, mendasar. Atau dipadankan dengan fundamental Jadi Radikal sesuatu  yang  mendasar. Lalu Islam Nusantara Islam dengan pemahaman kultural local, setempat. Islam Jawa  Kalimantan  Ambon dsbnya.

Maka Jawabnya apakah ada hikmahnya mungkin tidak, kata hikmah dalam , Islam  adalah berssifat universal. Pada radikal dengan kekerasan di identikkan dengan teroris dan Islam Nusantara identic kandungan dominasi nilai local. Jadi tidak memenuhi paham Islam  yang sesungguhnya

Termasuk dengan rahmatan lilalamin yang orsinilnya bagian konsep utuh tauhid yang digeser pengertiannya oleh  Islam Nusantara. Jadinya Islam Nusantara  bukan konsep hikmah dan di luar rahamatan lilalamiin itu

Meminjam istilah yang dikemukakanThamsary bahwa terjadi kekacauan sejarah dalam,  The desruct  of destiny ( merusak tujuan) Ia mengatakanTerjadinya kekelirtuan, dan kesimpangan siuran pemahaman tentang Jslam

Memang Thamsary mengkaitakan perjalanan sejarah bangsa Arab pada era penjajahan bangsa Barat abad 19 yang membawa wacana Islam yang tidak murni dan bercampur dengan nilai lain. Bukan Islam di Indonesia.

TapI bagaimanapun prinsip kebenaran Islam itu universal  dimana dan kapanpun, Sebab pada dasarnya  Islam yang utuh dan rahmatan lilal amiin itua dalah sama Islam yang Hikmah, dengan memiliki indicator sebagaiberikut

Pertama yang mengandung nilai yang  baik (mauizatulhasanah)

Kedua, nilai dialog yang bermutu (billatihiyaahsan)

Ketiga, memegang prinsip  yang benar ( wajadilhumbillatihiyaahsan)

Ketiga unsure adalah jalan keluar atau solusi yang  Bahasa sekarang ini adalah transformative, kecerdasan tinggi

Diatas semua itu, saya berpendapat inilah posisi tokoh, atau ninik mamak seharusnya dalam masyarakat. Kecerdikan tinggi yang  menyelesaikan kekeliruan yang  merusak tujuan.

Kemudian saya mendukung pendapat Thamsary dalam bukunya The  Destruct of destiny( menghancurkan tujuan ). Yaitu ada gejala yang  keliru. Hal itu merusak.Nauuzuubillahminzalik

Jakarta 2 Agustus 2020

*) Masud HMN adalah Doktor Pengajar di Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof  Dr  Hamka (UHAMKA) Jakarta

 


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)