Beranda » Opini » Kontemplasi: Berbentenglah di Hati Rakyat

Selasa, 11 Agustus 2020 - 11:19:14 WIB
Kontemplasi: Berbentenglah di Hati Rakyat
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 66 kali

Berbentenglah Di Hati Rakyat

Oleh Dr Masud HMN*)

 

Jika rakyat adalah fundamental demokrasi, seyogyanya Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) adalah manifestasi dari rakyat bagi rakyat dan untuk rakyat. Karena itu Pilkada yang akan dilaksanakan pada beberapa daerah. tentu mengandung persoalan yang beragam pula. Kita tunggu dan lihat Ya, kecuali penting ternyata berdimensi banyak.

Dimensi Seperti Dimensi berbenteng di hati rakyat merebut hati pemilih, dimensi peluru emas atau uang, Hanya sayang di iringi dimensi pertikian dan kebencian. Semoga suasana pertikaian itu tak berulang. Sekadar info pada tahun 2015 saya mudik ke kampung halaman. Yang biasa saya lakukan melepas rindu meninggalakan kesibukan kerja di Jakarta. Ya itulah kebiasaan saya anak kampong. Rindu dusun dimana dilahirkan. Kehadiran saya kebetulan musim Pilkada untuk Bupati karena habis masa jabatan dilakaukan pemilihan umum daerah mengganti Kepala Daerah. Itupun lazim. Termasuk kampanye tiap kandidat yang berlaga memperebutkan suara pemilihuntuk jadi Bupati Kepala Daerah. 

Bertaut kondisi itu saya menghadapi dua hal, Yaitu (1) rindu dan (2) Risau. Rindu menikmati alam, suasana masyrakat yang dengan adat istiadat yang usally, dan risau kenyataan laga Pilkada yang menawarkan jauh berbeda. Orsinilitas kampong saya dulu. Rindu dan risau berpadu jadi satu berwujud tiada menentu.. Saya tidak bisa menolaknya. Ini harus. Sementara ini kekuatan tidak memadai dalam memberi solusinya.

Suasana unpredictable dan uncertainty. Tak dapat diperkirakan dan tidak ada kepastian. No answering yet.Tidak ada yang bisa menjawab persoalan. Memang itulah realitas namun uncertanty, unpredictable..Yang harus kita tanggapi secara bertanggung jawab dengan semanat. Meminjam ungkapan optimistis jangan berhenti tangan berkayuh.

Saya mencoba mengingat lagi Kajian sosiologi , Memang ada teori individu dan kelompok mengangkat prasa vote, suara dan elect ,pemilih. Yang coba kita maknai pendukung satu calon. Figur yang banyak suara pendukungnya menjadi pemenang. Yang lain dari itu ada pula persaingan.

Maksudnya, persaingan atua compition, Pilkada tidak bisa tidak mesti dengan persaingan terbuka. Perlombaan, adu lihai, adu kecerdasan, Ini menjadi indicator pesta demokrasi yang sengit ramai dan termasuk demokrasi yang partisipatif. Suasana laga, lago atau tarung , tanding terasa menyertai pulang kampong kali ini Sekali lagi suasana perang tanding dimunculkan strategi Berbentemg dihati rakyat dan siapkan peluru emas, Strategi dengan fungsi Sotware dan hardware Perangkat lunak dan perangkat keras. Orang Melayu ternyata mulai berubah bawaannya dengan menfadopsi demokrasi, belajar dari negeri orang putih. Padahal aslinya hanya ada musyawarah dan mufakat.Cara yang itu tidak ter pakai lagi. Tiada kompanye tanpa spanduk dan baaliho. Lain dulu lain sekarang. Sekarang memasang foto,memajang gambar yang ukuran besar. Itulah berebut pendukung berbenteng hati rakyat Pidato janji, Mendekat merapat, Bermulut manis disertai kucindan murah

Poloknya sesuatu yang menyenangkan. Saya mencoba mengandaikan ungkapan berbentenglah di hati rakyat dan siapkan peluru emas sebagai ungkapan paradox. Berbenteng di hati rakyat adalah perbuatan baik, makruf. Sementara peluru emas mataforanya adalah uang sogok , money politik . Hal ini menjadi unggulan dalam Pilkada yang sekarang.Intinya unggul dengan kebaikan atau unggul dengan sogokan.

Memang Pilkada ada dengan pharase paradox. Berbenteng di hati rakyat satu esensi pro rakyat dan peluru emas alias uang beresensi janji. Itu realitas praktek politik di lapangan. Namun Rakyatlah yang memilih akan menentukan dua tawaran yang paradox atau bertentangan. Benteng rakyat atau peluru emas? Jakarta, 11 Agustus 2020 *) Mas ud HMN adalah Doktor Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadaiyah Prof Dr Hamka ( UHAMKA) Jakarta


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)