Beranda » Nasiional » Kemelut Laut Cina Selatan: Vietnam Dan Konflik Di Laut Cina Selatan

Rabu, 22 Juli 2020 - 17:27:24 WIB
Kemelut Laut Cina Selatan: Vietnam Dan Konflik Di Laut Cina Selatan
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Nasiional - Dibaca: 85 kali

Oleh: Dr. Masud HMN,                                                                                                          (Anggota Lembaga Hubungan Luar Negeri  PP.Muhammadiyah)

KEMELUT di kawasan laut Cina Selatan (SCS) semakin serius  saja. Karena tidak hanya  meningkat dalam  arti  hubungan antar bangsa, namun juga merusak sendi keberadaan  budaya setempat.Yang dirasakan dampaknya oleh negara sekitar kawasan. Vietnam dapat beperan besar pada konflik di laut Cina Selatan ini.   

Tentu saja  merupakan  masalah yang tidak ringan mengingat terkaitnya soal kemelut tersebut pada  factor respek, kepercayaan diri,  intgritas serta kedaulatan Melalui adanya  sebaran power ekonomi, investasi utang piutang dengan China yang menimbulkan  penentangan  karena tergerusnya masalah kedaulatan

Vietnam sebuah negara kawasan berdampingan dengan laut Cina Selatan kini ikut terlibat merespon  hal tersebut. Yaitu mencegah policy China di laut Cina Selatan (SCS.) Ini telah direspon dengan cara protes diplomatic dan menghimbau masyarakat internasional melanjutkan upaya pada level aksi di lapangan Sebagai bentuk kerjasama peran luar negeri tiap Negara

Vietnam  dengan sungguh sungguh menunjukkan sikapnya  kepada China dengan berbagai cara, Vietnam sudah  melakukan aksi dari sikapnya dimaksud Sejauh ini China masih bungkam atau berdiam diri menghadapi pertentangan  dan perbedaan tersebut

Hal ini hampir serupa dengan apa yang dilakukan Beijing tahun 2014. Pada waktu itu China  melakukan pembangunan reklamasi di laut daerah bagian selatan. Tempat itu dijadikan pelabuhan bongkar muat. Belakangan  laut yang direklamasi tersebut dijadikan sarana  militer untuk helicopter dan lainnya (Melayu Pos,30/4/18).

China membangun wilayah tersebut May dan Juli 2014 yang merupakan tindak lanjut pembangunan pelabuhan laut dalam wilayah  ( Haijang  Sinyou) Kepulauan paealel dengan security dibawah pelbagai negara Sekarang diambil alih oleh dominasi Beijing sejak 2016 dengan monitoring pengawasan yang  mana pernah berhadadapan Angkatan Laut Philipina  ketika Arbiral Trubunal yang  amat popular dalam kasus  melawan  China.

Sebenarnya bagi pihak Vietnam, kasus itu adalah dalam rangka perlawanan terhadap rencana kerja dari proposal Beijing melakukan klaim pulau yakni nine ninedash  theory dalam rangka program security yang popular belt security inisiative (BRI),  Policy ini bagian darI  kebijakan  umum  China

Vietnam mengklaim soal kasus kepulauan Paralel dan Spratly adalah ragam profile kasus di kawasan Laut Cina Selatan, menjadi tolok ukur  masalah yang significant. Pada intinya solusi harus mempertimbangkan  unsur nasionalisme. Integrity dan kedaulatan wilayah

Lewat pandangan itu Vietnam memperlihatkan telah menolak policy China Seperti adanya OBOR (One  Belt One Road) policy lintas  dagang dan Belt Road ininisiative (BRI) sebagai kebijakan umum Cina . Dengan kata lain Hanoi protes melawan China yang mengenyampingkan unsur nasionalisme, integriy dan kedaulatan tersebut diatas ,Kawasan laut Cina Selatan harus  exis  berkelanjutan dalam kondisi berkedaulatan dan  bermartabat

Juga minta agar China  mematuhi agreement  Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sesuai dengan perjanjian 2O14 berkaitan kedudukan Cjna Vietnam dan masyrakat internasional dalam kasus  Paralel dan pulau sekitar. .Vietnam menyerukan  masyrakat ASEAN lewat Menteri Luar Negeri mssing masing  negara untuk memberi perhatian terhadap illegal action pihak China yang sering dilakukan  dikawasan laut Cina selatan

Dalam hal ini termasuk perilaku bisnis China dengan  buying attitude dan Criminal Navy di laut, banyak dialami  Vietnam Dalam bulan Desember 2014 saat kasus terjadi perlawanan  Phiifina  terhadap China ketika itu di Asia  ditimpa illegal right dari China; Hal itu berbasis  klaim Beijing pada legal fhising  yang mereka miliki  Masalahnya China tetap pada pendirian  yang mengacu pada hak sejarah nereka  nenpunyai hak legal turun temurun berdasarkan sejarah .Meski begitu mereka tidak mempertimbangkan klaim  Negara lain

Ada tekanan terhadap Vietnam untuk menerima  klaim Beijing Arbitral Tribune  terkait kasus Cina Philipina dimaksud. Padahal Arbitral Tribune adalah rancangan yang akan dibahas legalisasinya yang waktunya akan ditentukan kemudian.  Singkat kata disitu terjadi keliru faham

Semenjak  kasus  Itu Vietnam mencoba memerkiat sika[nya dengan melakukan  konsentrasi pada kemampuan serta  meberdayakan pertahanan

Dengan  cara lain Vietnam melakukan  kosolidasi dan memperbaiki hubungan dengan Negara  luar. Ditambahkan dengan selalu mrnjaga relasi yang ada secara baik dan menghadapi opensif SCS

Vietnam dengan Jepang telah melakukan kesepaktan bersama  dalam joint May 2018.Ini menjadi penting Vietnam  menghadapi China. Termasuk perimbangan status kawasan  yang terus berubah

Kini Vietnam menjadi pelaku  Negara kawasan yang siap datangnya kondisi yang tidak kondusif ternasuk konflik China Jepang.Tetapi dilain pihak Vietnam menyiapkan pendekatan diplomatic Pada intinya pendekatan yang luwes

Caranya dengan meminta  masyrakat internasional dan ASEAN untuk menekan China terhadap kemelut dikawasan laut Cina Selatan. Masyrkat internasional agar  melakukan  plan actiom bersama yang bertujun menegakkan inegrutas dan  kedaulatan  Negara  yang  terlibat kemelut kawasan

Diatas semua itu adanya jemelut kawasan  yang insitasnya meningkat serius, maka perlu ada  perhatian  yang  cukup dalam pencegahan agar tidak berkembang luas.Artinya  kerjasama  intenasional diperlukan Bafaunabapin  juga wilyah ini mengandung persoalan konfkuk alten dan terpendam, Ibarat api dalam sekam

Kemelut China  dengan Jepang, China dengan Vetnam, China dengan Philifina . Problema itu masih belum terselesaikan secar tubtas. Atau  dapat dikatakan masih terpendam, yang pada waktu tertentu  bisa meledak.

Dengan  sikap Vietnam tersedia untuk melakukan  aproach  atau pendekatan baru terhadap kemelut kawasan laut Cina Selatan,merupakan isu penting. Isu itu perlu ditanggapi seius.. Semoga saja momentum ini dapat menjadi momentum positif terhadap solusi  kemelut kawasan.

 


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)