Beranda » Pendidikan » Pembelajaran Sejarah Yang Berantakan

Rabu, 22 Juli 2020 - 17:15:49 WIB
Pembelajaran Sejarah Yang Berantakan
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 31 kali

Oleh DR Mas ud HMN

( Dosen Pasca Sarjana Univ. Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka )

Ada   ketidak beresan  bangsa  Indonesia kini ketika  memahami sejarah antara tujuan  dan kenyataan pembelajaran sejarah berantakan, tidak nyambung. Kita cuma menangkap abu dan tidak menangkap apinya sejarah. Adanya kegagalan pembelajaran sejarah yang telah menimbulkan sejarah itu tiada fungsi belajar sejarah dianggap sudah tak berguna lagi sebab  telah mati suri, useless Keadaan demikian amat merisaukan. Bagi sejarawan ini penting untuk dianalisis, Terutama apa saja  factor menjadi sebabnya.

Sepertinya kegagalan  pembelajaran sejarah merupakan satu kesalahan besar mengingat hal itu berimlipiksi banyak,Bayangkan saja bila kita  tidak tahu sejarah, kita akan terbentur mencari solve problem,kita kesulitan  bagaimana memperkokoh kebangsaan,bermasalah dalam toleransi dan seterusnya. Alangkah kecilnya suatu bangsa yang  tiada sejarahnya.lagi pula tanpa sejarah  kita punya kendala membangun hari depan.

Lantas, pertanyaannya betulkah sejarah itu sudah mati ? Kenapa ? Kemudian bagaimana menutup kegagalan pembelajaran sejarah tersebut.

Essay ini mencoba memberi analisis  berdasar pada  konsep sejarah, wawasan ilmu ( rational thingking of history), penalaran (reasoning of history),iktibar, perbandingan (comparative of history) dan ibrah, nilai moral (value of history)

Jawaban sederhana  dari soal pertama tentang sejarah, sudah mati dalam tinjauan umum  ada benarnya.Salah satu indikasi banyak anak anak kita  tak tahu tokoh bangsanya.Artinya anak  kita tidak mengerti sejarah.Diantaranya banyak yang tidak tahu menjawab  ditanya  siapa Mohamad  yamin.Agus Salim. Kihadjar Dewantara

Semetara itu,mereka lebih kenal Ronaldo, atau mengenal Messi , Mereka  memang pemain yang cemerlang pemain bola popular. Mereka yang ikut menjadi pemain di piala dunia  di Moscow  beberapa waktu lalu.Bagi bangsa kita Ronaldo dan Messi tak penting. Ketimbang Mohammad Yamin dan Kihadjar Dewantara

Terhadap pertanyaan  kedua, bagaimana  sejarah diajarkan yang benar, bisa dijawab dengan memberlakukan satu usaha baru.Hal itu didasarkan pada hal  berikut

Pertama, sejarah sebagai ilmu (rational).Para ahli meletakkan sejarah dalam lingkup ilmu social.Alasannya  karena keberadaannya dalam hubungan antara  individu, masyarakat dan masyrakat dan individu.

Bahkan secara khusus Aguste  A.Comte menjelaskan dalam bukunya History of Biology menguraikan tentang manusia  sebagai mahluk berpikir.Comte membentangkan tahap tahap berpikir manusia dari mitos hingga  berpikir ilmu.Intinya sejarah harus diurai secara keilmuan. Kedekatan konsep terletak pada  sosiologi dan antropologi

Kedua sejarah  sebagai proses penalaran (reasoning).Mengapa sejarah dikategorikan kedalam apek reasoning,karena sejarah itu adalah peristiwa fakta dan logika. Bahkan dalam pepatah Arab disebutkan la kalamwa daal. Tiada kalam ( kalimat) tanpa dalil.

Diambil faham, sejarah itu adalah peristiwa dengan fakta yang harus difahami dengan  penalaran (reasoning).Pembelajaran sejarah dengan mengaikan unsur  penalaran akan sulit dilakukan. Karena peristiwa  masa lalu adalah apa adanya  sudah begitu (given)

Ketiga  sejarah sebagai Iktibar, perbandingan ( comparatif).Pembelajaran sejarah  dengan comparative dilakukan dengan memahami keberagaman  secara  diffrencial proses intelektual dengan  komprehensif ( menyeluruh)

Proses ini mengklasifikasi mana yang  sama dan mana yang  beda.Klasifikasi untuk menarik faham, terhadap peristiwa,maupun fakta.

Apa dan mana yang harus  diambil.Adalah berdasar  faktor  yang membedakan itu.Mengambil iktibar, contoh, pilihan pada yang  telah terjadi.

Keempat  sejarah sebagai nilai moral.Faktor moral merupakan ada nilai atau tidak yang diperoleh dengan mempelajari sejarah.Pembelajaran  ini lebih sebagai factor kunci dalam memahami sejarah.Nilai moral, mengambil yang baik dari satu pristiwa dan dijadikan teladan  bencmarking Mari kita coba tarik simpulan, empat  konsep pembelajaran sejarah inilah harus kita tuntaskan. Maksudnya agar  sejarah menarik, berguna alias tidak mati

Oleh karena itu perlu reaktualisasi dengan empat pilar pembelajaran sejarah seperti paparan diatas.

Berpijak pada (1) ilmu,(2)penalaran,(3) iktibar dan  (4) nilai moral secara berkelindan berkesatuan.

Inti maksud ini bahwa pembelajaran sejarah ada manfaatnya. Dengan kata lain jangan sampai terjadi kita mempelajari tapi tak mengerti untuk apa.Termasuk  adakah yang bisa diselesaikan oleh sejarah pada problem yang dihadapi  Pembelajaran sejarah haruslah berguna dalam menghadapi tantangan dan memberi jalan keluar

Catatan akhir dengan paparan singkat ini agaknya perlu memberi titik tekan bahwa sejarah dapat menyelesaikan persoalan bangsa.Namun  harus didahului dengan pemantapan konsep sejarah itu dalam pembelajaran,

Dengan menghidupkan peristiwa sejarah masa  lalu tentang kebenaran, tentang moral.Kita harus  menarik butir peristiwa masa lalu dengan mengambil yang terbaik, membuang yang buruk.Inilah yang dituntut dari semangat ucapan jangan melupakan sejarah.Semoga.

Jakarta 12 Juli 2020


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)