Beranda » Nasiional » Over Estimate dan Frustasi Cina

Rabu, 22 Juli 2020 - 17:12:41 WIB
Over Estimate dan Frustasi Cina
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Nasiional - Dibaca: 22 kali

Oleh: Dr. Masud M. Nur

(Dosen di Univ. Muhammadiyah, Prof. Dr. Hamka)

Adanya usulan artikel dengan topik ini memang tidak hanya  terbatas  untuk region tertentu saja  yakni Laut Cina Selatan (LCS) tetapi juga terkait factor dalam bagaimana gelagat Cina memainkan  rencana dengan negara tetangga terdekat .Seperti  sekarang ini dengan  India  dalam pelbagai  agenda pendirian dan operasional  perusahaan. Eksebisi tersebut,   pada tingkatan yang tinggi dilaksanakan di perbatasan di diprlihatkan oleh Cina. Semua itu terjadi Cina  salah perkiraan,yaitu  over estimate  membawa  frustasi 

Pada tahun 1993 India  mengadakan  kesepakatan perbatasan  yang damai  dan  lalu lintas  dalam bentuk  pelibatan  team kerja  ahli meliputi  bidang  diplomatic serta  bidang  militer, Kelompok kerja  tersebut  disebut  Line of Actual Control (LCA). Mengingat  tidak  memadai tanpa  pasar, Cina  mengadakan  cara sendiri membuat peta mengklaim lebih luas  dari kerja sama LAC

India memiiliki wajah  Cina  dengan perilaku  berekspansi hingga  meliputi luas  3.486  kilometer  wilayah  perbatasan India dan Cina menurut  ketentuan LAC  Ini  merupakan  industry ekspansi Cina serta  kawalan kekuatan militer berhadapan dengan  Negara tetangga. Ini menjad  akar  masaalah dimana  Beijing  mementingkan wilayahnya tanpa peduli .Karena itu  Cina  kehilangan unsur integritas di  wilayah  ini

Seperti terjadi dimasa  lalu Cina mengajukan  cara  atau taktik terhadap  India dengan menyamakan  sektor  Laddakh.  Beijing memiliki  aktivitas  spanjang  Indo Cina  perbatasan dibawah perjanjian LAC Tahun  2016 dan 2018  militer Cina melakukan pelintasan  wilayah India  sebanyak  1 025 kali  dan  pada  tahun 2019  ada  pelintasan perbatasan sebanyak 663 kali.Kian hari kian berjalan terus tanpa henti namun India berusaha  mencari solusi  dalam bentuk dialog damai  serta  pertemuan  level tinggi  militer.  antara India dan Cina. Tujuannya  dalam rangka menghentikan ketegangan  berkelanjutannya provokasi  geografis dimaksud.

Cina kenyataannya   mempunyai  uji coba tersembunyi  penyesuaian  landasan menjarah  lahan  secara georafis, Pada  5 May 2020  terjadi insiden  di Landdakh Timur.,Bagaimanapun juga  di pegunungam Galwan  bagian  perbatasan Cina terjadi  peningkatan sasaran provokasi  pihak Cina  terhadap pembangunan  sarana  jembatan penyeberangan wilayah India  sungai Shyok

Pembangunan  jembatan  masih berlansung  hingga  Maret 2020 dan  beberapa tempat  lain dibawah payung  kesepakatan  LAC yang  tujuannya  membuat perubahan agar  situasi yang terjadi tidak berlanjut dengan tuntutan baru. Dalam pembangunan  PLA berusaha  dengan  memulai mobilisasi dari pasokan  yang ada termasuk didalamnya  pasukan udara  dari PLA Air Furce  (PLAAF) Lalu kemudian PLA menutup daerah   Aksai Chin  area

Cina memprioritaskan kerja sering  terjadi kekeliruan oleh kepala project .Mereka  punya  station komando yang  significant  dalam  operasi kawasan. Juga terdapat  tempat training. Cina juga disertai  alat  yang  bisa di disampaikan lewat pengawasan  angkatan   pengawalan  yang memonitor pengamatan  dari udara  berdasarkan keperluan

Membuat  sarana sementara  berlokasi  Valley  Galwan Di bagian wilayah India bertentangan  dengan LAC Ini memberkan ketidak   kepastian  Cina berada  pada  sisi  yang  aman dan nyaman dalam  kaitan ini Ada struktur  mamadai dalam persepsi LAC. Yaitu satu  garis batas diperuntukkan membatasi pergerakan pertikaian  dengan peringatam dini

Pada 15 Juni 2020 lalu tatkala pasukan militer India  meninjau lansung untuk pengisian  janji yang dibuat Cina secara tatap nuka di kawasan Cina terjadi  tindak kekerasan jumlah besar  oleh pasukan Cina   Insiden  itu membawakprban.  India  kehi;amgam 20 serdadunya termasuk komandan pasukan India. Disans  biasanya  ada sering  papasan pasukan, tetapi  pada waktu itu pasukan Cina lebih banyak 

Dari sumber yang dapat dipercaya ada 40  hingga 50 pasukan Cina  meninggal dalm perkelahian tangan kosmg  dan menjadi bukti prepared  atau siaganya  pasukan  India Mereka  pergi untuk membicarakn sesuaitu dengan serdadu Cina namun mereka dipukuli  dengan besi rantai, tongkat  dan  sebagainya. Hal itu diakui Cina

Mulai 16 Juni, telah diadakan  pembahasan saling pengertian  dengan cara diplomatic kedua pihak menahan diri Diiringi juga pertemuan ditingkat bawah antar komando pasukan.India  telah  menyampaikan  protes  keras diplomatic  kepada Cina  atas  insiden tersebut. Cina  mencoba  merubah fakta dengan unsur  kekuatan. India mnegaskan bahwa perilasku Itu tidaklah pantas, dan seharusnya respek pada LAC agreement dan tidak seharusnya  berdasarkan kehendak sepihak Cina berhadapan dengan India dan berseberangan dengan LAC atas  insiden  Galwan dan menabrak garis  lintasungai diwilayah terotorial nya .India siap mepettahankan haknya.

Cina hanya ada pada  pendapat sendiri seraya  mengklaim   Perbukitan Galwan  adalah  mwiayah Cina,Cina selaly berpegang  pada  Historical Fhising  Region  dan  Nine dash line dua  agreement tidak diakui internasional , Itu  mamfaat  untuk posisi keeprntingan Cina belaka tetapi tidak  diterima oleh Negara lain. Juga  media

Bagaimanapun fakta lapangan  amat berbeda dengasn klaim Cina membelokkan dan memanipulasi  fakta tersebut. Ini menjadikan perlawanan banyak pihak. Cina  memamerkan  superior  kawasan. Ini menjadi propaganda ysng yang ditolak. Ini jelas sekali  adalah bentuk  pameran frustrasi

Pada perang  1952 pasukan India  kekurangan amnuisi dan persenjataan pakaian dan setersusnya  New Delhi berperang  berbeda dengan  serdadu Cina .Pada tahun 1967 penyerbu yang  sengit  da;am pertempuran Doklam Cina  melakukan kesalahan sendiri terpaksa  memilih  mundur

. Pada  pertempuran Golwan  Cina  melakukan  pukulan terhadap pasukan India diperbatasan . Serdadu India  pada hari sudah  kuat berbeda dengan dulu.India hari  ini memberi pesan pada  serdadu Cina untuk berpikir  matang. Tak mengulang  kesalahan

Jakarta 11 Juli 2020


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)