Beranda » Budaya » Melayu Yang Berjaya dan yang Terpinggirkan

Selasa, 07 Juli 2020 - 21:06:07 WIB
Melayu Yang Berjaya dan yang Terpinggirkan
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Budaya - Dibaca: 83 kali

Oleh DR Masud HMN*)

Melayu yang terpinggirkan dalam persfektif tulisan ini maksudnya bangsa Melayu keberadaanya identic posisi tidak baik dalam era sekarang, baik secara kehakikian ontologis maupun dalam kondisi intelektualnya serta nilai moralnya. Apa hal menimpa pada Melayu? Apa takrif Melayu itu menggapai  masa depan

Pertanyaan tentang apa yang  menimpa Melayu Secara sederhana bias dijawab yaitu nasib tak beruntung alias  Melayu terpinggirkan. Mulai sisi agama,ekonomi, ilmu, budaya dan hubungan internasional atau global. Lalu apa takrif Melayu, adalah nilai budaya, agama yang dianut orang dikawasan yang meliputi Asia Tenggara. ASEAN sekarang

Bangsa inilah yang tidak beruntung Hal ini mengingat bangsa Melayu mulai tidak maju ekonominya hilamg nilai agamanya , yang ditunjukkan oleh sekulernya masyrakat wilayah ini karena mereka,tidak peduli pada  spiritual  keimanan dalam perilaku social mereka.

Dapat diduga Jika saja tokoh  Hang Tuah masih hidup dipastikan ia akan berduka berat. Karena jauh jauh hari ia sudah betestimony atau meninggalkan wasiat Tak Melayu Hilang di bumi, Ini menjadi tantangan besar untuk memastikan bangsa Melayu ada Melayunya , karena Melayu identik dengan agamanya Dengan kata lain wujud kemelayuan mereka dengan Spiritual  keimanan Sejatinya adalah kepatuhan kepada perintah Allah Subhanahuwataala pencipta langit dan bumi alam semesta .  Yang dicerminkan dalam tindak tanduk dibumi.

Kemudian Nilai keimanan ini pula menjadi nilai transedental tak lapuk oleh hujan tak lekang oleh panas. Maka dalam rangka Nilai transdental ini diharapkan berfungsi timbangan moral untuk beprrilaku sebagai krriteria menghindari percampranaduan yang baik dan buruk Keriteria baik buruk identik prasa ibrah atau teladan untuk mengambil meneladani nilai baik dan menjauhi nilai buruk.

Memang kejayaan Melayu dimasa lalu terkait nilai intelektual, nilai budaya,etos ekonomi juga wisdom globalnya,Pada  masa itulah Melayuhebat, Berjaya memimpin zaman

Dalam hubungan ini ada ucapan  relevant dari A. Ghafar Usman anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Riau periode  1999 sd 2019  yaitu Melayu harus bangkit dengan menata dirinya, menjadi pekerja keras

Dalam pandangan mantan Kakanwil Departemen Agama RI itu kerja keras itu adalah kunci perubahan.Tanpa itu sulit mencapai keadaan yang lebih baik. Demikian A Ghafar Usman yang disamapaikan pada Refleksi Pusat Kajian Peradaban Melayu akhir tahun 2018  di Taman Ismail Marzuki Jakarta Pusat.

Saya setuju dengan pendapat   A Ghafar Usman diatas. Tiada yang mustahil bagi para pejuang keras. Masa depan ditentukan oleh kerja dan doa.

Diatas semua itu .setidaknya dari diskursus diatas kita dapat membuat simpulanya itu,Memang benar Bangsa Melayu dilupakan tak dipedulikan dan ada dalam nasib tidak beruntung, miskin ekonomi, tak berdaya dalam politik dan tergerus nilai agamanya.

Dalam hal ini Indonesia  sebagai bangsa Melayu dalam jumlah populasi terbesar, seyogyanya bangkit berjuang memperbaiki keadaan,Jangan dilupakan bangsa Melayu tidak hilang di bumi adalah identic denganmelestarikan nilai  agama. Dan eksistensi bangsa Melayu Harus menjadi wajib ditegakkan.

Dari point diatas pada komteks filsafat nampaknya  ontologya tau hakiki Melayu identic bangsa yang sedang dihempas gelombang zaman. Nyaris dilupakan. Adakah mungkin Melayu muncul dengan mengulang  masa  hebat  masa  lalu. Jawabnya takada yang tahu. Wallahuaklambissawab

Jakarta 1 July 2020

*) DR Masud  HMN adalahDosenPascasarjanaUniversitasMuhammadiyah Prof  Dr Hamka  (UHAMKA) Jakarta


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)