Beranda » Nasiional » Tekad Saudi Arabia Sukses Lawan Covid 19

Selasa, 23 Juni 2020 - 13:31:22 WIB
Tekad Saudi Arabia Sukses Lawan Covid 19
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Nasiional - Dibaca: 52 kali

Oleh  Mas ud HMN

Ungkapan pepatah Arab Man faala maasyaa’ laqiiyamaa lam yasyaa dengan terjemahan bebasnya adalah Siapa melakukan apa yang maunya sendiri saja maka ia akan sulit dapat memperoleh  yang dikehendakinya adalah identik sebagai bentuk motivasi atau kepiawaian Saudi Arabia terkini mengahadapi Covid 19 Yaitu apa yang dilakukan bukan sebatas yang diinginkan kepentingan Riyadh saja melainkan lebih luas yakni keperluan bejarsama. Tujuannya tentu berdasar motivasi bersih niscaya mudah tercapai karena ia bukan untuk kepentingan sendiri.

Kepiawaian ini disadari oleh Kerajaan Saudi Arabia menjadi tekad Saudi Arabia melawan Covid 19 Ini momentum terbaik dalam melawan wabah  yang tidak mengenal factor status, ekonomi social tetapi mendesak dan urgent. Sebagai Negara kaya minyak, posisi saudia Arabia adalah sangat bepengaruh kuat. Namun tidak semata bekerja untuk kepentingan nasional Saudi Arabia saja, tetapi negara lain di wilayahTimur Tengah. Apalagi dengan posisi Riyadh yang memerankan selaku Khadimul Kharamaian dua kota suci Mekah dan Madinah, melayani pelaksanaan ibadah haji,

Amatlah jelas musibah Virus Covid 19 sebuah beban virtual bagi Riyadh untuk memikul tanggungjawab Muslim dunia yang  secara tetap dilaksanakan sekali setahun. Belum lagi ibadah umrah sepanjang tahun diluar musim haji. Kini harus melakukan perlawanan terhadap banyak hal karena wabah yang  sangat berbaya itu. Riyadh juga telah merogoh kantongnya untuk mengeluarkan dana sebesar 135 billion Riyal Saudi Arabia Ditambah lagi special dana untuk rehabilitasi recovery  masjidil Haram Makkah dengan nilai US 1 triliyun dollar.

Hal ini seperti diungkapakan Harian Saudia Gazerh, sebuah surat kabar terbit di  Saudi Arabia mengungkap soal Covid 19 dengan judul  The fight against Covid 19 a Saudi  persfektif. Dalam edisinya18 April 2020. Topik itu dating dari penulis kalom harian itu bernama Faris M  El Shurahim. Penulis adalah cendekiawan Saudi  yang belajar di Amerika kini menetap di Saudi. Opini yang ia sampaikan dalam artikel sepanjang seribu kata itu sebagai ungkapan menarik dan penting termasuk dari virtual keagamaannya.

Menurut dia, persoalan Covid 19 bagi Saudi  menimbulkan krisis baru, yang tidak diperkirakan sebelumnya, Implikasi itu lanjut dia berpengaruh negative terhadap Visi Saudi 2030 yang dirancang sebelumnya. Ia mencoba membayangkan dunia yang terserang Covid 19 dalam jutaan orang pada 90 negara.Termasuk Saudi Arabia juga.

Dalam persfektif Riyadh ada dua pendekatan yang  dapat diambil Yaitu pertama, pendekatan penaganan Covid 19 strategy dengan unsure utamanya yang ada kaitannya status peringkat hidup, unsure ekonomi dan persaudaraan bangsa. Perlawaanan covid 19 berada status, berdasarkan kemampuan ekonomi dan berdasarkan tradisisosial komunitas. Hal itu ada ketidaksamaan bentuk perlawanan pada  virus Covid 19.

Pendekatan  kedua adalah aplikasi melawan wabah virus corona dengan lndikatornya adalah modal individu, sosial, politik dan ekonomi. Langkah langkah utamanya adalah praktek atau pengejawantahan apa yang dilaksanakan di lapangan. Singkat  kata ada perbedaan dalam mengukur indikatornya Kaitan kedua nya merupakan keselarasan Antara pendekatan  dan pelaksanaan.                                                                                                                       

Pendekatan bernuansa strategis sistim yang identic dengan perangkat lunak. Sementara unsure kedua adalah aplikasi atau program, Persfektif ini selaras antara sistim dan praktek.

Dalam kaitan ini ada penjelasan Abdul Rahman Al Youbi Rektor King Abdul Azis University yang menyakan bahwa universitas yang dipimpinnya menghimpun doctor ahli medis bekerja dibawah sistim koputerter padu yang paling  mutaakhir dalam mengcover informasi dari gejala Covid 19 Terutama untuk pelaksanaan ibadah di dua  masjid Masjidil Haram di Makkah dan  Masjid Nabawi di Madinah,  Lagi pula kita bersyukur Kerajaan  Saudi Arabia mulai 20 Juni ini telah membuka masjidil Haram bagi para Jemaah Memang, sejak beberapa bulan lalu masih dalam renovasi. Tempat ibadah di dua  masjid  ini, terkawal oleh sistim, Siap dalam mengawal Jemaah yang dating dan menindak lanjuti semua gejala covid 19. Demikian Rektor Univesitas King Abdul Azis, Riyadh Saudi Arabia (Saudia Gazeth ,Daly,16/4/20).

Keadaan ini menjadi harapan umat Islam bahwa suksesnya Kerajaan Saudi Arabia mengatasi krisis Covid 19 penting bagi ummat islam sedunia. Karena ada kaitan dengan Haji dan umrah yang  merupakan ibadah umat Islam. Termasuk umat Islam Indonesia didalamnya. Insha Allah.

Jakarta 22 Juni  2020

*) Masud HMN  Doktor Dosen Pasca sarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta

 

 

 

 


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)