Beranda » Melayu English » Multilateral Diplomasi Kerajaan Arab Saudi

Selasa, 23 Juni 2020 - 12:24:44 WIB
Multilateral Diplomasi Kerajaan Arab Saudi
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Melayu English - Dibaca: 25 kali

Oleh DR Masud HMN*)

Jika sari pati konsep multi latertal diplomasi dalam arti kerjasama untuk mewujudkan kestabilan keamanan dengan menghilangkan  dispute  atau pertikaian berkepanjangan pada kawasan Timur Tengah tentu saja hal itu penting dilakukan, Mengapa demikian ? Karena tanpa stabilitas peran maksimal Negara  sulit diwujudkan.

 

Inilah hendak dibuktikan Kerajaan Arab Saudi kini, Yaitu sebagai Negara dalam posisi amat penting di Timur Tengah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kestabilan keamanan. Seperti gangguan terhhadap kawasan seperti dispute atau pertikaian yang terjadi di wilayahTimur Tengah, Mulai dari konflik Lebanon antar faksi, soal Yaman dengan konflik dalam negerinya, poros Iran Turki dan Liga Arab. Juga konflik Arab Israel. Semua pertikaian berbahaya dan membebani Arab Saudi, Syukurlah dibawah kepimimpinan piawai dan bijaksana King Salman mampu menghadapi dispute tersebut dengan penuh kesabaran dan kepiawaiannya.

 

Kepiawaian tersebut dimunculkan baru baru ini dalam pertemuan G 20 petengahan May 2020 yaitu menggalang  consensus  Negara  G 20 tersebut Yaitu satu bentuk multi national diplomasi  yang dilakukan Saudi Arabia bagi kepentingan nasional, kawasan danTimur Tengah dan patut diapresiasi tinggi.

Tidak syak lagi tujuannya untuk melawan unsur dispute berkepanjangan, Mengapa demikian upaya diplomasi dengan kepentingan sendiri dan dilakukan sendiri sering tanpa hasil yang  diharapakan, Bahkan mengalami kegagalan, Ibarat ungkapan  bijak, duduk sendirian sempit dan duduk beramai menjadi lapang, Dari bilateral  menjadi multirateral

Ini adalah setting baru King Salman belakangan ini yang diangkat Riyadh menjadi  multi  politik dipiomasi yang basisnya terkait dengan identitas politik Arab Saudi itu sendiri, Policy tersebut punya konektivitas dengan liga Arab, poros Iran Turki, prinsip kejasama G 20 dan sebagainya. Pokok soalnya bagaimana menjelaskan kepentingan Arab Saudi sendiri dengan semua factor  diatas. Setidaknya, dalam melawan dispute Timur Tengah  yang bekepanjangan

Yakni mengetahui Arab Saudi Negara penting di satu pihak perlu menegakkan Posisi strategisnya sementara pada pihak lain terbebani dengan politik regional dan global. Semua itu jelas tidak mudah bagi Riyadh  mengejawantahkan peran internasionalnya. Namun, bagaimanapun harus dihadapi Saudi Arabia kini.

Seperti diungkapkan oleh cendekiawan Muslim Timur Tengah Abdullah Monem, Ia seorang pemikir moderat Timur  Tengah yang sering menurunkan opininya di harian Al Ahram Mesir dengan pemikiran moderat yang simpatik. Salah satu opini yang diturunkan Al ahram, 15 May lalu berjudul:”Multi Nasional Diplomasi”.

Dalam uraian sepanjang seribu kata ia menulis  sinerginya unsur regional dan global menghadapi dispute Timur Tengah yang tidak berujung. Pendekatan yang harus dilakukan adalah memprioritaskan multi nasional diplomasi dengan menggeser bilateral yang tidak suskses selama ini. Kata dia, adalah membawa konsesus gerakan Negara G 2O.

Dalam pandangan Abdel Monem Said, posisi  Arab Saudi lebih produktif  kalau menggeser pola diplomasi politik bilateral menjadi diplomasi politik multilateral, Hal itu mengingat menjelmakan kekuatan lebih besar  yaitu basis kerjasama G 20s.Lagi pula dapat mengeliminir anasir negative selama ini seperti soal pertikaian Arab Saudi terhadap poros Iran Turki, serta pertikaian denganYaman.

Tentu saja bukan mengabaikan soal bilateral yang ada, tetapi hanya sebagai tahapan prioritas belaka. Persoalan bilateral dan  regional terus diupayakan menempuh jalan sendiri untuk menemukan factor kunci. Sehingga hubungan bilateral dan politik multilateral diplomasi dalam satu tarikan nafas . Demikian Abdel Monem Said ( Alahram online 20/5/20).

Dari persfektif kita Indonesia menurut hemat penulis bahwa multilateral diplpmasi yang dilakukan Arab Saudi tersebut sangat positif. Hal itu mengingat unsure multilateral adalah fungsional memadukan kekuatan dan pada gilirannya menjadi kekuatan nyata.Terutama menghadapi pertikaian yang berkepanjangan di kawasanTimur Tengah.

Penulis berpandangan bahwa Indonesia sebagai kekuatan Negara berkembang ingin melihat Arab Saudi sebagai negara kaya beperan maksimal. Terutama berkontribusi dalam krisis ekonomi dunia pasca virus Covid  19. Harapan itu menjadi penting karena berimplikasi luas. Tidak hanya bernilai tinggi untuk Saudi Arabia, tetapi juga bagi banyak Negara. Semoga demikianlah.

Jakarta 17 Juni 2020

*) Penulis adalah Dosen Pasca sarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka ( UHAMKA) Jakarta.

Foto: Router

 


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)