Beranda » Warta Daerah » H. Alias, Wello, S.I.P, Bupati Lingga, Kepulauan Riau: Mendukung Kegiatan untuk Kebangkitan Budaya M

Senin, 24 Februari 2020 - 16:03:10 WIB
H. Alias, Wello, S.I.P, Bupati Lingga, Kepulauan Riau: Mendukung Kegiatan untuk Kebangkitan Budaya M
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Warta Daerah - Dibaca: 179 kali

Bupati Lingga Kepulauan Riau, H. Alias Wello, S.I.P.: Mendukung Kegiatan untuk Kebangkitan Budaya Melayu

Jakarta, Melayutoday.com,- Sebagai putera asli kelahiran Dabo, Singkep, Lingga, Kepulauan Riau, dia tetap terpanggil untuk terus memajukan kebudayaan melayu. Tokoh yang menjadi panutan lewat nilai nilai sastra religiusnya sekaligus menjadi inspirasi baginya adalah Raja Ali Haji.

" Lewat karya sastra Gurindam Dua Belas semua masyarakat Indonesia bahkan di Luar negeri mengenal sosok Raja Ali Haji, sehingga saya mendukung jika ada kegiatan yang terus membangkitkan budaya melayu, termasuk yang terkait karya sastra Raja Ali Haji," ungkap Bupati Lingga yang akan periode 2016-2021.

Menurutnya,  Raja Ali Haji sosok Pujangga Pemersatu NKRI yang syair syairnya penuh dengan nasihat dan pesan religius. Namanya telah diberi penghargaan sebagai Pahlawan Nasional.

" Jika kita mau menengok sejarah  Kerajaan Lingga adalah sebuah kerajaan Islam di Indonesia sekitar tahun 1828 M hingga 1911 M. Wilayahnya meliputi Provinsi Kepulauan Riau sekarang, tetapi tidak termasuk Provinsi Riau yang didominasi oleh Kerajaan Siak yang sebelumnya telah memisahkan diri dari Kerajaan Johor-Riau.

Menurut dia,  perkembangan bahasa melayu yang kaya dengan sastra karena jasa  Raja Ali Haji, seorang pujangga, ulama dan sejarawan keturunan Melayu-Bugis. 

" Kalau kita mau bicara kebangkitan budaya melayu sebenarnya harus dipahami dulu bahwa melayu identik dengan Islam dan wilayahnya melampau lintas batas negara," jelas Bupati.

Menurutnya, Riau Lingga merupakan wilayah dari Kerajaan Johor-Riau atau juga dikenal Kerajaan Johor-Pahang-Riau-Lingga sampai ke Semenanjung Malaya, Malaysia dan Singapore.

Terkait dengan sebutan rumpun melayu, menurut Alius, sejatinya yang disebut melayu itu bukanlah faktor geografis atau etnik. Tapi lebih kepada nilai nilai melayu.

" Panggilan bagi orang melayu sesungguhnya karena kesamaan nilai nilai, bukan dikarenakan sekadar masalah geografis dan etnis, tapi melayu melampau lintas batas negara," jelasnya.

Sehingga, tambah Alius, Daik Lingga semakin berkembang pesat menjadi pusat perdagangan dan pemerintahan dengan banyaknya pendatang-pendatang dari Sulawesi, Kalimantan, Siak, Pahang, Bangka, Belitung, Cina, Padang dan sebagainya, mereka bersatu dalam rumpun melayu. ( hrn ).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)