Beranda » Nasional » Menyambut. HPN 2020: Tantangan Profesionalisme Pers di Era Revolusi Industri 4.0

Kamis, 06 Februari 2020 - 10:12:35 WIB
Menyambut. HPN 2020: Tantangan Profesionalisme Pers di Era Revolusi Industri 4.0
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Nasional - Dibaca: 87 kali

Menyambut HPN 2020 di Banjarmasin 9 Pebruari:
Tantangan Profesionalisme Pers dan Kesejahteraan Wartawan, Quo Vadis?

Jakarta,,- Melayutoday.com,- Ketua Umum Forum Pengembangam Pewarta Profesional Indonesia (FP3I) Muhammad Harun menilai posirif tumbuh suburnya pers di tanah air. Sejalan dengan era revolusi industri 4.0 saat ini. Namun disisi lain menimbulkan keprihatinan karena jika dunia pers tidak didukung  kompetensi, integritas dan profesionalisme. Maka dunia jurnalisme dan pers di negeri kita tak lagi menjadi referensi apalagi tuntunan ( edukasi ) bagi publik.

Untuk menghadirkan pers edukatif yang mencerahkan, kata M. Harun, tentu banyak faktor dan variabel yang mempengaruhi serta menjadi syarat utama.

Menurut M. Harun, Pers profesional jelas memenuhi beberapa syarat selain kualitas wartawan yang memenuhi kompetensi juga Institusi pers yg memenuhi legalitas serta manajemen yang baik.

“Adakah keterkaitan atau relevansi antara profesionalisme pers dengan kesejahteraan para wartawannya dan ada berapa jumlah pers yang memenuhi syarat tersebut? tanya Harun dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Sementara itu kata dia, di lain pihak kebebasan pers dan kebebasan mendirikan usaha pers di Indonesia dilindungi oleh undang-undang. Sehingga pasca reformasi bertumbuhan pers kita, dan.di era digital sekarang ini media online bermunculan, alternatifkah ini?

Namun ikhtiar menjadikan Pers profesional yang sekaligus mensejahterakan para wartawannya juga menjadi amanah undang-undang ketenagakerjaan. Ini menyangkut institusi pers yang menaungi para jurnalis bekerja.

“Lantas, jika di lapangan banyak wartawan tanpa digaji dari medianya lalu di mana letak benang merahnya?” ujar Harun penuh tanya lagi.

Menurut dia, hal inilah yang harus segera di carikan solusinya sehingga keduanya bisa berjalan sesuai dengan koridornya masing-masing.

Menurutnya, profesi Pers identik dengan kerja intelektual, itu sudah past, yang menuntut stamina dan asupan energi yang ekstra sehingga yang hal ini jelas terkait dengan masalah kesejahteraan.

Ditambahkan lagi oleh M. Harun, bahwa untuk mempercepat proses pembinaan terhadap insan pers agar lebih berkualitas dan kompeten sebagai pers professional memang membutuhkan perjuangan berat. Karena selain persoalan bertambah besarnya jumlah peminat di dunia jurnalistik, namun tidak memadai secara kompetensi serta belum profesional dalam mengelola media.

“Langkah yang perlu didukung oleh kita semua adalah verifikasi dan sertifikasi yang sesuai dengan imbauan Dewan Pers baik  untuk wartawannnya maupun institusi/perusahaan penerbit persnya sehingga seleksi alam akan terjadi, mana pers yang bisa dibina dan dikembangkan dan mana pula pers yang harus ditinggalkan,”tambah Harun.

Hanya yang perlu dijadikan perhatian kita kedepan, tambah Harun, adalah bagaimana sistem Uji Kompetensi Wartawan ( UKW) lebih dipermudah dengan biaya yang terjangkau. Sehingga proses pembinaan bagi peminat jurnalistik yang ingin naik kelas bisa terpenuhi. Kita masih membutuhkan banyak tenaga jurnalistik profesional di era digital saat ini. 

Terkait kesejahteraan wartawan, Harun berpendapat, sulit menilai persoalan kesejahteraan wartawan Indonesia, karena standarisasi gaji bagi wartawan professional saja hingga saat ini konon masih belum jelas bila dibandingkan gaji wartawan di kawasan Asean, berapa kisarannya? apa sesuai UMR atau profesi lainnya?

“Lebih sulit lagi saya menjawabnya bila pekerja pers di Indonesia dikaitkan dengan masalah kesejahteraan, tentu sangat relatif menurut standarisasi UMR. Dan lebih tambah sulit lagi saya menjawab bila ada sebagian pekerja pers tanpa ada gaji dari perusahaannya,“keluh Harun.  Selamat HPN 2020.

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)