Beranda » Budaya » Pemajuan Kebudayaan Nasional Dan Penguatan Karakter Bangsa

Senin, 13 Januari 2020 - 21:04:22 WIB
Pemajuan Kebudayaan Nasional Dan Penguatan Karakter Bangsa
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Budaya - Dibaca: 60 kali

Jakarta, Melayutoday.com,- Sebagai pembicara kedua pada diskusi public refleksi akhir tahun 2019 yang digelar Pusat kajian Peradaban Melayu (PKPM), senin (30/12/2019) di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Direktur Kesenian, Ditjen Kebudayaan Kemendikbud RI,  Dr. Restu Gunawan, M.Hum menguraikan di dalam makalahnya beberapa hal terkait pendidikan kebudayaan antaranya adalah peran Indonesia dalam  memajukan kebudayaan serta perannya di dunia Asean seperti ASEAN COMMUNITY IMPLEMENTASI PILAR KERJASAMA ASEAN BIDANG SOSIAL BUDAYA.

Menurutnya, Deklarasi pada Konferensi Tingkat Tinggi ke-19 ASEAN tahun 2011 di Bali: Declaration on ASEAN Unity in Cultural Diversity: Toward Strengthening ASEAN Community, sebagai landasan 6 Prioritas kerjasama kebudayaan negara-negara ASEAN, antara lain: Mempromosikan Pola Pikir ASEAN; Pelindungan, Promosi, dan Pemanfaatan Keanekaragaman Budaya ASEAN; Peningkatan Kreatifitas Budaya dan Industri Menuju Masyarakat yang Saling Peduli dan Berbagi; Kebudayaan sebagai sarana menuju masyarakat ASEAN yang saling peduli dan berbagi; Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sistem Jejaring dalam konteks budaya; dan Kerjasama dengan Badan-Badan Sektoral ASEAN lainnya.

“Kebudayaan dalam pembangunan “Culture as a driver and an enabler of sustainable development.” (UNESCO Thematic Think Piece, 2012), Driver: Kegiatan ekonomi berbasis proses dan produk kebudayaan semakin besar kontribusinya dalam perekonomian dunia. Enabler: Pembangunan yang memperhatikan konteks kebudayaan masyarakat lebih terjamin keberlanjutannya,”ungkapnya.

Terkait pengakuan dunia terhadap warisan budaya Indonesia, Restu Gunawan menjelaskan yaitu : Wayang - 7 November 2003, Karya Agung Budaya Dunia, World Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity. Keris - 25 November 2005, Karya Agung Budaya Dunia, World Masterpiece of Oral and  Intangible Heritage of Humanity. Batik - 2 Oktober 2009, Warisan Budaya Dunia, World Cultural Heritage, of Humanity. Angklung - 16 November 2010, Warisan Budaya Dunia, Intangible Cultural Heritage Of  Humanity. Tari Saman, 24 Nopember 2011, Warisan Budaya Dunia, Intangible Cultural Heritage In Need of Urgent safeguarding. Noken, Papua, 04 Desember 2012. 9 Genre Tari Bali, 02 Desember 2015. Perahu Phinisi, Desember 2019. Pencak Silat, 12 Desember 2019.

“Sebentar lagi Pantun sebagai bagian dari budaya khas rumpun melayu akan diakui  sebagai warisan budaya dunia,”ungkap Restu Gunawan sembari membacakan pantun.

Ditambahkan Restu Gunawan bahwa Dalam Pemajuan Kebudayaan, Pemerintah Pusat Dan Daerah, bertugas Menghidupkan Dan Menjaga Ekosistem Kebudayaan Yang Berkelanjutan sesuai UU No.5/2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan, Pasal 43 huruf k dan Pasal 44 huruf j.

 " 10 aspek pemajuan kebudayaan yaitu: Tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat dan olahraga tradisional,"pungkas Restu. ( Rwdaksi ).

Keterangan

Foto: Ketua PKPM, Dr. Masud M Nur sedang memberi Piagam Penghargaan kepada Dr. Restu Gunawan, Direktur Kesenian Ditjen Kebudayaan Kemendikbud RI 


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)