Beranda » Budaya » Sejarah Rumpun Melayu Tak Bisa Lepas Dari Perkembangan Islam di Asia Tenggara

Minggu, 12 Januari 2020 - 19:39:55 WIB
Sejarah Rumpun Melayu Tak Bisa Lepas Dari Perkembangan Islam di Asia Tenggara
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Budaya - Dibaca: 182 kali

Jakarta, Melayutoday.com,- Sejarah Rumpun Melayu tak dapat dipisahkan dari kehadiran agama Islam di wilayah Asias Tenggara.  Hal ini diungkapkan Dr. Hj.Nelly Nailatie Maarif MBA, wakil ketua Pusat kajian peradaban Melayu (PKPM) saat memberi kata sambutan acara diskusi public refleksi akhir tahun dan anugerah melayu award 2019, senin (30/12/2019) di perpustakaan nasional, Jakarta.

Nelly sebagai akademisi, mengutip dari seorang Arkeolog asal Indonesia, Uka Tjandra bahwa proses masuknya Islam ke Asia Tenggara dikarenanakan  lima (5) hal yaitu: Pertama saluran perdagangan. Kesibukan lalu lintas perdagangtan pada abad ke 6 sampai abad 17  membuat pedagang muslim  Arab, Persia dan India  turut ambil bagian dalam perdagangan  dari negeri negeri dibagian Barat, Tenggara dan Timur Benua Asia.

Kedua, menurut Nelly, Islam masuk ke Asia Tenggara melalui saluran perkawinan. Dari sudut ekonomi, para pedagang pedagang ini memiliki satus  social yang lebih baik dari penduduk pribumi. Karena itu puteri-puteri pribumi terutama puteri-puteri bangsawan tertarik  untuk menjadi istri para pedagang pedagang ini.

Ketiga, Saluran pendidikan.  Islamisasi juga dilakukan melalui pendidikan, baik melalui pesantren maupun sekolah umum. Pendidikan ke Islaman ini diberikan oleh para Kyai dan para  ulama. Sehingga begitu mereka pulang kekampung mereka masing2, mereka meneruskan  dakwah ini kemasyarakat daerah mereka.

Ke empat,  Saluran kesenian.  Islamisasi melalui Kesenian yang paling terkenal adalah pertunjukan wayang.  Menrut catatan sejarah, tokoh  penyebar Islam yang  mengambil peran melalui saluran ini adalah Sunan Kalijaga.

Kelima;  di Maluku dan Sulawesi Selatan, kebanyakan rakyatnya memeluk Islam setelah rajanya menjadi pemeluk Islam terlebih dahulu.  Kemenangan kerajaan2  Islam  Islam secara politis  banyak menarik penduduk non Islam untuk masuk Islam.

Menurutnya, Negara2 di Kawasan Asia Tenggara mulai mengenal Islm  juga disekitar periode  yang sama. Kita ambil beberapa contoh, Myanmar,  Islam  masuk ke negri ini sekitar tahun 1055.  Rohingya adalah daerah pertama yang menjadi daerah Islam.

“Thailand, daerah selatan Thailand, Pattani adalah daerah Islam.  Disini masih ada perdebatan, sebagian mengatakan Islam mulai masuk pada abad ke-7 sedangkan sebagian lagi mengatakan pada abad ke-13. Laos, Islam adalah kelompok  minoritas. Masuk ke daerah ini  melalui pedagang Cina dari Yunani. Pedagang Cina ini dikenal dengan nama Chin Haw,”jelas Nelly dalam sambutan pembukaan acara dihadapan 200 peserta dan undangan.

Terkait dengan keberadaan PKPM, tambah Nelly, PKPM sudah mulai aktif melakukan berbagai kegiatan semenjak awal tahun 2000-an. Namun baru secara resmi dikukuhkan pada tgl 6 Mai 2009 melalui akte notaris  Kasi Jaya  SH.

“PKPM mendefinisikan Rumpun Melayu sebagai masyarakat yang berasal dan berada di Asia Tenggara, yang umumnya berkulit kuning langsat dan bermata hitam. Mayoritas beragama Islam tapi ada juga yang non-Muslim,”kata dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta ini.

Ditambahkan oleh Nelly, bahwa Visi PKPM adalah ikut meningkatkan peran Rumpun Melayu didunia internasioanal, terutama dibidang social dan budaya.  Karena itu Misi PKPM adalah  menggiatkan  berbagai aktifitas dan bekerja sama dengan berbagai pihak dari dalam maupun luar negeri, terutama dibidang social budaya dan peradaban. PKPM telah mengadakan berbagai seminar dan diskusi. Penghujung tahun umumnya kami tutup dengan diskusi yang lebih berbentuk Refleksi diri pada tahun yang akan ditinggalkan.

“Sedangkan Melayu Award 2019 adalah yang pertama kali kami adakan. Tujuan utama untuk  memberikan apresiasi atas prestasi pihak-pihak, baik secara kelompok maupun secara individual, dalam ranah social budaya yang berkaitan dengan Rumpun Melayu. Semoga Melayu Award 2019 ini akan menjadi tonggak sejarah dari perjalanan Rumpun Melayu serta kontribusinya bagi kebudayaan nusantara  dan di mata international,”pungkasnya. TAK MELAYU HILANG DIBUMI, BAHASA MENUNJUKKAN BANGSA. (redaksi).


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)