Beranda » Nasiional » Kuala Lumpur Summit 2019

Senin, 23 Desember 2019 - 21:45:35 WIB
Kuala Lumpur Summit 2019
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Nasiional - Dibaca: 84 kali

Oleh Dr Mas ud HMN

Menjelang  akhir tahun 2019 dilansungkan pertemuan penting yang dinamakan Kuala Summit  Summit Negara Islam. Ada 56 negara  turut berpartisipasi  pada Kuala Lumpur Summit 2019  tersebut  yang merupakan Negara  berpengaruh kuat didunia Islam.

Yang Dipertuan Agung   Raja Malaysia berkenan membuka  acara secara resmi, Selaian itu Sumit 2019 dadakan seminar  selama  acara berlansung.

 Ada 6 Kepala  negara  yang  hadir yaitu Perdana Menteri Malaysia, Presiden Turki. Presiden Iran, Emir Qatrar,  Presiden Pakistan. Sementara Indonesia  karena kesibukan dalam negeri, hanya  mengutus Wakil Presiden Makruf Amin.

Pertemuan itu sendiri berlangsung  di Kuala Lumpur 19 sampai  tanggal 21 Desember dengan tema besar berkaitan dengan ekonomi,  pendidikan, kebudayaan dan keamanan. Malaysia dengan kepemimpinan Perdana Menteri Mahathir Muhammad memperkasakan negeri Melayu itu bintang di langit  zaman. Menjadi Negara yang  berkontribusi penting untuk kepentingan dunia Islam yang mandek komunikasi  masa belakangan ini sebab Negara Islam tersendera oleh konflik  dan  tantangan global. Inisiatif menyelenggarakan pertemuan negara Islam seuatu  peran yang significant.

Pada akhir pertemuan dikeluarkan pernyataan resmi berisikan beberapa point Seperti disampaikan Mahathir Muhammad sebagai ketua konperensi seperti berikut:

Diharapkan sebuah collective responsibility terhadap 7 pilar kesepakatan. Yakni Good Government Culture and identity Perdamaian, keadilan, Kebebasan  Investasi serta technology dengan kemerdekan  yang  mutual  understanding.

Sebagai tindak lanjut esency diatas maka disampaikan kesepakatan yang diawali dengan  dua focus utama sebagai berikut:

1, Mempertegas  sikap bersama tentang  pentingnya upaya  kreatif ekonomi dengan benefit ekonomi demi kepentingan  umat yang banyak.

2, Menggaris bawahi point diatas hasil pertemuan menyatakan akan meneruskan kerjasama Negara luar  Negara  G 8 serta  kerjasama  konperensi Negara Islam (OKI). Hal tersbut digalang dengan join dialog dimasa depan

Bedasar butir diatas  maka  Konperesni menyatakan sebagai berikut:

1, Konperensi menyatakan  penghargaan  atas inisitif  pelaksanaan Koperensi  mengingat sulitnya situasi dalam rangka ekomomi pembangunan pada negara  Islam

2,Mendukung upaya advokasi  masalah keadilan (justice) kebebasan dan perdamaian dan persatuan

3,Konperensi juga mendukung  Kebebasan beragama sabagai  bagian membangun hubungan kemanusiaan

4, Konperensi dalam masalah modernisasi  menyatakan bahwa, ummat dan modernisasi harus di rujuk penuh kepada al Quran. Mengingat ada gejala yang akan memisahkan antara Quran dan modernisasi berpotensi sebagai penyakit masa depan umat manusia.  Perubahan yang terjadi kini dikawasan  Negara Islam.

5,Dalam pembangunan ekonomi konperensi berpendapat untuk menjaga dan berjanji mengambangkan industry

6, Dalam soal radikalisme didunia Islam diperlukan pemahaman dan persatuan  semua terkait dalam reformasi . Yaitu universitas,  lembaga sumber daya masyarakat dan pihak yang terkait lainnya

7, Konperensi menyatakan bertekad  bulat Kesatuan untuk kebangkitan peradaban Islam  masa kini dan masa depan

Demikian butir  yang  disiarkan oleh penyelanggara konperensi. Yang kami ambil dari sumber  Kedutaan Besar Malaysia Jakarta. Releas ini tidak menyeluruh karena berbagai ketebatasan teknis, namun ini  point yang esensial dalam dokumen  konperensi Bekaitan  dengan itu semua kami mencatat peran PM Mahathir Muhammad penting. Selain dunia  dalam suasana  yang relative  tidak  favourable seperti konflik Negara Timur Tengah, soal global dan posisi opensif Cina yang menyebabkan Negara sibuk, Tapi siapa kira PM Mahathir Muhammad berani dan mampu mengundang hadir duduk bersama di Kua a Lumpur.

Tokoh senior Malaysia sukses, menghapus kebekuan, mencairkan kemandekan dalam komunikasi antara Negara Islam, Inilah solusi kebekuan. Mahathir Muhammad menjadi bintangnya  langit zaman. Yang gelap oleh opensif  global, hilangnya  cahaya  Agama  dari langit.

Jakarta 23 Desember 2019


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)