Beranda » Opini » Kasus Pemukulan. Suporter Indonesia di Malaysia Sudah Selesai

Senin, 16 Desember 2019 - 07:28:01 WIB
Kasus Pemukulan. Suporter Indonesia di Malaysia Sudah Selesai
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 172 kali

Kasus Pemukulan Pendukung  Bola Indonesia   Sudah Selesai

Oleh  DR Mas ud HMN*)

Adanya pengeroyokan pada  seorang  pendukung kesebelsan Indonesia warga Indonesia di Kuala Lumpur Malaysia  oleh sekolompok orang dengan  perampasan  tas dan pemukulan secara fisik, sempat menimbulkan ketegangan antar dua negara. Jakarta melalui Menteri Pemuda dan  Olah raga melayangkan protes keras  atas accident tersebut. 
 
Pihak Kuala Lumpur menyampaikan permintaan maaf dan  menggaransi persoalannya akan diusut  dengan proses hukum. Syukurlah  semua  selesai dengan baik dalam suasana  keakraban dan persahabatan  yang baik.
 
Memang kejadian itu sudah selesai, Rasanya  tidak berlebihan agar  selalu waspada  untuk berhati hatilah  bila ada kumpulan banyak orang  atau muncul  keramaian.  Lazimnya dalam kerumunan tanpa kendali timbul  rusuh. Lantaran kerumunan tanpa  rentang kendali  mudah berubah menjadi rumput kering yang mudah terbakar.
 
Demikian yang terjadi saat pertandingan  sepak bola antara Indonesia  Malaysia yang lalu. Isunya  siap membalas acsiden pengeroyokan  Jakarta sebelumnya, Pokok masalahnya, bagaimana terjadi sebaran  isu Malaysia mau membalas  pengeroyokan Jakarta usai pertandingan sepak bola, sebelumnya beredar di Kuala Lumpur.
 
Ini adalah penyebaran  rumput kering yang mudah terbakar. Faktor ini sering terjadi dalam kerusuhan, Dasar pemikirannya harus dibuat suasana yang membuka peluang. Untuk mencapai tujuan meretetakkan hubungan kedua Negara serumpun tersebut. Relevansi atau tidak ungkapan rumput kering dalam melihat  pengeroyokan penonton bola Indonesia di Bukit Bintang  Kuala Lumpur pada 17  November  lalu boleh dikonfirmasi lebih lanjut, Untuk mengetahui ada apa sesungguhnya dibalik kasus  tersebut Sebab banyak indikasi serupa bilamana ada pertandingan disitu  ada  kerusuhan, perkelahian  penonton Dimana mana  juga  seperti itulah  kenyataannya. Berulang kembali Pertandingan antar liga di Eropah sama saja. Yaitu terjadi kerusuhan antar pendukung  nasib masing kesebelasan, Bahkan  sampai menuimbulkan jatuhnya korban jiwa.
 
Terhadap mencari  akar  kerusuhan terdapat juga Istilah lain yaitu    ada  pemicu masalah dalam istilahnya disebut Treiger yang menyertai kasus tesebut,,Treiger seperti yang sikembangkan Allan Treiger  (1951) tidaklah sebagai inti  teorinya  tetapi unsur terkait, Yakni ada  kasus  ada treigernya. Mustahil ada  kasus  tanpa  treiger alias  tanpa   kasus  yang tanpa  unsur treiger. Dalam artian yang  luas  dari sajrana Amerika itu  kita  dapat mengatakan  Indonesia dan Malaysia  ada  selalu muncul yang  disebut  temporary  isu   Tegasnya .  Akan selalu ada. Sejak  isu tenaga kerja, soal nelayan soal lainnya, Meski demikian, harus  dilakukan sambil kita antisipasi yang terbaik.

Jika dicermati pernyataan Nasir Abbas pengamat masaalah Radikalisme Islam   beberapa waktu lalu dalam relasi treiger dan teori  rumput kering ini, Yaitu adanya satu persoalan tepi dapat menyumbakan fungsinya  dengan  menambahkan unsur yang bisa  membakar  dalam arti menjadikan masalah lebih besar dan serius Sehingga masalah sederhana menjadi kompleks. Ada api  disiram  minyak tanah.

Rumput kering disebar tidak menjadi masalah. Tapi masalah kalau ada  apu Karenanya menjauhkan rumput kering adalah untuk menyelesaikan masalah  agr tidak  da potensi atau  menjauhkan diri dari potensi kebakaran

Selaras dengan  paparan diatasm  Richard Carlsum (1998 ) mengatakan dalam  mengatasi dan menjauhakan masalah adalah dengan meenfupauakan  avoid  small stup ialah Menjauhkan masalah kecil yang tidak terlalu perlu Dalam bukunya  Don t Sweat T Small Stuff  ia menulis   tanpa menghindari masalah kecil, akibatnya  akan terjadi tumpikan masalah dari  besar dan yang kecil. Inilah gejala  tak beujungnya  kerumitan
Disinlah harus  dipahami bahwa teori rumput kering  berazas  kepada  teger. Sehomgga Treiger bagian tak tepisahkan teori rumput kering, Sebab tanpa treger trori rumput kerin  menjadi nonsense.

Berdasar pemamparan  diatas, berdasar  pengeroyokan penonton bola   asal Indonesia  oleh warg Negara Malaysia sebagai memabalas  pengeroyokan penonton Malaysia oleh pentontom Indonesia di Jakarta adalah rumput kerong, Yang  bisa  merembert  keso lain. Upaya  mengatasinya, menjauhkan treiger dengan juga  jangan menjadikan masalah kecil dibawa bawa menjadi masalah besar.

Kerumitan, harus di antisipsi dengan tepat, Unsur utamannya adalah kewaspadaan, kehati hatian, Jangan sampai masalah dibiarkan, Karena  memadamkan  api yang kecil akan lebih mudah.Akan lebih baik lagi dengan menghindarinya, Semoga.

*)Penulis  Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka  (UHAMKA) Jakarta
 
Jakarta, 9 Desember 2019

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)