Beranda » Opini » Memperjelas Pemahaman tentang People Power

Senin, 25 November 2019 - 20:56:36 WIB
Memperjelas Pemahaman tentang People Power
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 61 kali

Oleh DR Mas ud HMN*)

Adanya gambar Amin Rais memegang dan  mengangkat buku People  Power ditangannya baru-baru ini sudah tersebar amat luas media sosial. Saya termasuk yang terkesima menikmati foto tersebut dengan  bukunya yang  multi colorkarena apa.  Ini ceritanya.

Terkesima bukan karena full color-nya warna buku. Meski yang menjadi interest basic-nya melainkanoleh karena disitu ada tokoh Reformsi dua puluhtahun yang lalu.Ada gerangan apa beliau mengacungkan buku tersebut. Apa pertanda segera akan terjadi dengan people power  di bumi nusantara ini. Lalu dengan tampilan semua  khalayak --yang setidaknya yang masih prihatin dengan kekuasan yang sekarang—pesan  khusus apa yang  terkandung  didalamnya.

Amin Rais singkat saja mengatakan bahwa hubungan  konsep People power sebagai  sharing di antara kekuatan demokrasi.

Ini seolah-olah mengisyaratkan pesan kepada semua perangkat demokrasi agar waspadalah anda. Perjuangan demokrasi  belum selesai.

Terhadap masalahnya, saya sendiri tidak tahu yang pasti adalah waktu atau masa depan. Apa fungsi people power  dalam sejarah Indonesia  modern.

Merujuk pada MC Adam dkk mendefinisikan formula people power sebagai proses dinamika yang meledak kemudian mengidentikkan dengan pesta rakyat.

Ekpose formula Adam dkk mencerminkan people power di Philipina dan Thailand. Rigna ( 1998), dosen saya waktu saya mengambil Doctoral Degree di Technological University  Of Philiphine  Manila, mengatakan bahwa people power adalah kekuatan rakyat melawan pemerintahnya.

Alasan perlawanan menurut dia adalah pelaksanaan kekuasan yang tidak benar oleh pemerintah yang ditentang rakyatnya. Namun pemerintah tidak mau menerima pendapat  rakyat tersebut.

Dengan pemaparan people power diatas, penulis berpendapat itu merupakan hal sah-sah saja bahkan ini jalan terobosan manakala demokrasi tak fungsional dengan peranannya.Hal itu bisa dilanjutkan sebagai berikut.

Pertama, fungsi pemerintah tidak mengejewantahkan kepentingan rakyat.

Kedua, partai politik kehilangan arah fundamental fungsinya.

Kedua faktor diatas dapat memunculkan fungsi gerakan people power. Inilah yang membuat  people power menjadi niscaya di Indonesia.

Akhirnya, kita menghormati Amin Rais yang telah menyadarkan bangsa ini agar tidak menyalahkan gerakan people power. Karena maksud inti gerakan people power adalah gerakan demokrasi untuk kemakmuran rakyat.

 

Wallahu a’lam bissawab


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)