Beranda » Opini » Memimpikan Indonesia Maju dan.Makmur

Selasa, 19 November 2019 - 17:53:18 WIB
Memimpikan Indonesia Maju dan.Makmur
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 49 kali

Memimpikan Indonesia Berkemakmuran Oleh DR Mas ud HMN *) 

Ide Indonesia bertemakmuran dengan income percapita 30 ribu US dollar  25 tahun yang akan datang adalah keniscayaan.Diatas tingkat kemakmuran Jepang sekarang yang negeri Sakura itu kini pada income perkapita 24 ribu US dollar.Sesuatu yang  menarik dan ditunggu . Tentu saja  memerlukan pelaksnaan  serius rakyat dan pemerintah bekerja erat. Menjadi tantangan bersama Jika takrif kemakmuran  kemasa depan menggunakan  persfektif pendapatan percapita  30 puluh ribu dollar US, meskipun  menjanjikan secara idealis, namun juga bukan isapan jempol atau mimpi kosong.  

Seperti  yang dinyatakan pidato Presiden Jokowi usai peantikannya sebagai Presiden   bahwa pada tahun 2045, pendapatan perkapita rakyat Indonesia  sebesar 30 ribu  US dollar.Luar biasa namun  bukanlah impian kosong.Betul kah demikian ? Ini Jawabannya.

   Ya, Hal ini mengingat Negara seperti Jepang   sekarang income percapitanya  bertengger  pada tingkat angka 24 ribu US dollar .Artinya  Indonesia  dua puluh lima tahun lagi lebih dari  Jepang sekarang.Mustahilkah itu ? Rasa rasanya tidak mustahil

Memang tingkat itu adalah  20 kali lipat tingkat sekarang yang harus dapat dicapai 25tahun.Dengan kata lain  lipatan 20 kali disejalankan dengan tempo 25 tahun, Averagenya kita  harus meningkat  setiap tahunnya. Ya ini  perlu penjelasan dan  narasi yang  tuntas.

 

Kemakmuran dengan pendapatan 30 ribu dollar bentuk apa gerangan itu ? Penulis mencoba menghubungkannya dengan pharasa  atau ungkapan Lawe dalam konsep Melayu dikampung penulis ,Yaitu Melayu Riau Singingi. Sederhanya  selaras krakteristiknya dengan  mnajemen modern    Mari kembali pada kata Law. Maknanya  adalah batasan, atau patokan.

 

Bangunan Teori Lawe adalah hitungan klasik, untuk mencapai tujuan, Lawe  secara etimologi adalah patokan.Tiang pancang.Sudah di Lawe, berarti sudah di pancang Analog dalam  pembukaan lahan daerah, Lawe berdimensi sempadan, batas area pemilikan. Lawe tidak boleh digeser. Dalam kepastian hukumnya  Lawe  adalah pemilikan dan penguasaan. Dapat ditegaskan Teori Lawe identic pandangan menentukan sasaran dengan  uraian  kontinuitas  dibagi tahunan.

Ibarat  bangunann,diurut selesaikan  dari tiang, dinding, lantai dan atap seterusnya seterusnya.Intinya adalah mencapai sasaran dengan  Lawe alias target rinci Dalam konteks kemakmuran ekonomi, Lawe menentukan pencapaian  sasaran berbasis  pada strategi fokus.Tanpa focus, sulit mencapai  tujuan  mengingat  waktu pelaksanaan  lama. Kalau terjadi gagal sasaran menganggu sasaran fase  berikutnya Esensinya Sejalan dengan manjemen by objektif, Yang pada esensinya  berdasarkan tujuan.. Artinya  yang ingin dicapai.Terhadap pencapaian kemakmuran dibutuhkan Lawe yang  jelas dengan kepastian.

Disini bertemu  konsep Lawe yang klasik  dengan manejemen by objektif. Konsep manajemen dengan sasaran Berdasar dari  pembentangan diatas memahami kemakmuran dengan tingkat 30 ribu US dollar tahin 2045 dikaitkan Konsep Lawe  cara pencapaiannya diteruskan dengan manajemen by objektif relevant dan dapat dipahami dengan jelas. Clear pada strategy dan  relevant dengan esemsi manajemen Hal itu dapat disampaikan  seperti berikut   

:  Pertama, konsep kemakmuran adalah ideal dan masuk akal.Gagasan yang relevant dan harus didukung

Kedua, pencapaiannya mesti didukung oleh patokan ide yang mantap seperi teori Lawe. Pengejawantahan nya secara  berkelnjutan, dengan fokus terukur berdimensi waktu    

Ketiga, optimis harus menjadi budaya kita.Budaya yakin kita melaksankan  perubahan mencapai kemakmuran, Itu mampu dan bisa kita lakukan. 

 

Berdasar itu semua penulis  optimis bahwa kita  berada dijalan yang benar. Tidak mengada ada,.Kemakmuran dengan kategori pendapatan income percapita Indonesia   30 ribu US dollar kita capai tahun 2045. Insya Allah !                               

*) DR Mas ud HMN adalah Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka ( UHAMKA ) Jakarta ,               

Jakarta, 9 Nopember  2019


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)