Beranda » Nasional » Kepemimpinan Berbasiskan Kebohongan Datangkan Azab Allah

Selasa, 08 Oktober 2019 - 03:12:36 WIB
Kepemimpinan Berbasiskan Kebohongan Datangkan Azab Allah
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Nasional - Dibaca: 97 kali

Ryas Rasyid: Masalah Bangsa Akibat Salah Pilih Pemimpin

Jakarta, Melayutoday.com,- Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara era Presiden Abdurrahman Wahid, Prof Ryaas Rasyid menyampaikan pandangannya melalui pesan WA, bahwa bangsa Indonesia sedang mengalami azab Allah akibat salah pilih pemimpin.

"Kepemimpinan berbasis kebohongan ini mengundang kemurkaan Allah," ujar Ryaas Rasyid dalam tulisan yang diterima jurnas.com via WA Grup, Jumat (4/10/2019).

Riyas Rasyid menjelaskan, azab yang dimaksud itu berupa kezaliman penguasa pada semua level, memburuknya kondisi kehidupan masyarakat lapisan bawah, rusaknya persatuan, konflik sesama ummat Islam, juga terpuruknya daya beli bersamaan dengan nilai rupiah.

"Sudah daya beli jatuh akibat pengangguran dan PHK, nilai uang pun merosot. Belum lagi soal rusaknya moralitas penegak hukum. Semua ini adalah akibat kehadiran para pembohong di puncak-puncak kepemimpinan negara dan pemerintahan," jelasnya.

Ryaas yang dikenal sebagai salah satu penggagas Otonomi Daerah mengaku khawatir, doa-doa para kiai dan ulama yang dikumandangkan pada acara-acara kenegaraan dan pemerintahan tidak akan sampai apalagi terkabul.

Kata Ryaas, salah satu jalan perjuangan untuk kembalinya berkah dan rahmat Allah SWT kepada bangsa ini adalah kebangkitan para pejuang melawan kebohongan.

Ia juga mengungkapkan sudah beberapa tahun ini kebohongan menyebar dan beranak pinak. Bangsa Indonesia, lanjutnya, terkepung dan terkooptasi oleh kebohongan yang sistematis, sehingga telah sampai pada kondisi yang membahayakan eksistensi kebenaran.

"Kalau semua ini tidak bisa dihentikan, bukan tak mungkin kebenaran hanya akan tinggal sebagai kenangan belaka, bahkan jadi bahan olok-olokan. Kebohongan adalah musuh besar peradaban," tuntas Ryaas Rasyid. ( sumber lengkap: www.jurnas.com, 4 Oktober 2019).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)