Beranda » Opini » Donor Politik China dan Pers Australia

Kamis, 26 September 2019 - 22:28:11 WIB
Donor Politik China dan Pers Australia
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 142 kali

Donor Politik China  Dan Pers Australia

Oleh Mas ud HMN *)

DONOR POLITIK sebagai sarana financial upaya politik China di Australia menarik  untuk dicermati  dan kini  semakin  marak saja.Mulai dari  mempengaruhi hukum, dan kekuasaan. Hal ini terkait untuk mendukung  koloborasi China dengan  Australia..Isu Donor politik China dan Pers Australia  semakin nyata.

Tidak tedeng aling aling  soal tersebut dimuat oleh  surat kabar  Amerika Dipaparkan 0leh seeoramg  penulis   Luisa Lim New York Times  baru baru ini. dibawah judul  How Australia Become Felenasi Capital  in The world ( Bagaimana Australia Menjadi Ibukota Undang –undang ( UU ) Pencemaran Nama Baik SeDunia), Yang intinya  pihak Pengadilan Australia memperlihatkan keberpihakannya pada kepentingan China.
 
Seperti  diketahui Keputusan pengadilan yang memenangkan Bilioner pebisnis melawan media Australia The Sydney Morning Herald menggambarkan bagaimana buruknya kondisi UU anti-Defamasi di Negara ini.

Keburukan kindisi  tersebut dinyatakan  oleh Luisa Lim,  Ia dosen senior di Centre of Advancing Journalism, University of Melbourne, dan mantan jurnalis BBC berbasis di Beijing.Juga  menulis  untuk New York Times. Tulis Luisa  Lim lebih lanjut , dalam decade dimana saya melakukan reportase dari China, tantangan jurnalistik yang terberat selalu ancaman fisik. Bisa berupa macam: barikade memblok akses ke suatu tempat, laki-laki berpenampilan militer mengikuti saya, preman yang ditempatkan di depan rumah narasumber yang saya wawancarai, dan tentu saja penahanan polisi. 
 
Dalam suatu insiden yang membekas, seorang opsir polisi menabrakkan badannya ke mobil yang saya kendarai bersama rekan saya,  yang menimbulkan perkelahian. “Kesemua manifestasi fisik kekuasaan Negara ini didesain untuk mengaburkan informasi melalui intimidasi dan ancaman fisik yang kadang diperkuat dengan ancaman penolakan visa” tulisnya.

Dia   menambahkan, kemudian saya pindah ke Australia, dan terkejut ketika menulis tentang China ternyata juga tidak mudah. Saya dibatasi oleh beragam otoritas, terutama UU anti-Defamasi Australia yang rumit. Tantangan reportase ini baru saja dipertegas oleh Mahkamah Federal Australia yang menghadiahkan uang sebanyak $200.000 (sekitar $280.000 dollar Aus) kepada pengusaha Australia berdarah China, Chau Chak Wing, setelah mengetahui artikel yang tentangnya dianggap sebuah pencemaran nama baik.

Demikian Liusia Lim Memang, Chau bilioner yang bergerak di bidang property  lahir di China kemudian berimigrasi ke Australia sepuluh tahun yang lalu dan telah mendapatkan kewarganegaraan Australia Seperti kita ketahuii Hakim memutuskan artikel surat kabar yang menuliskan bahwa Chau yang menjadi donor politik di Australia dan terlibat dalam penyuapan pejabat PBB menggunakan bahasa yang “tidak tepat, ambigu, dan longgar” dan terlalu sensasional dan menghinakan.

Hanya saja, Keputusan hakim ini melawan salah satu media terbesar Australia menegaskan bagaimana bobroknya UU defamasi ini. Pasal-pasal hukum ini mencegah aktivitas jurnalisme karena berlawanan dengan kepentingan nacional, yaitu pengaruh kontroversial China yang makin membesar, dan menjadikan Australia ibukota UU ini untuk tataran dunia.

Para analis ada yang melihat  Kasus ini sangat kompleks, tetapi juga tidak konsisten. Banyak dari tuduhan serius terhadap  Chau sering diulang oleh Andrew Hastie,  anggota parlemen Australia. Komentar-komentar beliau diliput berbagai media dengan privilese anggota parlemen yang melindungi anggota legislatif dan awak press untuk dituntut dengan UU defamasi ini.
Tuduhan ini telah terjadi dua kali, pertama kali menyebabkan untuk membayar kompensasi yang besar, dan yang kedua tanpa penalti/denda sama sekali. Hakim juga menolak argumen bahwa artikel ini bertujuan untuk kepentingan publik.  

Argumen ini belum pernah memenangkan media dalam sebuah kasus hukum menurut pakar hukum. Hakim menemukan tindakan Fairfax Media, pemilik The Sydney Morning Heald, dan Jurnalis John Garnaut tidak berdasarkan nalar (unreasonable).  Pemilik Koran yang baru, Nine Entertainment akan mengajukan banding.Tentu saja berimplikasi pada  Kondisi terkini UU Defamasi akan mempersulit aktivitas segala macam liputan & reportase.
Sebuah survey yang dilaksanakan pada bulan Mei, 2018 oleh Persatuan Wartawan Australia menemukan bahwa sebanyak seperempat dari 1292 responden berkata tidak terlalu percaya cerita selama 12 bulan terakhir karena UU ini.
 
Tetapi jurnalis yang melakukan liputan tentag China merasakan lebih tegang. Seorang jurnalis mendeskripsikan tekanan di luar batas terhadap dirinya.

Sementara itu, jurnalis lainnya takut dianggap sebagai pembuat masalah di ruang editor  Karena level pengawasan hukum  akibat artikel tentang China. Penulis sendiri seependapat  dengan  ketatnya pemgawasan di Australia kini. Senbagai bukti  banyak dari jurnalis terbaik dan berpengalaman dengan desk -China dibungkam  karena kekhawatiran dari UU defamasi ini, dan juga mereka telah tersangkut kasus hukum yang berhubungan dengan ini
Dari paparan diatas, adanya donor politik, dalam arti koloborasi China dan Australia Ini jelas membawa implikasi  pada  hukum dan kebebasan. Kedepan  hal ini perlu dicermati. Kita runggu  apa yang alkan terjadi.

*) Mas ud HMN adalah Doktor pengajar  pada Pascasarjana Universitas Muhammadiyah  Prof Dr Hamka ( UHAMKA ) Jakarta

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)