Beranda » Budaya » Sastrawan Maulana Muhammad Iqbal Dibahas di HB Jasin

Jumat, 13 September 2019 - 05:35:27 WIB
Sastrawan Maulana Muhammad Iqbal Dibahas di HB Jasin
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Budaya - Dibaca: 104 kali

Peradaban Melayu Sejalan Dengan Pemikiran dan Nilai Nilai Sastra Sir Muhammad Iqbal

Jakarta, Melayutoday.com,-Pusat Kajian Peradaban Melayu ( PKPM ) secara konsisten mengangkat tema diskusi tentang Sastra Islam. 

Untuk diskusi seri kedua ini PKPM  bekerjasama dengan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jasin, Dinas Perpustakaam dan Kearsipan Propinsi DKI Jakarta.

Acara ini akan diadakan Jumat (13/September/ 2019 ), pukul 13.30 Wib- Selesai bertempat di Gedung Pusat Dokumentasi Sastra HB Jasin, Lantai 2 Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya no. 73 Jakarta Pusat.

Akan hadir sebagai Pembicara Kunci ( Key Note Speaker) Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, Mr. Abdul Salik Khan. Sedangkan sebagai pembicara akan hadir , Prof. Dr. M. Yunan Yusuf, Dosen Fakultas Ushuluddin, UIN Jakarta. Dr. H. Suhardi Somomoeljono, SH,.MH,. Advokat dari SSA dan Dr
 Masud M. Nur. Ktua Umum PKPM. Moderator adalah Erizal Ag, penyiar Radio DFM 103,4.

Kenapa kami mengangkat tema: " Muhammad Iqbal: Sang Penyair Pembangun Spiritualitas Islam di Seluruh Penjuru Dunia?". Menurut Dr. Masud M. Nur selaku Ketua Umum Pusat Kajian Perdaban Melayu ( PKPM), Muhammad Iqbal adalah sosok sastrawan yang syair syair dan puisinya banyak dikenal di dunia.Islam bahkan di seluruh penjuru dunia, karena karya puitisnya penuh dengan pesan pesan spiritual, Ketuhanan, moral Keindahan.dan Kebudayaan

"Muhammad Iqbal, dikenal juga sebagai Allama Iqbal, selain seorang penyair, dia juga seorang politisi, dan filsuf besar abad ke-20. Ia dianggap sebagai salah satu tokoh paling penting dalam sastra Urdu, dengan karya sastra yang ditulis baik dalam bahasa Urdu maupun Persia," ungkap dosen Filsafat Univesitas Prof. Dr. Hamka ini.

Muhammad Iqbal Lahir: 9 November 1877, Sialkot, India dan Wafat pada  21 April 1938, Lahore, Pakistan.

Ditambahkan Masud, karya pantun, sastra dan puisi Iqbal kalau ditelaah sejatinya sejalan dan.seiring dengan karya karya dari sastrawan Melayu.

" Kemungkinan karena Pakistan dan Melayu atau Indonesia memiliki kesamaan kultur dan Islam mayoritas sehingga karya sastra kedua negara inipun memiliki kesamaan massege ( pesan) dan mission (misi) dalam pengembangan kebudayaan yang sangat essensial bagi keadaban suatu bangsa dan negara," jelas Masud.
 
Terkait menghadapi masa depan peradaban global, tambah Masud, nilai nilai sastra Muhammad Iqbal yang sarat dengan spritualitas dan sufistik akan menjadi jawaban alternatif bagi berbagai permasalahan kemanusiaan, "pungkas Masud yang kini juga menjabat anggota Majlis Hubungan Luar Negeri PP Muhammadiyah.(redaksi). 

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)