Beranda » Nasional » Jalan Politik Bamsoet Jalan Akal Sehat

Jumat, 30 Agustus 2019 - 16:43:22 WIB
Jalan Politik Bamsoet Jalan Akal Sehat
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Nasional - Dibaca: 54 kali

Buku Akal Sehat Bambang Soesatyo Hadir Pada Momentum Politik Yang Tepat

Jakarta, Melayutoday.com,-Launching buku 'Akal Sehat karya Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo Rabu (28/ 8/ 201) di Posko Bamsoet, Jalan HOS Cokroaminoto No. 57, Menteng, Jakpus dinilai banyak pihak merupakan Momentum mengembalikan etika politik pasca perhelatan pilpres dan pieg 2019.

Demikian sambutan  dan keynote speaker Bambang Soesatyo selaku penulis yang dihadiri para Pembicara : Yudi Latif , Romo Benny Sutrisno dan
Maruarar Sirait.

Menurut Bamsoet, begitu ia akrab dipanggil, nasib kita sebenarnya sama dengan kalian semua. "Saya memulai karir dari  wartawan, entah kedepan jadi apa? Tapi saya ingin mengingatkan kita semua yang hadir disini, kalau mau
dikenang oleh sejarah maka  menulislah. Kalau tidak, maka kita akan dilupakan oleh sejarah," ungkap Bamsoet.

Menurut Calon Ketua Umum Partai Golkar ini, dipilihnya judul ini karena sangat tepat, Akal sehat kita beberapa waktu lalu diuji, 
hampir saja bangsa ini pecah terutama pada saat pileg dan pilpres. Kini tinggal satu yaitu pelantikan Presiden - Wakil Presiden dan anggota legislatif, maka selesailah ritual lima tahunan kita.

" Selanjutnya, dalam kehidupan kebangsaan kita Ada pemikiran dari berbagai.pihak untuk mengembalikan sistem ketatanegaraan kita khususnya sila keempat Pancasila. 

Menururnya,  Kalau proses demokrasi hanya tergantung perhitungan angka angka bukan memperjuangkan nasib rakyat. Saya yakin kita yang terpilih dalam konstatasi pemilu dari setiap tingkatan mulai dari kabupaten/ kota propinsi hingga nasional kita hanya menjual visi misi sebagai calon. Kedepan kita
tidak hanya bisa menjual visi-misi saja. Rakyat memang merasa senang kalau setiap kali ada pilkada. Itu gejala yang sedang kita hadapi saat ini. 

" Apakah sistem seperti ini bisa dipertahankan  untuk memilih pemimpin? untuk rakyat yang biayanya sangat mahal yang hanya diisi oleh pemilik modal bukan orang orang yang mempunyai idealisme," tegas Bamsoet.

Padahak, tambah Bamsoet, pemimpin seharusnya dipilih karena integritasnya. Saya pernah mengkaji bersama para akademisi tentang sistem demokrasi bahwa orang sekarang memilih pemimpin ternyata bukan soal integritas. 

Sementara itu pakar politik Dr. Yudi Latif menilai politisi partai Golkar ini telah memiliki penalaran yang baik. Bamaoet sudah punya kecerdasan.yang terlibat langsung secara akademis ilmiah dengan menulis sebuah buku.

"Judulnya cukup menarik, yakni menyangkut langsung politik. Narasi atau Sebutan Politik yang dikesankan negatif, kotor dan penuh kebencian , ternyata dalam tulisan buku Bamsoet politik khittahnya adalah dengan akal sehat, bukan kebencian," jelas Yudi.

Pada nalar diatas, atas dasar akal sehat maka disebut Kecerdasan kewargaan. Mereka Sadar akan hak dan kewajiban sehingga kalau mengerti hak dan kewajiban mereka akan memikirkan masyarakat sekitarnya. Bahkan ada di sebuah negara, Jika Warganya tidak mau terlibat dalam urusan publik, maka warga itu disebutnya dengan orang idiot.

Disinilah, ungkap Yudi Latif, Pendidikan civic education atau civil education harus ada di bangsa ini. Yakni mendidik masyarakat agar dapat bekerja dalam urusan bersama.

Sehingga mereka Mampu mengembangkan social capital atau modal sosial yang baik. Seperti Saling terkoneksi antara satu dengan lainnya dan saling bekerjasama. Modal politik awalnya modal trust ( kepercayaan)  dan menjaga etika. Dengan begitu Maka muncullah mutual trust. 

"Jadi sejatinya Etika itu ada di jantung politik dengan Dasar akal sehat. Tugas politisi adalah mengedukasi rakyat, Semoga kalau Bamsoet terpilih jadi ketum partai golkar, ia berarti sudah memberi jalan politik dengan akal sehat. Semoga jalan sehat menjadi jalan politik Bamsoet," pungkas Yudi. ( m.harun).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)