Beranda » Teknologi » BNPB Akan Kuatkan Ketangguhan Masyarakat Hadapi Bencana

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 16:28:58 WIB
BNPB Akan Kuatkan Ketangguhan Masyarakat Hadapi Bencana
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Teknologi - Dibaca: 182 kali

BNPB akan terus menguatkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana

Jakarta, Melayutoday.com,-  Ketangguhan masyarakat terhadap bencana akan terus dilakukan oleh BNPB. Termasuk menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami  Megathrust 8,7 di Selat Sunda dan selatan pulau Jawa. Hal ini disampaikan BNPB dalam diskusi Bincang-Bincang Bencana "Potensi Megathrust Selat Sunda dan Seberapa Siapkah Kita"  yang diselenggarakan oleh MDMC pada 23 Agustus 2019 di Jakarta.

Dr. Mudrik Daryono, sebagai narasumber dari LIPI, menyampaikan bahwa sejarah hidup manusia sangatlah singkat dibanding umur bumi itu sendiri yang telah mencapai 4.6 milyar tahun. Proses geofisika dalam perut bumi menimbulkan gempabumi, baik yang dalam skala kecil; maupun yang berskala besar dengan perulangan puluhan, ratusan, bahkan ribuan tahun. Di beberapa wilayah Indonesia, energi dari perut bumi tersebut masih terus terakumulasi sebagai seismic gap yang belum terlepaskan energinya. Salah satunya adalah di zona Selat Sunda dengan potensi energi mencapai 8.7 Mw. Gempa tersebut juga dapat menimbulkan tsunami karena posisinya yang berada di zona pertemuan lempeng /zona subduksi (Dr. Nuraini Rahma Hanifa, PUSGEN).

Potensi bencana tersebut perlu disikapi secara serius, mengingat dampak yang dihasilkan bencana geologi lebih bersifat permanen / irreversible; serta dapat mengubah  penghidupan secara drastis; baik di level individu, keluarga, maupun masyarakat.
 
Fery Irawan dari Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPB mengatakan perlu nya masyarakat menyadari bahwa, disadari atau tidak, sebagian masyarakat kita tinggal dan beraktivitas di daerah rawan bencana.
 
Menurutnya,  bagaimanapun  alam ini punya hukumnya sendiri, dan manusia tidak dapat mengingkari hukum alam tersebut. Oleh karena itu kita harus bijak menyikapi potensi bencana tersebut dan melakukan aksi nyata untuk melindungi diri; baik di level perseorangan, keluarga, tempat kerja, sekolah, serta masyarakat.
 
Kita dapat memilih untuk abai atas potensi bencana tersebut; namun jangan lupa bahwa keputusan tersebut dapat berdampak fatal bagi orang lain yang menggantungkan dirinya terhadap keputusan yang kita ambil tersebut. Baik anggota keluarga kita, siswa siswi di sekolah tempat kita mengajar, rekan kerja di kantor, ataupun masyarakat yang mengamanahkan keselamatan mereka terhadap keputusan / kebijakan yang kita ambil.

Salah satu upaya BNPB untuk edukasi, mitigasi, dan kesiapsiagaan bencana adalah dengan Ekspedisi Destana Tsunami Juli-Agustus 2019 yang lalu. Berbagai pihak dilibatkan dalam ekspedisi tersebut, baik dari pemerintah, relawan, akademisi, masyarakat, serta dunia usaha (pentahelix). Salah satu point penting dari ekspedisi tersebut adalah betapa masih banyak pekerjaan rumah tersisa untuk memastikan keselamatan dan ketangguhan masyarakat pesisir selatan Jawa dan Selat Sunda sebagai antisipasi gempa tsunami megathrust tersebut.
 
Hal ini bukan semata tanggungjawab BNPB; melainkan tanggungjawab bersama seluruh komponen pentahelix.
Karenanya, "Kedepan BNPB akan terus mengajak berbagai komponen masyarakat seperti MDMC, LPBI NU, perguruan tinggi dan lainnya; untuk, terus menguatkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana" pungkas Fery. ( harun).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)