Beranda » Budaya » Anies Baswedan: Pekan Sastra Betawi Sebagai Identitas Jakarta dalam Khazanah Budaya Bangsa

Selasa, 06 Agustus 2019 - 13:12:30 WIB
Anies Baswedan: Pekan Sastra Betawi Sebagai Identitas Jakarta dalam Khazanah Budaya Bangsa
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Budaya - Dibaca: 67 kali

Anies Baswedan: Pekan Sastra Betawi. Merupakan Identitas Jakarta dalam Khazanah Budaya Bangsa

 

Jakarta, Melayutoday.com,-Pekan Sastra Betawi yang berlangsung pada 5-8 Agustus 2019 di Taman Ismail Marzuki (TIM), seakan membangkitkan kembali semangat sastrawan tempo dulu di abad 18 seperti: Muhammad Bakir dengan karya karyanya yang ditulis arab berbahasa melayu, setelah itu ada nama Aman Dt. Madjoindo dalam khazanah sastra Betawi Modern melalui Si Dul Anak Betawi. 

Selanjutnya juga ada nama nama semisal: Firman Muntaco dan SM Ardan. Kemudian ada Chairil Gibran Ramadhan, Nur Zen Hae Anwar hingga sastrawan Betawi angkatan baru yang saat ini sedang berkiprah. Kerjasama Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta, Unit Pusat Kesenian Jakarta DKJ dan Lembaga Kebudayaan Betawi dengan menggelar Pekan Sastra Betawi yang dibuka secara resmi, senin (5/8/2019) malam oleh Asisten Deputi Gubernur, Yani Wahyu Purwoko mewakili Gubernur DKI, Anies Baswedan.

 

Yahya Andi Saputra mewakili komite sastra DKJ dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Satra Betawi nampak berjalan lamban karena dalam sejarah abad ke 19 sastra Betawi terhenti. Namun pasca kemerdekaan bergeliat kembali.

"Betawi diharapkan akan melahirkan satrawan sastrawan baru dengan adanya pekan sastra Betawi ini," jelas Saputra. Ditengah rangkaian pembukaan , penyair Syamsudin Bahar, membacakan Puisi Betawi berjudul " Dibalik Bambu Samping Rumah".

 

Asisten Deputi bidang Pariwisata dan Budaya, Yani Wahyu Purwoko mengungkapkan apresisasinya dalam kegiatan Pekan Sastra Betawi ini. Dia memberi sambutan atas nama Gubernur DKI Jakarta sekaligus membuka secara resmi.

 

"Kami mengapresiasi komite sastra DKJ yang menggelar pekan sastra Betawi yang dilanjutkan dengan workshop, seminar dan pertunjukan seni Betawi," ungkapnya.

 

Menghadapi heterogenitas ibukota Jakarta, acara seperti ini sangat bermakna, tambah Purwoko, karena hampir semua suku ada di Jakarta, berbagai perwakilan negara di dunia juga ada di Jakarta. Ini Mozaik yang perlu kita jaga.

 

"Sastra Betawi kenapa perlu diangkat, karena mampu menggambarkan masyarakat tertentu yakni Betawi masa lampau dan masa kini," tambahnya.

Tradisi bersastra, lanjut Purwoko, sudah ada sejak lama di masyarakat Betawi, misalnya upacara palang pintu, dengan berbalas pantun, juga adanya sohibul hikayat, atau seni bertutur berupa pantun berkait. "Sastra lisan ini akrab dengan perkembangan Islam di Betawi.

Oleh karena itu kegiatan ini untuk menjaga agar sastra Betawi tetap lestari. Jika tidak, maka bisa lenyap akibat kemajuan jaman bahkan terkadang di ibu kota sendiri tak ada kepedulian terhadap budaya dan sastra, termasuk sastra Betawi yang diakibatkan budaya global yang begitu besar," tandas Purwoko.

Di akhir sambutannya Yani Purwoko menyatakan betapa arti pentingnya sastra Betawi sebagai identitas Betawi , diharapkan akan terus lestari dan berkembang sebagai identitas Jakarta dalam khazanah budaya bangsa.

"Selain kegiatan ini sangat menghibur masyarakat , Juga penulis dan para sastrawan diharapkan turut merekomendasikan kepada Pemprov DKI agar sastrawan terus dapat tampil di ibu kota sehingga generasi muda tak kehilangan obor terhadap keberadaan seni budaya Betawi," pungkasnya. ( M. Harun).


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)