Beranda » Warta Daerah » Ekspedisi Destana 2019 Akan Menyusuri Wilayah Pulau Jawa

Kamis, 11 Juli 2019 - 20:51:18 WIB
Ekspedisi Destana 2019 Akan Menyusuri Wilayah Pulau Jawa
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Warta Daerah - Dibaca: 159 kali

Ekspedisi Destana 2019 Susuri Wilayah Jawa Mulai 11 Juli Hingga 16 Agustus

Jakarta, Melayutoday.com,- Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Ekspedisi Destana 2019)  dimulai 11 Juli hingga 16 Agustus 2019 dengan perjalanan menyusuri pylau jawa yang dimulai dari daerah Banyuwangi, Jawa Timur, meyusuri pantai selatan Jawa, menuju Jawa Tengah, Yogjakarta, kemudian ke Jawa Barat, Pangandaran,  Garut dan akan berakhir di Banten pada tanggal 16 Agustus 2019.

Ekspedisi Destana ini bertujuan memotret kesiap siagaan desa terhadap ancaman tsuname. Menurut kajian risiko bencana, di Indonesia ada 5.744 desa/kelurahan berada di daerah rawan tsunami, mulai dari kelas rawan sedang dan tinggi.  

"Desa-desa tersebut tersebar dii 584 desa/kelurahan yang ada di selatan Jawa,’ jelas Lilik Kurniawan, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB). BNPB , tambah Lilik, merespon dengan cepat, yang salah satunya dengan ekspedisi Destana ini.

Menurut Lilik, inti dari  tujuan  kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kesiap siagaan masyarakat dan juga aparat Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) dalam mengupayakan kesiap sagaan. Ekspedisi ini akan melibatkan berbagai pihak, secara nasional selain BNPB, juga didukung oleh Kementerian Desa, PUPR, BMKG, Kemensos, Kemendagri,. Sedangkan di daerah akan melibatkan Bappeda, BPBD, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, perwakilan dari LSM, relawan,  forum Lembaga usaha, dll. Kemudian ada jiga perwakilan dari pakar, peneliti, perguruan tinggi serta media.

Ekspedisi akan melibatkan lebih dari 200 orang peserta yang  akan menyebar ke desa-desa, memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah, kemudian singgah dan tinggal beberapa hari di desa-desa tersebut untuk membangun kesiap siagaan dengan berbagai kegiatan kreatif.

Seperti kita ketahui, berdasarkan hasil riset yang pernah dilakukan oleh beberapa ahli dari LIPI, salah satunya Eko Yulianto, lewat uji karbon menemukan defosit tsuname di Pesisir  Kulonprogo, Yogyakarta, berusia 300 tahun, atau diduga terjadi 1699. Defosit lebih tua  ditemukan berusia 1.698 tahun, 2.785 tahun, dan 3.598 tahun. Deposit dengan usia lebih kurang sama ditemukan di Lebak, Banten hingga Cilacap, Jawa Tengah. Temuan ini menunjukkan, gempa besar dan tsunami dahsyat potensial di sepanjang wilayah ini. Artinya selatan pantai Jawa memiliki potensi tsunami yang sangat tinggi.

Peneliti LIPI juga akan ikut bergabung bersama tim Ekspedisi Destana ini, jadi ekspedisi ini merupakan strategi baru bagi BNPB, dimana berbagai latar belakang ilmu akan bertemu dalam satu kegiatan yang bertujuan satu yaitu memperkuat kemampuan masyarakat dalam kesiap siagaan menghadapi ancaman tsunami. 

Rencananya Ekspedisi ini akan mengahsilkan buku bunga rampai proses perjalanan, film dokumentasi serta foto-foto, yang nantinya akan diluncurkan pada bulan Oktober 2019 saat Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2019 di selenggarakan di Belitung. Buku dan film hanya salah satu yang dapat dijadikan bahan pelajaran bagi semua pihak.( redaksi).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)