Beranda » Opini » Membentengi Kekuatan Islam

Sabtu, 29 Juni 2019 - 20:39:05 WIB
Membentengi Kekuatan Islam
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 170 kali

MEMBENTENGI KEKUATAN ISLAM
 
Oleh DR Mas ud HMN*
 
Membentengi Kekuatan Islam kita memiliki konsep paripurna yang tak habis habis untuk dikaji.Tidak saja kaya dengan ajaran  inspirasi edukatif, tapi juga dalam konsep  pengejawantahan aplikatif sepanjang  zaman. Dalam edukatif inspiratif disini bagaimana me negakkan keadilan, pembalasan akhirat, bagaimana doktrin tentang perang, lalu  aplikatif  dalam mengejawantahkan perjuangan  berkelanjutan dengan wasiyat harta wakaf  dalam  rangka membentengi kekuatan Islam.
 
Persoalan kritis disini sudahkah  umat Islam mepraktekkan petunjuk tersebut? Mungkin sudah sebagian, namun masih belum menyeluruh. Dalam kaitan  itu kita coba  memanjangkan dalam  essay beikut.
 
Mari kita awali dengan melihat  konteks  wajib dalam domain kehidupan  individu masyarakat dan benegara yakni Dalam  Negeri yang baldah (negeri)  dan  thayyibah ( Yang  baik),  membangun peradaban yang maju nampaknya bersenyawa dan bekekerlindan. Maka Tamaddun yang maju  ( TM ) yang identic  dengan Negara adil makmur yang  mendapat ampunan  Allah (baldah dan Thoyyibah  wa rabbun ghafur (B dan T), ditentukan  oleh bersemyawa atau berkelindannya   factor empat wajib (4W ) Dengan kata lain Umat dengan empat kewajiban.
 
Dalam bentuk pengejawantahan ( TM ) atau aplikasi,Islam menyebutkan wajib itu dengan kata kutiba bermakna  diwajibkan, dituliskan atas kamu,Lalu kemudian kata  kutiba  tersebut diberi ajektif sifatnya seperti qisas. Kutiba shiyam, kutiba alal qital, kutiba alaikumul  anfal , kutiba alaikumus washiyat Kutiba atau wajib dipilah esensinya berupa kandungan konteks yang diamalkan dalam  kehidupan bermasyrakat Hal itu dapat kita urai sebagai berkut:
 
Pertama  kutiba alal; qisas. Diwajibkan membalas yakni dalam  kontes hukum yang adil. Siapa membunuh di hukum balas nyawa dengan njawa. Kecuali dimaafkan oleh pihak yang mewaris. Pukul dengan dipukul. Sehingga hukum qisas  adaah  sebaga aplikasi  keadilan hukum.
 
Kedua,  kutiba alaikumus shiyam. Kewajiban orang untuk berpuasa yakni dengan pelaksanaan  tidak boleh makan dan minum disiang hari dikecualikan sakit atau musafir.
 
Ketiga, kutiba alal qital wajib membunuh. Esensi dari wajib ini untuk berperang menghadapi musuh agama.Kewajiban itu bersandar pada  orang  yang melakukan permusuhan terahdap agama. Maka untuk menjaga tegaknya agama dibenarkan untuk membunuh musuh yang memerangi agama.
 
Yang keempat, kutiba alal whasiyat. Diwajibkan bahi orang yang lanjut usia atau mereka memiliki harta yang banyak ,yang bersangkutan diwajibkan untuk memberikan washiyat. Jika  ahli warisnya ditentukan hanya sepertiga diwakafkan kepada  unsur perjuangan Islam, Esensi ini untuk menegakkan  kekuatan, menyokong tegaknya  kejayaan agama Allah dimuka bumi, 

Selain itu untuk membangun sebuah harta dengan  amal yang mengalur kepada pemilik harta dialam kuburnya,Dalam konteks  ini betapa Islam mengedukasi umatnya untuk ikut serta membantu perjuangan meskipun sudah meninggal, Sebab hartanya masih berfungsi menopang kelompok yang masih  hidup yang masih  berjuang di jalan Agama Allah.
 
Apa Yang  dipaparkan dimuka, setidaknya mengambarkan lima kewajiban kita dalam membangun  konsep  Negara yang adil dan makmur  dibawah keridhaan dan ampunan Iahy. Kalau bisa disingkat mungkin mengandung (1) esensi keadilan,hokum dan ibadah dan (2) berkaiatan dengan perjuangan Islam berkelnjutan. Dengan  qisas,anfal  dan qital serta  shiyam membangun keadilan,hukum dan kataatan ilahiyah sementara  kutiba washiyat mengacu esensi  menopang,kelanjutan perjuangan Isal. Washiyat (terutama( dalam harta adalah memberi modal kepada  keberlanjutan perjuangan Islam.
 
Akhirnya dengan dua esensi dari  empat  kewajiban ini Islam akan tetap berjaya sepanjang  zaman..Kemajuan  Islam  masa depan  adalah niscaya. Insya Allah.
 
Jakarta 23 Juni 2019

DR Mas ud HMN adalah Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)