Beranda » Opini » Dari Hati Ke Hati: Perubahan Yang Dinantikan

Sabtu, 22 Juni 2019 - 09:37:50 WIB
Dari Hati Ke Hati: Perubahan Yang Dinantikan
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 125 kali

Dari Hati Kehati
PERUBAHAN YANG DINANTIKAN
 
Oleh  Dr Mas ud HMN*)
 
Solus Populi suprem lexs.  
(Kesejahteraan  merupakan  tujuan tertinggi hukum . Aninmous)

Jika tahun 2019 ini adalah tahun perubahan, mengingat akan ada Presiden terpilih dan dewan legislatif terpilih, maka pertanyaannya akan adakah kesejahteraa nanti ? 
 
Ya itulah pesan utama perubahan yang dinantikan. Kata  Kesejahteran sama dengan berkecukupan.Sementara kemiskinan sama dengan berkekurangan .Jadi pengertian sejahtera berarti tidak miskin.
 
Pada tingkat demikian  rumusan pemerintah orang miskin adalah  orang yang pendapatnya kurang 2 (dua) US dolar perhari. Kini jumlah pnduduk miskin Indonesia 12 persen. Jumlahnya 23 juta orang orang menderita.
 
Dua puluh tiga juta orang  adalah orang tidak berkecukupan, atau orang yang pendapatnnya  dibawah 2 dolar Us perhari.Ini merupkan amanat orang menderita kepada  pemerintah.
 
Amanat tertinggi yang harus dijalnkan pemerintah adalah melaksanakan  kekuasaan untuk mencapai kesejhateraan rakyat, Apakah Kekuasaan hukum.ekonomi, kekuasan politik
Pertanyaannya sudahkah pemerintah melaksanakan amanat tersebut.Kemudian,bagaimana memastikan bahwa pemerintah memang bersunguh sungguh mencari solusi.
 
Untuk memberi jawab persoalan diatas,ada baiknya jika mengambil rujukan moral kepada  pepatah Latin mungkin ada baiknya. Pepatah latin itu berbunyi Solus Populi suprem lexs. Artinya  Kesejahteraan Rakyat  merupakan hukum tertinggi. Pesan moralnya kepentingan  rakyat adalah  utama. Ini sangat jelas.Hanya kita belum melaksanakannya.
 
Jika  kita lihat dalam kenyataan sepertinya  belum terlaksana.Hampir semua sektor ,mulai Korupsi,birokrasi,dan infra struktur :
 
Pertama, masalah Korupsi .Kekayaan negara diselewengkan koruptor Bahkan ada yang dilarikan keluar negeri. 
Kedua , birokrasi.Bidang ini belum  tertangani.Birokrasi yang berfungsi pelyanan dari pemerintah yang baik. Pegawai  dan negeri sipil melakukan penyelewengan.Kasus  Gayus Tambunan,rekening gendut adalah  fakta.
 
Ketiga , faktor infra sruktur.Bidang ini diharapkan memacu pertumbuhan ekonomi. Tapi sayangnya infra struktur belum baik, masih ketinggalan.
 
Dari tiga bidang yang dipaparkan diatas, yaitu korupsi,birokrasi dan infra struktur merupakan masalah. Jika tidak dapat dicarikan solusi, maka cita cita kesejhteraan rakyat tetap akan jadi mimpi.
 
Akhirnya, pemerintah yang baik adalah pemerintah yang melaksanakan amanat  penderitaan rakyat  bersungguh sunguh,Yaitu menjalankan kekuasaan untuk menciptakan kesajahteraan rakyat. Fidak terlalu penting perdebatan di Mahkamah Konsttusi (MK) Sengketa pilohm Presodem dan pemilihan legislatif. Hukum yang teringgi adalah untuk menxapai kesejahteraan rakyat, Populi supreme leks.
 
*( Penulis adalah Dosen Pascasarjana Universitas Muhamadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)