Beranda » Nasional » Pelajaran Demokrasi Dari Pemilu 1955, Bung Karno dan Bung Hatta Rela Antri Nyoblos Bareng Rakyat

Rabu, 17 April 2019 - 12:09:08 WIB
Pelajaran Demokrasi Dari Pemilu 1955, Bung Karno dan Bung Hatta Rela Antri Nyoblos Bareng Rakyat
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Nasional - Dibaca: 409 kali

Buku Nakah Arsip Jejak Pemilu 1955 Diluncurkan

Jakarta, Melayutoday.com,-Buku naskah politik, khususnya yang mengungkap sejarah demokrasi jarang diangkat dan disosialisikan. Namun Buku  Naskah arsip tentang  Jejak pemilu 1955  yang cemerlang kemarin diluncurkan, Rabu (10/4/2019) di Gedung Arsip Nasional, kawasan Jl. Gajahmada, Jakarta Barat.

Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mustari Irawan mengungkapkan bahwa Arsip nasional dalam tupoksinya  adalah berwenang dalam bidang kearsipan sesuai dengan UU No. 43 tahun 2009. 

Arsip tersebut menyimpan banyak data mulai dari era VOC, Hindia Belanda, saat menjelang  dan sampai masa kemerdekaan RI.

"Arsip adalah Harta karun informasi dan pengetahuan sangat berharga. Proses pemilu seperti jejak demokrasi pemilu 1955 ada didalamnya,' jelas Mustari Irawan.

Kenapa ANRI mengangkat kembali kesuksesan pelaksanaan pemilu 1955? Supaya masyarakat Tahu dan menarik pelajaran penting dari sejarah tersebut.

Sehingga, tambah Mustari, Kita perlu belajar tentang dan dari sejarah masa lalu yang begitu penting, misalnya seperti Konferensi Asia Afrika ( KAA) Bandung. Arsip menginformasikan tentang KAA mendapat penghargaan dari UNESCO PBB sebagai warisan dunia. 

Naskah Arsip berupa foto, kertas tentang jejak informasi peristiwa, tambah Mustari itu adalah sangat penting dan aktual untuk diketahui pada masa kini.

Ditambahkan lagi oleh Mustari, Keanggotaan dewan kostituante, bukan hanya berita peristiwa saja. Akan tetapi Kita bisa belajar jejak pemilu 1955 dimana Indonesia baru berumur 10 tahun ternyata telah ada 172 partai politik peserta pemilu dan perorangan yang akan ikut pemilu. Berbagai ideologi serta aliran ada.

Bahkan dicatat  di naskah jejak pemilu 1955 tersebut pelaksanaan pemilu yang tertib dan profesional pada waktu itu yakni mulai dari pendaftaran parpol, pendaftaran  Pemilih, proses penghitungan hasil suara semua terekam dalam buku setebal 182 halaman. Berapa biaya pemilu 1955 juga tercatat rapi.
 
" Yang menarik dan perlu menjadi teladan selain pemilu 1955 demokratis juga penuh nilai kebersamaan. Saat mau mencoblos, Bung Karno mau antri bersama rakyat dan Bung Hatta mau duduk di kursi urutan kedua dibelakang rakyat yang cuma bercelana pendek, Semoga rakyat kita yang sedang ikut pesta demokrasi 17 April 2019 mecontoh jejak pemilu 1955 yang begitu demokratis dan  penuh nilai kebersamaan," pungkas Mustari Irawan menutup sambutan.
 
Acara dilanjutkan dengan Talk Show menghadirkan pembicara        antara lain Prof. Dr. R. Siti Zuhroh, MA ( Kilas Balik Pemilu 1955 dalam Sejarah Demokrasi Indonesia), Asep Hambali ( Nilai nilai KeIndonesi dalam Pemilu 1955 dan Refleksi Bagi Milenial) dan M. Taufiq selaku budayawan dan pakar ( Pelestarian dan Pemanfaatan Arsip Pemilu 1955 sebagai Memori Kolektif Bangsa). (M. Harun).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)