Beranda » Nasional » Pergeseran Elektabilitas Kedua Paslon Capres , Seperti Apa?

Minggu, 24 Maret 2019 - 14:50:01 WIB
Pergeseran Elektabilitas Kedua Paslon Capres , Seperti Apa?
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Nasional - Dibaca: 156 kali

Pergeseran Elektabilitas Kedua Paslon Capres Seperti Apa?

Jakarta, Melayutoday.com,-Merujuk hasil survei jelang Pilpres 2019 terjadi pergeseran elektabilitas pada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. 
Ini menjadi fenomena penting dalam politik elektoral di Pemilu 2019. 

Perubahan indikator elektoral pada dua capres-cawapres Pilpres 2019, merupakan fenomena politik mutakhir Indonesia menjelang hari H Pilpres 2019.

Seperti apa proses pergeseran suara atau migrasi suara jelang hari H Pilpres 2019.     
                                                                                                                                            Untuk membahas hal itu "Rumah Demokrasi" akan menggelar diskusi politik, Minggu, (24/3/ 2019) siang. Di Warung Gado-Gado Boplo Jl. Cikini Raya No. 111 Menteng, Jakarta Pusat.

Diskusi ini mengambil Tema *”MIGRASI SUARA PILPRES 2019; HASIL SURVEI VS REALITAS"* dengan
nara sumber Ramdansyah (Direktur Rumah Demokrasi), Prof. Dr. Firman Noor, MA (Kepala Pusat Peneliti LIPI), Aisyah Putri (Peneliti LIPI), Rizaldi D. Priambodo (Tim BPN). Saat ini sedang berlangsung diskusi. 

Rumah Drmokrasi yang dipimpin Ramdansyah menyatakan riset dilakukan pada 19 Pebruari- 1 Maret 2019 dan dirilis pada 15 Maret 2019 menampilkan data bahwa kelompok.tak tersentuh Jumlahnya mencapai 14, 25% dari total jumlah politik.

" Keberadaan 14, 25% kelompok.tak tersersentuh jelang H pemungutan suara dari survei RD hampir sama dengan.pilpres Amerika Serikat tahun 2016, jumlah kelompok tak tersentuh 14%. 

Penelitian RD terhadap 1.067 responden dengan metode stratified random sampling terhadap responden di seluruh Indonesia bertujuan untuk mengukur kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Jokow- Jk, pemgukuran terhadap kinerja ekonomi pemerintah diukur dengan pertanyaan pertanyaan.

Apakah harga barang kebutuhan sehari hari di era pemerintahan Jokowi Jk murah? Mereka menjawab lebih dari separuh responden menyatakan tidak setuju ( 61, 11% ), juatru mereka menyatakan keberadaan harga harga makin mahal.

Apakah pemerintahan Jokowi berhasil mengatasi masalah lapangan pekerjaan? Mereka menjawab: Lebih dari separuh responden (59,04%) menyatakan 
 n bahwa pemerintah jokowi tidak berhasil menyelesaikan permasalahan lapangan pekerjaan.

Yang terakhir, apakah pembangunan infrastruktur di era Jokowi mampu menyelesaikan masalah ekonomi.? Lebih dari separuh responden (62, 14%) menyatakan pembangunan infrastruktur pemerintahan Jokowi menyelesaikan masalah ekonomi.

" Berdasrkan pertanyaan ekonomi diatas dengan haail tak memuaskan kiberja pemerintah, jika.pilores dilaksanakan hari ini , maka mereka menjawab 40,30% memilih Jokowi- Ma'ruf Amin, 45, 45% memiih Prabowo Sandi. Sedangkan sisanya meninggalkan 14, 25%," demikian Ramdansyah menyampaikan hasil penelitiannya.
(M.Harun).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)