Beranda » Melayu English » Asean Di Era Kepemimpinan Baru

Minggu, 10 Maret 2019 - 11:20:27 WIB
Asean Di Era Kepemimpinan Baru
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Melayu English - Dibaca: 534 kali

Oleh: Dr. Masud HMN

Adanya kehadiran Mahathir Mohammad sebagai Perdana Menteri (PM)  Malaysia dan sebentar lagi Singapura juga ada penggatian Perdana Menteri tentu akan membawa  pengaruh bagi Asean. 

Asean sebagai lembaga kerjasama  regional  terus diperlukan  peranannya.Baik  dari segi  kesatuan  dalam  antisipasi persoalan  intern  maupun sikap dalam merespon perkembangan  ektern  kawasan.

Persoalan intern ASEAN misalnya  antara lain:  adanya  Masalah  Rohingya Myanmar yang sampai saat ini belum  ada  penyelesian. Meskipun semua pihak telah berusaha  mencari solusi. Esensinya adalah  Myanmar  dan kelompok Rohyngya  masih  berada dalam “dispute” untuk  jalan  damai yang permanent.

Masalah intern  lain  adalah masaah  Filipina Selatan. Permasalahan ini telah berjalan  lama sekali yakni berkaitan  Mindanao dengan  Manila.Badan internasional  sudah banyak yang memfasilitasi mengatasi konflik kawasan.

Kedua masalah ini menonjol menjadi tantangan  ASEAN secara intern karena berkaitan  dengan  peran  institusi dalam  organisasi.Tanpa  kesatuan sulit melakukan peran kelembagaan yang maksimal.Terutama isu kawasan  dalam persaingan.

Namun, secara pelan  tampak ada harapan  baik, Seperti  Mindanao ada  titik terang  terciptanya kesepakatan damai permanent   yang  diupayakan  dengan keterlibatan berbagai pihak.Tinggal masalah Rohyngya yang  masih dalam proses.Bila masalah Mindanao ada titik terang, namun Rohyngya masalahnya buntu alias macet, Inti masalah pada Myanmar  yang tidak mau kompromi dalam penerimaaan Rohyngya sebagai bagian utuh  Myanmar. Sementara  mereka sudah lama berada  disana.

Diatas semua itu, Asean diharapkan harus terus bekerja, ada  atau tidak penyelesaian masalah tersebut.Mengapa demikian, mengingat ASEAN memiliki isu lain  yaitu:

Pertama, adanya perubahan kepemimpinan baru di  beberapa Negara ASEAN .Seperti Malaysia  dengan Perdana Menteri Mahahthir Mohammad,

Yang meski figure lama, tapi dalam situasi ASEAN yang berbeda. Termasuk juga dalam waktu dekat perubahan  kepemimpinan di Singapura dan Indonesia. Meski yang terakhir ini masih fifty fifty.

Kedua, persaingan dengan  Cina dan negara lain dikawasan Dapat berimplikasi terkoyaknya ASEAN sehingga tidak fungsional secara ekstensial.

Bedasarkan pembentangan diatas, yakni ASEAN soal intern dalam hal ini  Rohyngya dan Mindanao selanjjutnya  perubahan kepemimpinan Negara ASEAN sendiri, dapat  dismpulkan  bahwa  ASEAN menghadapai persoalan. Dalam perspektif tantangan persaingan  laut Cina Selatan. Kerjasama  kawasan semakin berat pula.

 

Akhirnya, pemimpin Asean harus bekerja keras  menghadapi perubahan kepmimpinan dan menjaga terus kekompakan ASEAN dalam menghadapi intervensi Negara  lain.Jika tidak,  ASEAN akan menjadi berantakan dan terbawa arus kepentingan  lain.Semoga tidak.


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)