Beranda » Opini » Apa dan Bagaimana Berita Bohong?

Senin, 04 Februari 2019 - 21:35:46 WIB
Apa dan Bagaimana Berita Bohong?
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 497 kali

Berita  Bohong

Oleh Dr Mas ud HMN.*) 

Berita bohong  pada dasarnya  ada dua kriteria,  alkizbul fasiq dan berita alkizbul halal. Dua tipe merupakan berita  bohong, meskipun beda yang satu alkizbul fasiq dilarang yang satu lagi alkizbul halal dibolehkan.Hanya karena itu  berita bohong  semakin rumit saja.Fasalnya begitu sulitnya menentukan mana yang benar dan mana informasi yang tak yang benar atau bohong itu. Sehingga ada sikap yang menginginkan memberangus  media yang  menyiarkan berita  tersebut.

Namun demikian, tetap saja berita yang kurang jelas itu berkembang.Memberangus saja tak cukup. Sebabnya, media informasi sangat banyak. Tidak hanya sumber resmi, tapi juga sumber tidak resmi.

Masalahnya kemudian muncul pertanyaan  apa dan bagaimana sesungguhnya berita bohong tersebut.Bagaimana antisipasi agar masyarakat dapat terhindar dari kegelisahan akibat berita  bohong yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Sesungguhnya,  bentuk  kebohongan  ada  2 bentuk yang (1) masih dibolehkan atau benar (alkizbul halal) dan  yang  yang tak benar (alkizbul fasiq) Bentuk pertama  kalau saja  media informasi dengan sadar  masih  mengikuti aturan dan etika yang berlaku,Ini biasa pada dunia diplomsi,dunia pendidikani dan sebagainya. Bentuk yang (2) dengan membawa  berita tak benar  sengaja melanggar aturan atau etika

Terhadap yang melanggar,  pihak berwenang  dapat melarang, memblokir dsbnya.Hanya  karena masyrakat masih percaya, lagi pula  berjibunnya  media sosial itu pihak berrwenang pun kewalahan

Yang amat mengemuka dan menarik,  adalah kasus  terbitnya buku Jokowi under cover yang ditulis  Bambang Tri Mulyono. Isinya memuat tentang keluarga Presiden Joko Widodo terlibat aliran partai kumunis. Ditambahkan yang bersangkutan menyembunyikaan latar belakang kelurganya tersebut, saat dia  menjadi Wali Kota Solo dan kemudiaan menjadi calon Presiden dan kini menjadi Presiden.

Terhadap yang bersangkutan sudah  ditangkap polisi, karerna isi buku yang ditulis itu, menghina Presiden Jokowi.Menurut  Polisi seperti yang dijelaskan Kepala Kepolisian  Ka POLRI penulisnya tidak menulis berdasarkan data yang benar.Beberapa pihak,termasuk keluarga Presiden, membantah bagian dari isi buku tersebut.

Penulisnya Bambang Tri Mulyono  diancam pidana. Karena menghina, dan menyebarkan kebencian dengasn berita  bohong. diproses, Pengadilan sudah divonis bersalah

Kemudian pada kasus  lain adalah  kedatangan buruh dari 10 juta orang  dari Cina. Ia menjadi tenaga kerja asing, bekerja di perusahaan atau proyek di Indonesia. Ada  bekerja  pada poyek pembangunan jalan kreta api dibawah  program bantuan dari Cina, atau usaha lain. Intinya mereka sudah mengambil alih  pada  beberapa peluang tenaga  kerja  asli pribumi Indonesia sendiri.

Jumlah  10 juta tentu bukan sedikit. Informassi ini memng  membawa dampak yang  serius,yaitu pemerintah tidak memikirkan tenaga kerja dari pribumi sendiri. Malahan memberi peluang kerja itu kepada asing. Muncul rasa kurang senang rakyat  kepada pemerintahnya sendiri.

Padahal itu itu tidak sepenuhnya benar. Memang ada tenaga kerja asing  termasuk dari Cina. Tetapi 10 juta jumlah  yang amat keliru alias  salah. Hal itu dibantah oleh Presiden Jokowi, Yang benar 10 juta itu adalah  jumlah turis Cina diharapkan datang ke Indonesia, berkaitan dengan kebijakan  Bebas Visa,

Tentu saja kalau  kedatangan turis, itu adalah positif. Karena  akan membawa dampak pada  aliran devisa,lantaran turis membelanjakan uangnya selama mereka tinggal di  Indonesia. Turis dan  tenaga kerja asing  sangat berbeda.

Dari dua kasus  diatas, soal  buku Under Cover  Presiden Joko Widodo dan  soal 10 juta  tenaga  kerja asing asal Cina, dapat dikategorikan informasi yang salah.Artinya selain kebenarannya, sumber yang dipakai, juga kandungan  isi yang  membawa  dampak kebencian dan  kegelisahan.Pada kasus  buku Bambang  Tri membawa  kebencian terhadap pribadi Presiden, kasus  kedua menimbulkan kegelisahan  dan negatif pada pemerintah.

Secara umum, sikap terhadap penyebaran informasi memang beragam.Susahnya disamping  media itu banyak  sikap menghadapi  tidak kompak.Yaitu ada yang tidak peduli, ada yang menentang dan sikap keras, ada juga yang hati hati.

Beberapa kajian ada yang melihat dari segi yang beragam itu berdasarkan keperluan dan melihat latar belakang informasi itu  muncul. Biasanya  dalam  diurai sebagai beikut,

Pertama, landasan metafora klasik. Landasannya pemikiran ini dari ungkapan  dikatakan takkan pimping bergerak kalau tak ada tiupan angin.Kalau tak ada berada takkan tempua bersarang rendah.Artinya informasi itu ada sumbernya.

Kedua, landasan  tabayyun .Landasannya pada perfektif agama disebut tabayyun, cek dan recek. Sesuatu berita itu perlu dicek sumbernya, dihubungkan yang terkait.Hingga ada kepastian informasi

Ketiga. Landasan operasi  intelijen. Ini berkaitan dalam teori perang informasi .Juga selalu digunakan untuk mengelabui musuh. Berita bohong sering  dilansir untuk tujuan tertentu.

Dari tiga uraian diatas dua diantaranya adalah yang dibicarakan  oleh  masyarakat pada umumnya. Yaitu informasi  haruslah berttanggung jawab.Karena itu selau dicari kepastian sumber,faktanya. Harapannya  agar tidak bersimpang siur dan  merugikan atau menggelisahkan masyrakat.Jadi solusinya melakukan clearance sumber, dan fakta.

Namun pada kategori ketiga, informasi memang dibiarkan atau dengan sengaja. Informasi itu adalah bohong. Berita bohong disebar luaskan. Ini biasa muncul  dalam mas perang. Tujuannya untuk mengelabui, menyimpangkan dan membohongi musuh.

Dalilnya  adalah tell a lie  to get truth. Katakanlah  kebohongan untuk mendapatkan kebenaran. Sebab ada kalanya kebenaran  informasi itu tak mudah didapat.Dimunculkan solusi dengan spekulasi.

Mungkin ada kemiripan dengan perang Amerika terhadap   Irak. Yaitu Amerika ragu apakah Irak mampu membuat dan mengembangkan  senjata nuklir. Tidak didapat  informasi yang jelas, Lalu intelijen Amerika  melakukan  tell a lie to geth truth. Menyebarkan luaskan informasi bahwa Irak punya kemampuan mengembangkan senjata nuklir.

Tell a lie, nyatakan sebuah kebohongan. Dunia terkejut dan mempercayaainya. Padahal bohong. Tapi dengan percayanya  dunia, maka  Irak diperangi berlabel Irak punya senjata nuklir, dengan tujuan perang untuk membungkem kemampuan nuklirnya. Nyatanya belakangan  memang  tidak terdapat senjata nuklir  Irak. Menyatakan kebohongan untuk mendapat  kebenaran sesungguhnya. Irak mampu membuat senjata nuklir. Itu adalah kebohongan  yang disengaja.

Tindakan ini membawa sukses pemerintah Amerika untuk memastikan informasi bahwa Irak memang tidak punya senjata nuklir  seperti yang diisukan.Artinya kebohongan operasi senyap  untuk mendapatkan kebenaran. Ahwa

Spekulasi itu mejadi model dunia  intelijen yang terus berkembang.Seperti dinyatakan oleh William Colby (1920-1996) seorang  master  intelijen Amerika ( CIA) era 80-an, hal itu diperlukan. Katanya, operasi terlarang untuk menjinakkan situasi.  

Operasi berita bohong, bahkan penangkapan orang tertentu secara spekulatif dilakukan pada era  kepemimipinan Willam Colby memenage CIA.Tujuannya untuk menjinakkan situasi,sesuai tujuan yang ingin dicapai.

Terhadap berita bohong tidak mungkin dihapus. Itu menyangkut keyakinan dan kepercayaan. Bisa dibantah, tapi  bantahan itu tidak dapat dipercaya pula. Tiap berita mungkin benar, mungkin sekadar isu,atau tidak benar sama sekali. Ditambah kesulitannya bercampur antara yang benar dan salah

Akhirnya, sebagai catatan  bberita bohong  itu adalah sebuah formula keraguan.Berita semacam itu tidak efektif pada orang yang tidak ragu. Sebaliknya masyarakat yang penuh keraguan dapat  dipengaruhi oleh berita bohong tersebut. Kita harus mebangun masyarakat yang saling percaya,masyarakat  yang jujur  dan bertanggung jawablah yang dapat mengatasi kegelisahan yang ditimbulkan akibat berita bohong. Yaitu bercampurnya berita galau dibawa kalangan  alkizbul  fasiq.Wallahu aklam bissawab.

 

*)Penulis adalah Dosen Pascasarjana Universitas Muhammmadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta

Jakarta 30 Juni 2017.

 


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)