Beranda » Olahraga » Generasi Millenial Harus Punya Keunggulan Teknologi

Selasa, 29 Januari 2019 - 12:07:49 WIB
Generasi Millenial Harus Punya Keunggulan Teknologi
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Olahraga - Dibaca: 438 kali

Ketua Umum PB. HMI, R. Saddam AlJihad: Orde Baru Cukup Jadi Spion, Kedepannya Kita Harus Rebut Teknologi

Jakarta, Melayu today.com, Meskipun 20 tahun rezim Soeharto telah tumbang, namun saat ini keluarga dan kroni-kroninya telah kembali terjun ke dalam politik. Sayangnya, masih banyak masyarakat awam khususnya kaum muda (Milenial) yang menganggap pemerintahan Orde Baru sangat baik bahkan menganggap Presiden Soeharto sebagai presiden paling berhasil. 

Survei Indo Barometer pernah merilis hasil survei pada 20 Mei 2018 yang mengatakan bahwa Presiden Soeharto sebagai presiden yang paling berhasil dalam memimpin Indonesia. Hasil survei
ini bisa jadi mengingat pengaruh atau hegemoni yang berlangsung selama 32 tahun Orde Baru.

Merespon hal ini, *Institute for Indonesia Local Policy Studies (ILPOS) menggelar *Diskusi Publik* dengan tema: "Generasi Milenial Bicara Orde Baru" pada: Senin, (28/1/ 2019) di Rumah Makan Bumbu Desa (Jl. Cikini Raya, No.72, Menteng, Jakarta Pusat).

Hadir selaku Pembicara: ketua organisasi mahasiswa antaranya: Agus Mulyono Herlambang (Ketum PB PMII), R. Saddam Al Jihad (Ketum PB HMI), 
Korneles Galanjinjinay (Ketum PP GMKI),
Juventus Prima Yoris Kago (Ketum PP PMKRI), Robaytullah Kusuma Jaya (Ketum DPP GMNI),
 Irfan Ahmad Fauzi (Ketum PP KAMMI), Najih Prasetyo (Ketum DPP IMM), Ari Sutrisno (Ketum PP Hikmahbudhi),  Indrayani Abd. Rozak (Ketum EN LMND) dan I Kadek Andre Nuaba (Ketum PP KMHDI) .

Rata rata semua pembicara menyoroti otoritarianisme rezim orde baru yang represif terhadap  kebebasan berpendapat. Namun ada yang menggarisbawahi catatan jasa jasa orde baru dalam pembangunan di Indonesia. 

Yang tercatat komentar dari Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam ( PB HMI ) Saddam Al Jihad yang menyatakan bahwa generasi muda dalam merespon tentang orde baru  tidak sekadar berhenti dalam  membuat anti tesa anti tesa terhadap orba.

" Kita sebagai generasi milinial  cukup lah orde baru sebagai sejarah yang dalam setiap orde memiliki kelebihan dan kekurangan. Reformasi seharusnya memberikan ruang  kepada  publik dan tidak ada lagi pembatasan ruang publik untuk mendiskusikan banyak  hal, termasuk tentang penerbitan media dan buku. Sejarah kita pelajari untuk berbuat lebih baik di masa depan," jelas Saddam.

" Kedepannya kami sebagai generasi millenial harus memiliki keunggulan di bidang teknologi terutama teknologi digital. Sekarang kita berada di era revolusi big data 4.0 kita belum punya sementara Jepang telah memulai dan memiliki big data tersebut  bahkan sudah 5.0, kita perlu mengejar ketertinggalan ini,' pungkasnya. 

Sementara Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia ( KAMMI) Irfan Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa organisasi Kami lahir dalam rangka mengoreksi orba yang berkuasa 32 tahun dengan cara cara represif. Lahir di ujung akhir orba. Lahir dalam kondisi memprihatinkan. Masyarakat tidak lagi bisa berharap kepada rezim orba saat itu.

"Maka reformasi lahir Mengawal sebuah nilai dengan spirit perubahan. Reformasi diharapkan membawa perubahan, terkait kepemimpinan, kebebasan berpendapat hal ini perlu dikawal kini dan kedepan," jelas Irfan. ( Maka. Harun).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)