Beranda » Opini » Mahathir Mohammad Jadi PM Malaysia Dalam Usia 92 Tahun

Minggu, 03 Juni 2018 - 14:31:10 WIB
Mahathir Mohammad Jadi PM Malaysia Dalam Usia 92 Tahun
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 32 kali

Oleh  Mas ud HMN

(Catatan Kunjungan Meninjau Pilihan Raya  Malaysia ke 14)

Kesan tempat  dimana  hotel saya menginap dari 30 April hingga 3 Mei 2018 tak seperti biasanya sangat sibuk. Logis, karena  perhelatan demokrasi berlansung sekali lima tahun.  Lantaran di sentral kota. Tapi,suasana  tujuh hari menjelang  pilihan Raya 14 (PRU14) berbeda, ketimbang PRU 13 yang juga saya ikuti pada 5 tahun  berselang. Ini kali agak senyap.

Kesenyapan itulah  setidaknya yang dirasakan dalam  kunjungan singkat saya melihat  pilihan raya Malaysia yang baru lalu.Kuala lumpur musim hujan  yang gerimis memang biasa biasa saja. Namun Kuala Lumpur dimasa pesta demokrasi tetap memendam soal poliitik pemerintahan yang tersembunyi.”Memang kita tak tahu  jelas, pertikaian  partai Pakatan Harapan (PH) dan Barisan Nasional BN).Lalu partai mana yang menang” kata seorang supir taksi   yang saya tumpangi dari airport ke hotel Untung nya jawaban dari semua segera didapat.

Segalanya, kini terjawab sudah Mahathir Mohammad  menjadi PM Malausia. Partai  atau kelompok Pakatan Harapan menang,.Hal itu dengan perolehan 113  kursi perlemen di peroleh Pakatan Harapan dibawah pimpinan  Mahatir Mohammad dan sisanya  93 kursi diperoleh  Barisan Nasional pimpinan  Najib Razak .Artinya dari total kursi yang diperebutkan 225 hasilnya 113 berbanding 92.Pilihan Raya 14 telah  membuahkan sebuah keputusan penting yang ditunggu tungu.

Hasilnya, ini suatu hal luar biasa.Karena 60 Tahun  Barisan Nasional berkuasa, dapat  ditewaskan atau dikalahkan  Pakatan Harapan cukup telak dalam ukuran keberhasilan PH. Mengingat kesempatan PH untuk memersiapkan rencana sangat terbatas. Kendala atau kesulitan ternyanta tidak  menjadi factor  kekalahan. Tapi faktor singakatnya waktu menjadi kendali menentukan.Intinya Pakatan Harapan kini mengambil alih pemerintahan Malaysia  5 tahun kedepan

Bayangkan tanggasl 14 April 2018 perlemen dibubarkan .Lalu diiringi pilihan undi  pilihan Raya 9 Mei 2018 satu jarak yang singkat.Dengan lain perkataan, PH hanya ada waktu tiga  pekan saja untuk berbenah diri.Secara umum, kiraaan pastilah BN yang sakan unggul

Saya kira, siapapun tahu adalah bentuk straregi BN yang berkuasa penuh meloloskan strategi yang perlu. Soal waktu termasuk dari pilian strategy.Dalam rangka memastikan untuk meraih keuntungan.

Ini memberi sumbangan yang justru  positif bagi PH yang memang BN lebih siap dalam perencanan. Namun, semakin disudutkan, makin didesak,[prtai oposisi ini menjadi militans dan hebat,PH menang karena didukung,bukan karena janji dan support iming harapan.

Para pengamat  percaya bahwa pertarungan  dua  kelomok ini isunya tak  begitu panas. Yang dapat dilihat dari dua persfeektif

Pertama isu identitas,yaitu masionalisme Melayu. Biasa biasa saj mkarena  PH mengusung Mahahtir Mohamad sementara BN mengusung Najib Razak, Sama sama dari etnis Melayu. Tiada perbedaan

Kedua, isu  perubahan. Sama sama  mengupayakan perubahan, Entah PH atau BN mengusung tokoh perbubahan.Terutama  yang terpokus  pada  TN 2030.

Kelebihan sisi transissi Malaysia selalu berjalan alot,namun  normal. Ini berlanssung 60 tahun, tercermin dari kemenagan patyai UMNO yang memeimpin  Barisan nasional.Dari persfektif ini  memang dapat dikatakan  tidak panas, tidak mencerminkan persaingan yang seru.

Tapi bukanlah tenang tak berobak.Pilihan Raya 14, membawa tsunami periubahan  besar. Serta merta kekuatan BN dgylung habis, dan partai kelompok oposisi  menang telak., Komposisi  kursi perlemen 122 lawan 93,mayoritas tipis terpaut 29 kursi.Mahathir Mohammad  langsung menyatkan kedengan PH akan  membenbtuk cabinet dan dia sendiri akan menjadi Perdana Menteri, demikian dua persfektib perubahan Malaysia,

Dalam melihat kecebderungan pendapat Rakyat Malaysia menjadi menarik. Dengan meminjam  kata  Menteri BUMN Dahlan Iskan di Media,bahwa ia melihat  beberapa hal yang  dapat dijadikan catatan penting yaitu

Catatan penting itu adalah bahwa  belum ada orang lain seperti Mahathir yang  mampu mengatur kabinet. Lihatlah dia mundur dan menyerahkan PM pada Ahma Badwai.Lantas tak cocok dengan PM Adullah Badawai dia usulkan perbuahan pinpinan , Taitu mengtuwsung  Najaib Qazak.

Apa yang terjadi Mahatir pun berselisih dengn Najib Razak. Soal kekuasaan ynag ada pada PM yang tak dapat dipengaruhi siapa siapa termasuk sang Mahatir sendiri..Inilah kemudian menjadi dua tokoh Malasui pun harus  bersimpang jalan dan berpisah dalam ide  membesar dan menjayakank Malaysia. Kini Mahatir dengan  PH berhasil dan PM baru aan dippegang  Mahathir sesuai kontitusi Malaysia..

Keberhasilan  PH dalam melawan BN yang paling seru adalah isu Korupsi yang dilakukan  oleh  kekuasaan dipegang BN dan PM Najib Razak sebagai actor utamanya.Rakyat percaya cabinet dilanda korupsi Hal itu dipandang sebgai fakto kejatuhan ekonomi Malaysa

Untuk catatan penting, PRU Malaysia  14 adalah adalah soal perubahan.Meskipun platform perubahan adalah  kepentingan Malaysia berbasis Melayu, Pertanyaannyanya kelompok Melayu  yang mana. Pakatan harapan (PH) tokohnya Mahatir Mohammad bersama Anwar Ibrahim. Sementara  kelompok  Mohammad.

Yang tersisa adalah penyelesaian isu korupsi. Ini nampaknya  adalah  masalah yang berpotensi untuk terjadi pertikaian kaum secara terbuka. Juga  akan verimpikasi banyak. What nexts ? Kita harus menunggu jawabannya, Akankah berhasil diselesaikan, dan diberntas sesuai dengan janji PM baru Malaysia Mahatir Mohammad..Waktu jua yang akan menjelaskannya.

Jakarta 12 May 2018

*) Mas ud HMN adaah Doktor Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)