Beranda » Pendidikan » Perlukah Kolaborasi antara Perguruan Tinggi dan Industri Perbankan?

Kamis, 06 Desember 2018 - 08:01:37 WIB
Perlukah Kolaborasi antara Perguruan Tinggi dan Industri Perbankan?
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 16 kali

Jakarta, Melayutoday.com, - Media Confrence  Sampoerna Finansial Literatur Day 2018, Upaya Kolaborasi PT dan Industri khususnya industri perbankan dan keuangan . Ketidakpastian global seperti perang dagang AS-China turut berdampak pada ekonomi Indonesia, utamanya terhadap nilai tukar Rupiah dan kenaikan defisit neraca transaksi berjalan. Dari sisi domestik sendiri, konsumsi swasta dan rumah tangga tetap stagnan sejak 2017.
 
Apakah dengan kondisi-kondisi tersebut, ekonomi Indonesia mampu tetap tumbuh pada 2019? Apa saja faktor-faktor yang dapat menyokong pertumbuhan tersebut? Apa yang perlu dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi risiko-risiko ketidakpastian ekonomi global? Salah satu upaya perlukah kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri khususnya di sektor perbankan dan keuangan ? 

HSBC Indonesia bersama Putera Sampoerna Foundation (PSF) melalui Sampoerna University menggelar diskusi media/ media confrence terkait proyeksi ekonomi dalam Indonesia Economic & Financial Sector Outlook (IEFSO) 2019.   Acara ini berlangsung Rabu (5/12/2018)  di Hotel Arya duta Jakarta. 
                     
Paparan ini mengambil tema  “Enhancing Financial Development for Growth amidst Global Uncertainty."
Hadir pada kesempatan tersebut sebagai Pembicara:
Nuni Sutyoko – Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia, Dr. Wahdi Salasi April Yudhi – Rektor Sampoerna University, Wahyoe Soedarmono, PhD – Project Manager Program Kerja Sama HSBC. 

"Sektor keuangan global bergerak sangat dinamis.  Agar Indonesia mampu terus beradaptasi,  integritasi antara dunia pendidikan dan industri sangat diperlukan utamanya untuk mendorong literasi keuangan sehingga menghasilkan bankir bankir masa depan dengan kompetensi dan daya saing global," jelas Nuni Sutyoko senior vice president and Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia.  

Wahdi Salasi April Yudhi selaku rektor universitas sampoerna menegaskan pentingnya kolaborasi perguruan tinggi dan industri sebagai strategi nasional dalam menghadapi dinamika industri global. 

Sementara itu Wahyoe Soedarmono menilai bahwa di tengah ketidak pastian kondisi ekonomi global namun kami berharap ekonomi Indonesia tetap berpotensi tumbuh lebih baik di tahun 2018.  

" Hal ini didasarkan kepada pertimbangan antara lain: potensi arus investasi swasta dan belanja pemerintah terutama untuk pembangunan infrastruktur, supply tdan demand agregat dan kestabilan laju inflasi, "jelasnya. (Redaksi).             

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)