Beranda » Budaya » Meriahnya Penutupan Acara Festival Teater Jakarta 2018

Senin, 03 Desember 2018 - 13:26:18 WIB
Meriahnya Penutupan Acara Festival Teater Jakarta 2018
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Budaya - Dibaca: 23 kali

Jakarta, Melayutoday.com,- Festival Teater Jakarta (FTJ) 2018 secara resmi ditutup pada Kamis (29/11) bertempat di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM). Even tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta di bawah dukungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta ini akan ditutup dengan pertunjukan “Cuy, gimana nolong elu buat pindah dari jaman BB ke jaman Z?” yang disutradarai oleh Yola Yulfianti.

Demikian rilis penyelenggara yang duikirimkan kepada melayutoday.com, 29/11. Menurutnya, Acara penutupan ini juga diisi dengan pengumunan dan malam anugerah kepada pemenang dari 15 grup yang sudah tampil dalam pertunjukan teater mulai dari tanggal 20 November hingga 27 November kemarin.

Adapun kategori penerima penghargaan untuk FTJ 2018 ini ialah Grup Terbaik I, Grup Terbaik II, Grup Terbaik III, Sutradara Terbaik, Pemain Utama Pria Terbaik, Pemain Utama Wanita  Terbaik, Pemain Pembantu Pria Terbaik, Pemain Pembantu Wanita Terbaik, Penata Artistik Terbaik, dan Penata Musik Terbaik.

Semua pemenang yang masuk dalam kategori itu ditentukan oleh dewan juri. Adapun dewan juri yang dimaksudkan itu ialah Benny Yohanes Timmerman, yaitu pengajar mata kuliah 'Performance Skill' dan 'Artistic Recollection di School of Business and Management (SBM) ITB, Imas Darsih, yaitu seorang yang dipercayai sebagai sutradara oleh anggota kelompok sandiwara Miss Tjitjih.

Gandung Bondowoso, yaitu seorang yang aktif memberikan kritik dalam bentuk tulisan di harian Kompas dan Sinar Harapan, Dindon WS, yaitu sutradara dan penulis naskah, dan Ugeng T. Moetidjo, yaitu seorang pekerja seni visual dan pertunjukan berbasis di Jakarta.

Menurut pihak penyelenggara, peserta pada Acara Festival Teater Jakarta 2018 ini diikuti oleh 15 grup finalis teater yang sebelumnya melakukan perlombaan di 5 wilayah se-DKI Jakarta. Grup-grup teater yang dimaksudkan itu ialah Teater Tema Gunadarma, Lab Aktor Jakarta, Teater Matahari Hujan, Teater Jannien, Sindikat Aktor Jakarta, Teater Marooned Actor Society, Teater Lebah, Teater Petra, Teater Karakter, Teater Semut UNSADA, Sanggar Teater Jerit, Pandu Teater, Teater Nusantara, Sanggar Teater Biru, dan Teater Hijrah.

“Selama terselenggaranya FTJ 2018, yakni sejak 19 November hingga 29 November, ada beberapa acara lain yang juga ditampilkan seperti pertunjukan ‘Cut Out’ sebagai pembuka kegiatan, diskusi biografi penciptaan dari setiap sutradara pertunjukan, diskusi publik, warung FTJ, dan pameran lorong waktu Gen Z, “ungkapnya.

Semua pertunjukan dan kegiatan tersebut dibungkus dalam perspektif Gen Z sebagai judul utama dari FTJ 2018 ini. Gen Z ini merupakan suatu kategori demografis masyarakat modern untuk menyebutkan masyarakat yang hidupnya selalu terpaut dengan kehadiran dan perkembangan teknologi digital.

Adapun Festival Teater Jakarta (FTJ) ini sendiri merupakan sebuah lembaga lomba untuk komunitas-komunitas teater yang berasal dari kalangan generasi muda yang berada di daerah Jakarta. (Harun).


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)