Beranda » Opini » Model Komunikasi Masyarakat Melayu

Selasa, 20 November 2018 - 20:04:16 WIB
Model Komunikasi Masyarakat Melayu
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 69 kali

Oleh Mas ud HMN

KOMUNIKASI disadari oleh setiap kelompok masyarakat di jagad , termasuk komunitas Melayu, sebagai sigai  terpenting dalam membangun hubungan, memelihara rantau dalam ikatan kemasyrakaatan yang elok serta seronok..Sekaligus menuju Masyrakat Melayu berkemajuan  dan menjaga kelangsungan hidup bersama

Apa model  dan bagaimana komunikasi pada masyarakat Melayu yang berfungsi sebagai sigaii (tiang panjat)  menjelmakan Melayu berkemajuan.. dengan meminjam  istilah Tan Seri Dato Rais Yatim, Melayu berkemajuan identik dengan rantau bertamaddun. 

Memang tak bisa dibantah  tidak ada masyarakat menjadi maju tanpa komunikasi. Karena  apa,karena hadirnya kehidupan bersama mensyaratkan ada  hubungan satu dengan yang lain. Hubungan  diikat oleh komunikasi saling mengerti dan memahami.

Dalam khazanah pemikiran orang Melayu, komunikasi menjadi sendi dalam membangun kehidupan bersama. Orang Melayu lebih suka mendahulukan cara komunikasi dalam mengembangkan hidup dan menangani beragam masalah daripada cara kekerasan yang dianggap tidak cerdas dan tidak beradab.

Cara berpikir semacam ini tampak nyata dalam beragam kearifan lokal masyarakat Melayu.Selanjutnya aspek wisdom tadi yang di unjuktampilkan dalam berbagai peribahasa dan ungkapan. Seperti kata  Ali Haji—pujangga Besar  Melayu asal  pulau Penyengat  Kepulau Riau abad 17-- seribu pedang bisa  dikalahkan sebatang kalam Pedang merupakan simbol  kekerasan, sementara kalam atau pena  bermakna tulisan,pikran dan argumen. perdamaian

Pandangan ini  memposisikan perang yang diidetikkan dengan kekerasan dan pedang terhunus sudah , diubah pengertiannya perang  dengan kecerdasan otak, pikiran dan argumntasi.Pertikaian tidak lagi diselesaikan dengan kekerasan melainkan dengan perundingan damai...

Kearipan Melayu ini sudah menjadi pandangan kesejagatan, dunia masa kini. Kekerasan tidak identik dengan keunggulan, kehebatan.Bahkan perang dalam filosofy Melayu adalah hina tidak beperadaban, tidak cerdas.

 Sebagaimana kita sampaikan dimuka, kehidupan bersama dalam tatanan masyrakat Melayu terwujud secara tak terpisahkan  dalam dua bentuk.Pertama  komunikasi bahasa.Kedua,  komunikas idalam bebentuk non bahasa  verbal. Yakni  bahasa.dalam  sistem nilai. Seperti  sistim tingkah, laku dan ssstem komunikasi bahasa gerakan  fisik

Dalam ekpressi lingkungan masyrakat itu munculah satu  kriteria untuk mewujudkan bahasa yang baik dan benar. Dalam ukuran bahasa yang bak adalah bahasa yang santun, bahasa yang ramah dan elok. Sementara bahasa yang benar adalah bahasa yang memenuhi gramatika bahasa.

Itulah kemudian yang menjadi tertariknya para pengamat   membuat kajian masyrakat Melayu. Apa i   pradigma komunikasi masyrakat Melayu. Apa hala tuju komunikasi masyarkat Melayu (KMM). Penulis  mencoba  nak membentangakn sebagai berikut

Paradigma KMM pertama sistem masyrakat yang berhubungan dengan  faktor inti tajuk  komunikasi Melayu adalah koumnikasi bahasa  elok dan benar. Semakin  elok bahasa dan perilakunya semakin tinggilah kualitas kemelayuannya.Sebaliknya semakin  buruk atau kasar bahasa yang dipakai oleh penuturnya semakin rendah nilai kemelayuannya.

Paradigam KMM kedua, adalah dalam tindakan atau perilaku yang  santun dan lembut Mwenyerupaia  bahasa verbalnya .Mendahulukan perasaan dari pikiran.Dengan kata lain perasaan sebagai pengemudi atau  faktor kendali..Dimunculkan dalam  bahasa pe rasa an.Karena itu, Melayu memilki peringkat  rasa,  dengan iringan sikap kesabaran. Semakin tinggi nilai kesabarannya semakin tinngi ke Melayuannya.

Terkait dari i faktor diatas, masyrakat Melayu identik dengan kelembutan dan kebahasan yang baik dan benar.inilah kearipan bersumber dari nilai yang hidup dan berkembang dalam lingkungan masyrakat yang menjadi identias diri Menjadi kebanggaan dan membedakan komunitas Melayu dengan komuitas lain.

Secara praktik bahasa yang  baik dan benar dan perilaku tingkah yang lembut amat  menyenangkan. Karena  dapat menimbulkan suasana kejiwaan yang  nyaman.Sebagai contoh bahasa yang lembut itu adalah dalam mengatakan tidak tahu diubah  menjadki saya kurang periksa.. Kata saya  kurang periksa  yang terakhir ini terasa substantif dan lembut dari pada saya tidak tahu

Begitu pula pada ungkapan  seumpama : nanti kita bertemu lagi. Lebih halus dari pada kapan kapan kita bertemu lagi.Kesan  dar kata kapan kapan  kita ketemu lagi berbeda dengan ungkapan nanti kita bertemu lagi.Artinya ungkapan nanti kita bertemu lagi jelas, dan tanpa keraguan.

Ditambah lagi dengan pemunculan kata singaktan (akronim). Seperi pengunaan kata lalu lntas dengan kata lantas Ungkapan kata  pelita yang bermakna  lampu alat penerang disandingkan dengan pembangunan lima tahun (pelita). Pasti pada waktunya menimbulkan kekacauan  akibat istilah bahasa sebab pembentukan singkatan yang tidak benar.

Seharusnya  akronim  seperti itu tidak berkelanjutan. Mengingat kita perlu KMM yang selalu menjaga  komunikasi bahsa yang berkebenaran dan berkesopnanan. Yaitu bernuasa ketepatan  pada kehalusan  dan kesantunan bahasa..

Tinggal  bagaimana  memberlansungkan  dalam realitas masyrakat pada aras        hala tuju dari KMM.

Dalam hubungan ini penulis terispirasi oleh    ungkapan Tan Seri Rais Yatim memajukan bahasa  dalam membina rantau Melayu yang bertamaddun..Saat bertemu di Kuala Lumpur pada 5 December  Lalu, Tan Seri Rais Yatim berkesimpulan salah satu upaya memajukan  masyrakat Melayu adalah memajukan  bahasa.

Sebaliknya  jika bahasa tidak terbina katanya, akan mamembawa masyrakat Melayu galau. Penuh keraguan hilang perca yaa diri.Masyrakat Melayu  terlepas dari akar budayanya

Penulis dapat menerima pendapat Tan Seri Rais Yatim.Mengingat bahasa merupakan warisan dari nenek moyang kita yang bernilai tinggi Bahasa Melayu pernah jadi lingua pranca  dikawasan Asia Tneggara pada abad.7 sampai dengan 14 Bukankah ini sebuah perestasi sekaligus prestise sejarah  bangsa Melayu ?

Apa yang ingin kita tarik dari warisan sejarah ini ? Jawabannya adalah menegakkan dan menjunjung tinggi nilai Melayu. Hal itu dapat didukung penuh oleh lembaga KeMelayuan YIRMI Malaysia, di  Indonesia Pusat Kajian Peradaban Melayu  (PKPM). Selanjutnya  dibentangkan uraian dan usulan sebagai berikut:

Pertama, memberlasungkan komunikasi masyarakat Melayu. Menggali keunggulan, nilai Melayu yang bekmajuan,Untuk itu dapat diadakan seminar di Kuala lumpur Malaysia  dan di Indonesia,  Pekanbaru dan Goroantalo secara berkala .

Kedua, menjaga dan menjunjung tinggi  bahasa Melayu.Ini dapat dengan mempublikasikan cetakan buku sastera melayu, menyebar luaskan pantun sebagai bacaan wajib pelajar.

Artinya bahasa Melayu terbangun menjadi pendukung  tamaddunnya yang bernilai kesantunan, keakraban, Selebihnya adalah komunikasi dengan kebenaran dan bekesopanan.

Jika demikian berarti , tujuan dari semua ini adalah untuk memastikan bahwa  tamaddun Melayu sangat tepat mengisi zaman penuh perobahan untuk kawasan Asia Tenggara.

Akhirnya, penulis percaya adanya tokoh Tan Seri Rais Yatim yang selalu membuat tanggapan, dan mengemukakan gagasan tetang Tamadun Melayu, telah menjadikan konsep Tamaddun menjadi bersinar dilangit zaman.  Akan memberi kepastian tujuan tamaddun Melayu yang bekemajuan. Tentu memerlukan pembentangan lebih lanjut. Terpikullah bagi semua cerdik pandai kawasan ini. Posisi penulis adalah seperti pantun dibawah ini:

Tembilang  dibeli di Batu pahat

Hendak dibawa  ke pulau Midai

Saya sampaikan apa yang saya dapat

Selebihnya saya serahkan pada yang pandai.

*) Penulis pengajar pascasarjana Univeritas Muhammmadiyah Prof Dr Hamka (UHMAKA) Jakarta.


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)