Beranda » Ekonomi » Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) Ancam Mogok Kerja

Kamis, 03 Mei 2018 - 01:06:07 WIB
Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) Ancam Mogok Kerja
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Ekonomi - Dibaca: 41 kali

Jakarta, Melayutoday.com,- Kondisi Garuda Indonesia  dinilai tidak kondusif dan tidak professional , karenanya perlu diselamatkan dari keterpurukan. Ada tiga persoalan besar yang menimpa Garuda Indonesia saat ini yaitu:  operasional, keuangan dan hubungan industrial yang kian hari makin tak kondusif.

Organisasi Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) berencana bakal  menggelar aksi mogok kerja jika tuntutan mereka tidak dipenuhi  para direksi Garuda.

Mereka menuntut pemegang saham mengatur ulang komposisi Direksi PT Garuda Indonesia. Bagi mereka, aturan Direksi yang diterapkan saat ini tidak bisa diterima. Sekretariat  Bersama (Sekber)  Serikat Karyawan Garuda Indonesia dan asosiasi Pilot garuda mengancam mogok jika pemerintah dan pemegang saham tidak melakukan langkah perbaikan atas kinerja perseroan membaik.

Menurut Ketua Umum Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) Ahmad Irfan Nasution,  perbaikan yang dimaksud adalah restrukturisasi jumlah direksi dari delapan orang menjadi enam orang sesuai dengan peraturan penerbangan sipil (Civil Aviation Safety Regulation).

“Jika tidak ada perbaikan maka kami akan mogok, padahal mogok bukan tujuan kami dan saya tidak senang mogak tapi saya senang Garuda Indonesia  ,” tegas  Irfan saat konferensi pers  di restoran Pulau Dua , Rabu (2/5/2018) siang yang didampingi  Corporate Affair Asosiasi Pilot Garuda (APG) Capt. Eric Ferdinand, Capt. Bintang (Presiden APG), Capt. Leo dan puluhan Pilot yang tergabung di APG, Anna ( Sekjen ), serta Tommy ( Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda). (M. Harun)


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)