Beranda » Artikel » Isu Ekonomi Malaysia

Selasa, 06 November 2018 - 22:04:50 WIB
Isu Ekonomi Malaysia
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Artikel - Dibaca: 53 kali

Oleh Dr Mas ud HMN

Isu Ekonomi Malaysia  dalam hal program bantuan tunai bagi rakyat Malaysia muncul menjadi perbincangan hangat para pemerhati ekonomi dan politik  Malaysia. Karena program ini adalah kebijakan  pemerintah sebelumnya yang amat populer. Tetapi  ingin dirubah oleh pemerintah yang baru

Seperti tertuang dalam Pernyataan Dato Azmin Ali, Menteri Ehwal Ekonomi Malaysia tentang  pencabutan bantuan tunai terhadap program bantuan terhadap rakyat Malaysia. Program tersebut merupakam program, dari penguasa sebelumnya  dibawah Perdana Menteri  Najib Razak. Pernyataan  Dato Muhammad Azmin Ali mendapat tanggapan bearagam, Ada yang  menyatakan setuju dan ada  yang tidak.

Seperti diberitakan  surat kabar Berita Harian  (26/8) Muhamad Azmin Ali menyatakan bahwa  bantuan ditolaknya  karena  bantuan demikian itu  dapat menimbulkan rasuah (korupsi). Hal itu  sudah menjadi kebijakan  dari Perdana Menteri (PM) Mahathir  Muhammad. “Pemberian bantuan keuangan program rakyat 1 (MRB1), mesti dihentikan” katanya

Memang sejatinya  bantuan tunai  pada rakayat itu merupakan  policy membantu rakyat kecil.Namun kemudian menjadi  unsur pencitraan masa  pilihan raya  yang lalu.

Seperti diketahui bantuan kerajaan diberikaja  keada rakyat Malaysia guna meringankan ekonomi keluarga.Tapi diatur secara berjenjang. Dalam praktik tidak sesuai sebagaimana mestinya

Faruk Azmin Ali menegnaskan kebijakan ini akan dilakukan bertahap sebelumnya akan dihentikan sama sakali.Ini menjadi kebijakan umum yang ditetapkan PM Mahathir Mohammad

Namun pendapat  rakyat Malaysia tidak menjadikan kebijakan itu menjadi soal penting meski mereka merasa tebantu dengan  bantuan tunai BRIM tersebut, Karena mereka yakin dengan upaya kerajaan untuk  mengatur  pemreintah yang bersih.

Tan Sri Zeti Athar Azis  mantan Gubernur Bank Central Malaysia mengakui program  Bantuan tunai  itu telah salah sasar dalam praktik,  Sementara di Negara lain seperti India  program serupa berjalan sukses.Semuanya  sudah dikaji mendaalam, Ucap Zeti Athar Azis.

Ia sendiri menyadari hal itu dikoreksi, sementara cara jurus baru diupayakan. Agar sesuai dengan harapan. Demikian  ucap Zeti.

Tapi ada yang mengatakan isu itu lebih kepada kebijakan tak populer. Mengapa, karena ketika rakyat masih memerlukan bantuan, kalangan berkuasa ingin menghilangkan bantuna tersebut. Jadinya tak pedullkan  rakyat. Kecuali ada pengganti yang disapkan lebih baik

Seoramg pengurus partai PAS mengisyaratkan mestinya lebih baik ada ganti program tersebut baru kerajaan memaklumatkan kepada awam.Sehingga jurus perubahannya dapat diterima dan dipahami secara baik.

Seperti diberitakan Berita Harian terbitan Kuala Lumpur , selama ini rakyat  yang dapat bantuan tunai merasa sebuah kebijakan pro rakyat yang  terus diharapkan  kelanjutanya.Mereka tak interest bercakap untuk menyoal siapa pelaksana. Yang utama bagi mereka terbantu  kebutahan dalam cost pengeluaran rumah tangga sehari hari.

Debat isu  bantuan tunai ini masih resus jadi bincangan. Belum ada  jadi tidaknya kebijakan itu distop,Secara umum kebiajakan ini diakui sebagai jaring pengaman sosial safety net. Sebuah jaringan bantuan yang pro rakyat kecil.


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)