Beranda » Opini » Inovasi Realitas Gerakan Muhammadiyah

Minggu, 30 September 2018 - 12:45:50 WIB
Inovasi Realitas Gerakan Muhammadiyah
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 134 kali

Oleh Mas ud HMN*)

Ketika  pak A Mukti Sekjen PP Muhammadiyah mengatakan kuliah filsafat  Kemuhammadiyahan di Pascasarjana hendaknya pada amal nyata bukan diskusi  inpirasi filosofis belaka topic itu terasa amat penting dan relevant, Mengingat amal nyata mendesak.

Hal itu dikatakan dihadapan Zamahsari Rektor IV ,membidangi Islam dan Kemuhammadiyahan  Universitas  Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) awaL  juli  2018 lalu, yang diikuti  pehgajar filsafat  kemuhamamdiyahan  di Pascasarjana  UHAMKA jalarta, Ucapan itu oleh  Dosem yang hadir didukung penuh

Gagasan ini sebagai bagian mengurai kebenaran  filosofis pada sisi gerakan Muhammadiyah.Karema itu maka,  inovasi realitas dapat dikatakan sebagai ciri atau perbedaan  dari pada  kajian filsafat yang ada dalam pendekatan umum. Karena pendekatan umum selalu dimulai urutan dari aspek apa,wujud  (ontologies), urutan tapak intelektual, metodologi (epistomologis,) dan urutan aksiologis (niai, tujuan). Sementara, pada pendekatan pemikiran KH Ahmad Dahlan intinya lebih  pada aksiologis, yang dipakai pendekatan  pertama dan utama. Menyusul kemudian aspek ontologies dan epistomolog terwrwh is. 

Bagi yang suka mempelajari serius tentang Muhammadiyah,  mungkin akan mempertanyakan apa model alam  pemikiran  Filsafat Muhamadiyah Kontruksi Pemikiran  KHA Dahlan.Terutama dalam praktek. Bagaimana memberikan respon teologis serta  intelektual  pada  masalah umat  yang dihadapi, Misalnya masalah kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan sebagainya

Terhadap hal ini Kontruksi berpikir filsafat  Kemuhammadiyahan bukan dimulai dari pembelajaran teori, konsep , tetapi dari  inovasi merespon  realitas.Mengingat Ahmad Dahlan hanya memulai sekilas  tentang pembelajaran dengan masalah anak yatim dan fakir miskin.Dalam hal ini realitas jadi soal utama  pendekatan yang dipakai,dari pada mendahulukan  pemikiran atau konsep.Lazimnya  awal untuk memulai sesuatu  dari apa, wujud  atau being.Tetapi berbeda pendekatan dilakukan dengan pendekatan aksiologis, dalam arti  realitas apa yang diperlukan terhadap objek kajian.

Yang serius  itu adalah pada realitas  memberi makan  orang miskin dan anak yatim.Taamu miskin, beri makan orang miskin,  sebuah objek, lalu, ya itulah dilakukan pertama tama.Hal itu yang dilakukan Ahmad Dahlan.Sekali lagi mendahulukan realitas

Hal yang sama terjadi juga dalam konsep  bidang kesehatan,dengan mencari orang yang sakit untuk dibantu pengobatannya. Barulah kemudian didirikan lembaga pengobatan klinik; Yangt pada kenyataan kini rumah sakit Muhammmadiyah menjadi andalan penting bagai masyrakat luas dalam membantu program kesehatan umat

Karena itu maka filsafat Muhammadiyah itu adalah filsafat terapan, atau aksiologis.Ini jika ditimbang  dari kontruksi kajian K Ahmad  Dahlan membawa filsafat kedalam pemikiran yang  serius  dan mendalam pada inovasi realitas.

Berangkat dari paparan diatas  filsafat Muhamdiyah dalam bidang pendidikan, dalam bidang dakwah,bidang  social, tidak bisa dilepaskan dari  kontruksi  inovasi realitas  dimaksud.Sehingga  pemikiran filsafat dalam Kemuhammadiyahan adalah merupakan bagian dari solusi masalah

Hanya saja, ulasan  semacam ini mungkin belum banyak di kaji, termasuk dalam kuliah  di Pergurauan Tinggi Muhammmadiyah,Para pemikir  filsafat memang beragam dalam  mengambil posisi  terhadap  studi filsafat pada umumnya.

Jika filsafat sebagai respon terhadap relitas, ini  merupakan telaah  pada  bagian esensi filsafat  aksiologi, Yakni sebuah telaah adalah sesuatu benar   benar jika secara aksiologis berfungsi dalam kehidupan manusia. Dengan meminjam pandangan Imanuel Kant, kebenaran itu adalah bagian fungsi nilai. Yaitu  kebenaran moral atau moral conduct.

Kalau memberi makan anak yatim,dalam realitas KHA Dahlan maka langkahny ya  memberi makan.Nilai moral  ada disitu.bersama Praktek dan lansung. Kontruksi tentang pemikiran kemiskinan, setelah dilaksanakan  barulah dicari,  Mana ayat ayat  Al Qur an tentang kemiskinan, Inilah kemudian dikemas dielobrasi, menjadi pandangan ideology  Muhammadiyah dalam mengatasi  masalah kemiskinan

Implikasi dari pandangan ini sangat significant dan efisien  dalam  kenyataannya. Gaya kerja  Muhammadiyah lansung bergerak pada  inti masalah,menanganinya,mengaturnya.Barulah kemudian disusulkan dengan kajian hakikat masalah atau pokok persoalan teori pendukung , serta  pola strategu pelaksanaannya

Disamping  itu, dengan respon  cepat  pada realitas, maka terjadi ketepatan dalam  menanggapi persoalan .Menjadi tindakan yang tepat guna dan relevant.Terbukti dengan  sekolah  dan  klinik Muhammadiyah di pedesaan, meski fasilitas yang sederhana  tapi langsung dapat berfungsi mengatasi  soala pendidikan dan kesehatan

Penulis  berpandangan pemikiran filsafat  Muhammadiyah dari kontruksi  cara K H. Dahlan  adalah inovasi realitas.Agaknya persoalan  pendekatan Muhammadiyah dalam gaya demikian patut  dikaji  mendalam.Mengingat hal ini akan membangun sebuah pemikiran  filsafat yang  diperlukan memecahkan  masalah kehidupan pada umumnya,Mungkin dapat kita ikhtisarkan  butir  pendekatan ini  sebagai berikut

Pertama, dengan  pendekatan realitas itu,menjadi bersesuaian atau relevant dengan perkembangan waktu.Praktikkan dulu, laksanakan dahulu, barulah segi segi landasan tori dilakukan belakangan.Persoalannya dimulai dari berpikir sederhana dan praktis.

Kedua, tindakan itu ini dilanjutkan dengan menyempurnakan dalam proses  perkembangan yang berjalan.Inovasinya dikukuhkan dengan teori dan penagalaman lain, dan realitas hakiki dijadikan  rumusan aksiology filosofis itu. Dalam Muhammadiyah diterapkan pola pengemabangan, pembaharuan yang beketerusan ( tajdid muamalah).Point kedua ini, adalah wujud dakwah Muhammadiyah dalam rangka mencapai  Islam berkemajuan.

Ketiga, filosofi  inovatif realitas  Muhammadiyah berfungsi sebagai basis metodologi . Dapat disempurnakan terus  implememntasinya. Rokemendasi kita  adalah perlu komite terpadu dalam kajian filsafat kemuhamadiyah an, yang  inovatif secara  konsef filosofis dan inovatif juga dalam membangun metode yang semakin menjadikan keilmuan  epistomologis dengan metodologi  relevant untuk masa depan

Dari persfektif itu, filsafat  ke Muhammadiyahan sebenarnya, merupakan pembangunan kontruksi berpikir yang sesuai, efektif dan efisien.Membangun Islam yang berkemajuan dalam  tata kelola ideology pandangan hidup Muhammadiyah . Yakni memberikan  solusi nyata pada  masalah yang dihadapi oleh umat pada umumnya.

Pada akhirnya, memang  tidak boleh pencampuran adukan antara  ontologi dalam membahas apa, lalu epistomologi dalam kajian metode tapak intelektual dan aksiologi tentang nilai ,mamfaat  atau tujuan.Islam  berkemajuan itu bagian dari nilai,tujuan. Hal itu ada dalam aplikasi  (1) konsep amal, perbuatan dan (2) kajian  intelektual serta (3) tata kelola  ideology, cita cita hidup sebagai muslim. Sesuai dengan  petunjuk  al Qur an

Hendaklah ada diantara kamu yang  menjadi umat yang terbaik dengan  berbuat makruf dan mencegah yang mungkar  (al Imran 103)

Jakarta 9 Maret 2018

*) Mas ud HMN adalah Doktor sebagai  Dosen Pascasarjana  Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)