Beranda » Megapolitan » Gara Gara Mobilnya Kena Derek, Ratna Sarumpaet Somasi Dishub DKI Jakarta

Selasa, 10 April 2018 - 02:40:42 WIB
Gara Gara Mobilnya Kena Derek, Ratna Sarumpaet Somasi Dishub DKI Jakarta
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Megapolitan - Dibaca: 71 kali

Jakarta, Melayutoday.com,-Mobil Ratna Sarumpaet terkena Derek oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta beberapa waktu lalu di daerah  kawasan  Tebet, Jakarta Selatan, sehingga gara gara tersebut  ia menlakukan klarifikasi dan somasi terhadap  Dishub DKI Jakarta. Meski  telah dikembalikan beberapa jam setelah dilakukan Derek namun dia tak bisa menerima atas insiden itu.

Klarifikasi dan somasi Ratna Sarumpaet diungkapkan dalam jumpa pers, senen (9/4/2018) siang di sebuah restoran di kawasan Jl. H. Agus Salim Sabang Menteng Jakarta Pusat.  Saat meLayangkan  surat somasi yang ditujukan ke Dinas Perhubungan DKI Jakarta itu  Ratna Sarumpaet ditemani kuasa hukumnya, Samuel Lengkey.

Menurut  Ratna Sarumpaet, pihaknya merasa tidak memarkir mobilnya bernopol B 1237 BR saat  diderek oleh Dishub DKI Jakarta. “Pada saat diderek,  saya sedang berada di dalam mobil dan tidak meninggalkan mobil. Sehingga posisi mobil tersebut bukanlah parkir melainkan berhenti. Saya sedang menunggu anak saya yang sudah selesai berolahraga,”jelasnya.

Dia juga beralasan, tidak ada marka jalan saat mobilnya berhenti. Dan yang membuat Ratna Sarumpaet marah, petugas yang menderek mobilnya tidak menunjukkan identitas sebagai petugas dari Seksi Penegakan Hukum Disub DKI Jakarta.

Somasi yang dilayangkan Ratna Sarumpaet kepada Dishub DKI Jakarta adalah sebagai berikut:

1. Meminta penjelasan tentang permasalahan penegakan peraturan yang saya alami dan penjelasan tersebut wajib dimuat  dalam koran dan berita nasional , karena selama ini masalah penderekan mobil telah membuat banyak masyarakat menjadi korban.

2. Jika terjadi pelanggaran dari petugas perhubungan dalam hal ini yang melakukan derek bukan Seksi Penegakan Hukum, maka kami meminta petugas yang melakukan pelanggaran , untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada saya dan semua masyarakat atas derek mobil dengan melanggar undang-undang, peraturan terkait, serta mengabaikan asas dan prinsip aparatur sipil negara.

3. Meminta Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan kajian ulang tentang derek mobil, karena tindakan ini berpeluang hanya untuk mencari pendapatan dana dari masyarakat  melalui membayar biaya administrasi derek mobil.

4. Meminta Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan inventarisasi masalah lalu lintas khususnya marka jalan, agar memberikan kepastian hukum bagi masyarakat DKI Jakarta, khususnya pengguna kendaraan bermotor.

5. Bahwa Tindakan Dinas Perhubungan DKI yang telah menderek mobil saya sudah masuk ke dalam perbuatan melanggar hukum berdasarkan rumusan Pasal 1365 KUHP Perdata karena terjadi kesalahan dalam menegakkan peraturan daerah pejabat negara dan mengakibatkan kerugian bagi kami. (M. Harun).

 


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)