Beranda » Opini » Memahami Hambatan Politik Agus Harimukti Yudhoyono

Senin, 06 Agustus 2018 - 10:39:30 WIB
Memahami Hambatan Politik Agus Harimukti Yudhoyono
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 73 kali

Oleh DR Mas ud HMN”)

Figur Agus  Harimukti Yudhoyono (AHY) putra sulung mantan Presiden SBY dihubungkan tahun poitik  semakin menarik untuk dikaji.Apa hambatan dan prospek politik AHY ?  

 

Menarik ? Ya. Setidaknya  karena dibelakang nya ada partai Demokrat.Tak tanggung tanggung  pula ada  mantan Presiden Susilo Yudhoyono (SBY) ayahnya sendiri.

Prospek politik itu pertama-tama dapat dicatat dengan adanya SBY  menemui Presiden Jokowi ke Istana Kamis 10 Agustus tahun lalu. Peristiwa tersebut menjadi sorotan yang luas di media masa.

Akasanya, ada yang menghubungkan dengan upaya SBY untuk mengangkat nama AHY ke publisitas perpolitikan, dan ada juga point yang mengkaitkan upaya mengurangi pengaruh PDIP terhadap Jokowi.

Memang  momentum  adanya dua sorotan itu  ada dasarnya, karena ada peristiwa  yang mendahuluinya. Artinya tidak terjadi begitu saja. Ada suasana politik yang mengindikasikan jarak antara SBY dan Presiden Jokowi. Satu kondisi pertentangan

Seperti kita ketahui, SBY mengadakan pertemuan dengan Prabowo Subianto.Dalam posisi pemimpin partai dimana mereka ada diluar pemerintahan, kedua tokoh itu mengeluarkan pernyataan tentang kekuasaan otoriterr pemerintah Jokowi.Meminta kekuasan ototoriter itu dihentukan.

Lha, mengapa dan untuk apa AHY pergi ketemu ke Presiden Jokowi sementara SBY menuduh nya  otoriter? Tetapi dijawab ia dalam kapasitas bukan pimpinan partai Demokrat. Ia  datang untuk meminta dukungan berdirinya SBY institute. Satu lembaga  LSM ia jadi pemimpinnya.

Pertemuan ini aspek pertama  adalah suatu terobosan dipandang dapat mengangkat nama AHY ke panggung politik nasional lebih luas . Yaitu dalam kerangka membangun komunikasi politik nasional meski ada perbedaan. Hal yang lazim dalam sistem demokrasi

Panggung politik nasional luas difahami bahwa AHY meskipun sudah tampil dalam calon Gubernur DKI Jakarta. Tapi gagal karena  kurang cukup, dia baru dikenal publik belakangan  dan amat lama diluar negeri.Jadi, perlu adanya AHY banyak muncul dan bersosiasliasi dg berbagai pihak termasuk kalangan penguasa.

Tanpa itu, akan sulit nantinya, saat tampil masuk sebagai tokoh  bangsa  yang populer.Posisi itu memerlukan aspek personal, yang mampu berhubungan dengan kalangan sendiri dan lawan politik diluar.Dengan argumen demikian AHY perlu berkomunikasi dengan Presiden Jokowi

Sementara untuk  aspek kedua argumennya adalah bahwa  AHY perlu berkmunikasi dengan Jokowi untuk  mengurangi dominasi pengaruh PDIP, Sebab pengaruh kuat itu akan menegatifkan posisi AHY sebagai putra SBY.Lantaran dimasa lalu terdapat masalah antara bu Megawati dengan SBY. Hal itu belum selesai hingga kini.

Unsur ini dipercaya sebagai faktor pendukung perlunya AHY ke istana.Apalagi pernyatan AHY sendiri menyebutkan Presiden Jokowi bukan diktator.Komunikasi politik nasional pak Presiden Jokowi dengan SBY dapat dijalin dengan baik,”Tentu saya amini” katanya

Agus Harimurti Yudhoyono menambahkan meskipun perbedaan sikap politik termasuk  wajar,namun komunikasi yang baik akan menciptakan hubungan semakin sehat dan lebih konstruktif. Dalam simpulan AHY, Presiden Jokowi adalah pemimpin yang baik.Berbeda dengan yang dipotretkan orang selama ini

“Artinya saya tidak melihat apa yang dipotretkan orang,Saya menganggap di adalah senior, bapak dan pemimpin yang tentnnya kita terus mendukung supaya beliau terus bisa memimpin negri dengan baik” tambah AHY (Republika,11/8/17)

Peristiwa ini terjadi disaat yang spontan menjadi perhatian tidak diduga.Bagaimana cerita ujungnya menjadi pertanyaan.

 

Belakangan SBY bertemu dengan Presiden Jokowei lagi. Hanya saja tidak ada yang berarti.SBY menyebutnya ada hambatan.

Apa dampak yang ditimbulkanya. Kita  coba melihatnya dalam persfektif politik kepemimpinan nasional sebagai berikut

Pertama, perpolitkan menjelang 2019 memerlukan kompromi. Hal itu perlu dipersiapkan sejak dini, kinilah masanya. Baik oleh pihak diluar pemerintah SBY dan Prabowo ataupun pemerintah yang ada sekarang yang nota bene adalah Presiden Jokowi.

Pertemuan ini dampaknya positif bagi AHY. Ada keterbukaan sikap Presiden Jokowi.Juga ada kesediaan SBY untuk menerima kenyataan,Meski ada hambatan

Kedua, merealisasikan point pertama diatas , tentunya dengan melalui komunikasi ametral harus dilakukan

Komunikasi ini sebagiannya, juga positif buat AHY namun negatif bagi Jokowi, karena harus berbeda dengan pendukungnya PDIP.Sulit untuk Jokowi memisahkan diri dari dominasi kekuasaan politik PDIP yang telah berjasa mendukungnya sehingga terpilih menjadi Presiden.

Agaknya, disinilah makna pertemuan terobosan Presiden Jokowi dengan AHY menjadi penting.Mampukah dia mempubikasikan dirinya sebagai refsentasi  ayahnya SBY.Muncul menjadi sosok perubahan dalam gelanggang politik nasional

Sekaligus pula menyisihkan pengaruh dominasi kekuasaan politik penentang diametral SBY selama ini yang berada dalam kelompok pemerintah bersama Presiden Jokowi.Kalau berhasil, akan muncul sosok baru dalam babak baru di blantika perpolitikan nasional tahun 2019 yang akan  datang. Wallahu aklam bissawab

Jakarta 3 Agustus 2018

*) Mas ud HMN adalah Doktor Dosen  Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta.


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)